Rabu, Oktober 26, 2005

authenticity...

life is blur...yang kamu lihat, tidak sama dengan yang akoe lihat, yang akoe lihat juga bukan yang kamu lihat, coretannya bukan coretanmu bukan juga coretanku... yang kau baca, yang kau rekam dan kau letakkan di hati, itu milik siapa? ...isi otakmu bukan isi otakku, bukan juga isi otaknya, bukan isi otak mereka... hatiku, bukan hatimu, bukan hatinya, bukan juga isi hati mereka... imajinasimu tidak sama dengan imajinasiku, apalagi imajinasinya, juga imajinasi mereka... apa yang terbayang di lensa retinaku pagi ini, bukan yang terekam di retina matamu kemarin, retinaku bukan retinamu, bukan retina matanya... bahkan saat kau congkel keluarpun, itu tetap bukan milikmu... langkah kakiku bukan langkah kakimu, bukan langkah kakinya, bukan juga langkah kaki mereka... dosamu bukan dosaku, bukan juga dosanya, juga pasti bukan dosa mereka... air mataku yang menetes, juga tak akan membasahi keningmu, keningnya, juga putih kening mereka... coba pasang gendang telingamu... dengarkan ini!!
kemudian saat kita berbagi dengan selimut tebal untuk melawan dingin udara malam ini... aku berharap semoga kita bisa kembali bertemu di pagi yang lebih cerah... saat salah satu dari kita bertanya "...apakah kamu baek baek saja?"

Kamis, Oktober 20, 2005

history of god

history of godTuhan, yang satu, tak terjangkau oleh pikiran manusia, namun Dia dipersepsi secara berbeda-beda oleh berbagai kelompok manusia sepanjang sejarah. Buku ini, dengan sangat cerdas dan lugas, merekam empat milenium sejarah persepsi manusia tentang Realitas Tertinggi itu. Berawal dari masa Nabi Ibrahim a.s. sekitar abad kedua puluh SM, ketika monoteisme untuk pertama kali lahir di tengah agama kesukuan kaum pagan, pengarangnya kemudian melacak bagaimana ide tentang Tuhan bertumbuh, berubah, dan saling mempengaruhi dalam tradisi Yahudi, Kristen, dan Islam, melintasi berbagai fase sejarahnya hingga akhir abad kedua puluh.

Karen Armstrong, seorang pengkaji terkemuka dalam masalah agama di Eropa dan Amerika, memang layak dipuji atas karya gemilangnya. Dia berhasil menguraikan pernik-pernik perdebatan filosofis dan mistis seputar ketuhanan dalam ketiga agama monoteis-Yahudi, Kristen, Islam-lalu masuk ke dalam perbincangan tentang kelahiran fundamentalisme dan gerakan pembaruan agama, serta pengaruh sains dan teknologi terhadap melemahnya peran agama yang menumbuhkan bibit sekuralisme dan ateisme di dalam masyarakat modern. Tema yang luas dan kompleks ini berhasil diuraikannya dengan cara yang memikat dan berimbang.

Sebuah buku yang luar biasa lugas, berkisah dengan teramat lancar. Armstrong memiliki kemampuan yang tak tertandingi: masuk ke lapisan paling mendasar dari sebuah tema yang panjang dan kompleks tanpa terlalu menyderhanakannya. --The Sunday Times (London)

"Kajian paling memesonakan dan cerdas tentang pencarian terbesar dalam sejarah-pencarian akan Tuhan. Karen Armstrong memang jenius." --A.N. Milson, pengarang Jesus: A Life http://www.mizan.com/portal/template/Detail/bookid/333
- - -
Kisah Pencarian Tuhan yang Dilakukan oleh Orang-Orang Yahudi, Kristen, dan Islam selama 4000 Tahun (Tahun 2001, 581 halaman, Hardcover)
pt.gramedia asri media, bogor, 20 oktober 2005, hmm...bentar lagi buka puasa
setelah nunggu hampir 4 tahun akhirnya dapet juga buku ini... 'p

Sabtu, Oktober 08, 2005

opportunity

lembang bandungLembang, 30 september 2005, 08.45 am Udara yang dingin pagi itu sama dengan 3 lapis baju yang akoe kenakan, di jalanan yang menanjak dan sepi, dengan kehijauan pepohonan di kiri kanan dan pemandangan gunung takuban perahu yang tinggi menjulang itu, akoe harus datang tepat waktu di sukamandi pagi ini, d'vLa masih cukup tangguh melewati jalanan pegunungan Lembang, melewati tikungan yang tajam, menanjak, menurun, dan hembusan udara masih amat-sangat-sangat cukup dingin, akoe masih bisa merasakan itu di balik kaca helmku, sesekali akoe berpapasan dengan truck dan pick up yang membawa muatan hasil pertanian di sepanjang jalanan yang akoe lewati tadi, juga beberapa anak muda bermotor dengan seragan es-em-a, hmmm.. beruntung mereka, sebab dulu akoe harus menunggu bus dan mengejarnya agar sampai didepan gerbang sekolah dan tidak terlambat sampai di kelas *lalu meletakkan tas sekolah yang penuh buku, dan bersepakat dengan beberapa orang teman untuk meninggalkan kelas menuju warung kopi terhangat di luar sekolah... lah! kamu nga masuk kelas her? *..whattahell, sekolah ini cuma penjara pendidikan buatku, pikirku 'p ...sedikit ingatanku kembali ke masa masa itu, dengan apa apa saja yang akoe lakukan di ruang kelas, mulai dengan datang pagi pagi sekali untuk ngerjain pe-Er, melototi guru didepan kelas yang sedang berkicau tentang E=m.c pangkat 2, tidur *huehehe, mbaca komik, nyamil, juga sedikit ingatan tentang teman sekelas, tentang teman sebangkuku yang termanis saat itu ') bagaimana kabar kalian semua? bagaimana kabarmu? apa memang benar "sahabat" adalah kata kata yang hilang? ...mesin d'vLa masih terus menderu dan melaju menembus kabut udara jalanan lembang pagi itu, melewati tikungan demi tikungan...
...lalu semuanya menjadi tampak gelap, seperti melayang dan ternyata akoe memang benar benar telah melayang seperti mencium bumi, ada sedikit ingatan tentang orang orang tersayang

itu adalah beberapa detik yang membuat akoe sadar, bahwa sang pencipta masih menginginkan diriku agar akoe bisa lebih bermanfaat-lagi di kemudian hari, akoe masih harus lebih berguna buat orang orang di sekitarku, akoe masih masih sangat muda, belom keliling endonesa dan (kenapa?) belom juga (mau) berkembang biak *hwahaha kata kata yang buruk sekali

malam ini juga dingin, cuma ada segelas teh hangat dan acara televisi yang isinya cuma iklan komersial saja, google dotkom yang katanya banyak membantu juga tidak menunjukan taring-tajamnya malam ini, sedikit akoe melirik helm hitam di sampingku, bagian kirinya pecah, seonggok plastik yang tidak terlalu begitu akoe perhatikan, yang menahan benturan di kepalaku pagi itu dan melindungi semua isinya, mungkin seperti buah semangka yang seluruh isinya rapuh... lalu aku melongok keluar jendela, ada si d'vLa disana, teringat kemarin dia nyungsep dengan sukses di selokan dan bentuk bagian depannya menjadi sedikit agak tidak jelas, terlempar beberapa meter dari tempatku mencium bumi... akoe tersenyum, berlahan akoe menutup jendela agar udara dingin malam tidak mendobrak masuk

...lalu semuanya jadi tampak gelap, seperti melayang dan ternyata akoe memang benar benar telah melayang seperti mencium bumi, cuma ada sedikit ingatan tentang orang orang tersayang ...akoe masuk kedalam sleeping bag-ku, mungkin dengan tidur akoe tidak perlu memikirkan apa apa lagi, akoe harus bersyukur malam ini, akoe masih bisa tertidur, selamat malam tuhan...

- - - - -
jangan bertanya tentang itu, kalo memang bukan yang itu, karena sesuatu yang peka bisa membuat tidur malam kita menjadi tidak nyenyak...