Selasa, November 29, 2005

d o a


doa berawal dari hati yang gelisah,
dengarkanlah gejolaknya.

doa adalah suatu kerinduan terhadap rumah kita yang sebenarnya.
ikutilah bimbingannya.

doa itu seperti kebun.
peliharalah maka doa akan berbuah.

doa bisa dilakukan dengan berbagai cara.
lakukanlah sesuai dengan cara kamu.

berdoalah selalu, tapi jadwalkan juga waktu khusus.
roh, seperti halnya badan, membutuhkan latihan-latihan teratur.

buatlah doa kamu pendek.
cinta membutuhkan sedikit kata-kata.

berdoalah di mana saja kamu berada.
tuhan ada di mana-mana.

jika Anda menginginkan sesuatu, bertanyalah pada diri kamu sendiri,
"apakah saya menginginkan hal yang dikehendaki tuhan?"
tuhan menghendaki kebaikan sejati kamu.

bila doa kamu menjadi kering dan rutin, teruskan saja.
tanah yang kering kerontang menyambut datangnya hujan.

bawalah kemarahan kamu dalam doa.
logam yang panas bisa dibentuk.

bila kamu berdosa dan terus menerus jatuh, berdoalah.
tuhan tetap mencintai kamu.

berdoalah bila kamu cemas.
doa membuat segala sesuatu bisa dipikirkan dan dipertimbangkan secara sehat.

bila karena sesuatu hal kamu tidak bisa berdoa, bersantailah.
keinginan untuk berdoa itu sudah merupakan doa.

bila doa mengajak kamu untuk mengambil resiko, beranilah.
tuhan akan mendukung kamu.

bila kamu merasa sedih atau menyesal, menangislah.
airmata adalah doa dari hati.

jika kamu tidak menyukai seseorang, berdoalah untuknya.
doa mengungkapkan tuhan yang tersembunyi.

bila kamu menerima kabar buruk, tegarlah.
doa memberi cahaya.

bila penyakit, usia, kepedihan, atau kecemasan merusak konsentrasi anda,bersantailah.
tuhan adalah seorang sahabat yang penuh pengertian.

jika doa membuat kamu jadi pasif dan acuh tak acuh, itu bukanlah doa.
doa sejati akan membuahkan kepedulian dan pelayanan.

gunakanlah saat-saat tenang untuk berdoa.
ketenangan menarik kamu kepada sang maha besar.

gunakanlah saat-saat ribut untuk berdoa.
kegaduhan adalah hiruk-pikuk ciptaan yang mencari tuhan.

berdoalah bila kamu merasa kesepian.
doa membuat kamu ditemani oleh para malaikat.

bila hidup ini terasa kejam dan tak adil, berdoalah terus.
tuhan adalah karnanya, bukan penyebabnya.

bila hati kamu penuh dengan rasa syukur, biarkanlah demikian.
roh Allah sedang berdoa di dalam diri Anda.

bila kamu terpesona di hadapan misteri, biarkanlah demikian.
roh Allah sedang berdoa di dalam diri Anda.

cakuplah seluruh dunia dalam doa kamu.
perdamaian tergantung padanya.

berdoalah dalam tidurmu.
tidur adalah doa dari manusia yang merasa aman dari cinta tuhan.

berdoa adalah bernafas.
lakukanlah dalam-dalam dan kamu akan dipenuhi dengan kehidupan.

bila kamu mulai merasa maju dalam kehidupan doa, pikirkan sekali lagi.
kehidupan tuhan itu lebih dalam daripada perasaan dan pengalaman kamu.

doa dasar dari segala sesuatu yang akan kita perbuat.
DIA hanya sejauh doa.


*dari coretan kang idoey thea

diamm e r e n u n g s e j e n a k . . .

ya tuhan-ku...
semoga bunda, saudara, dan semua temanku tetep sehat
malam ini aku minta maaf *kalo nga bisa di bilang ber'doa- untuk semua pertanyaan2 ku yang kadang 'terlalu berlebihan' ini buat-mu, hanya untuk-mu
'imajinasi'ku ini kadang tumbuh liar di antara udara dingin malam yang tidak terkendali, di malam tanpa gemerlap bintang yang absurd
diantara 'doa' dan 'dosa' ini aku minta supaya kamu memberiku sedikit waktu agar aku bisa membuat bunda 'tersenyum' melihat tingkahku, lain itu tidak...
diantara surga dan neraka-mu aku merunduk, agar semuanya baek-baek saja, kadangkala aku sedang tidak-ingin-berpikir bahwa kelak aku akan berada disalah satu dari dua tempat ciptaan-mu itu
aku tidak begitu 'percaya diri' bahwa kelak aku akan berada di surga bersama 'orang-orang yang baek' itu, tapi bukan berarti aku mengharap kau meletakkan jiwaku di api neraka! sungguh, itu bukan ide yang bagus... *mungkinkah ada 'tempat' diantara keduanya?

kadang aku hanya 'sedikit' berpikir bahwa 'bad sector dosa' di harddisc hidupku sudah begitu parah, bahkan meski di instal, di format ulang dengan window profesional plus crack terbaru sekalipun, dan ini semakin parah karena aku juga tidak begitu ingat semua perbuatan baek-ku
ada saat aku tidak begitu peduli dengan urusan-urusan orang laen, seperti aku yang tidak begitu peduli dengan undang-undang HAKI, hanya karena urusanku banyak-yang-belum-selesai, hanya karena untuk beli yang legal itu mahal, aku sedang tidak ingin mencuri, karena aku bukanlah pencuri! aku hanya kebetulan melihat 'sedikit celah' untuk bisa 'memanfaatkan', bukankah 'ketiadaan' dan 'keterbatasan' akan membuat seseorang menjadi lebih 'kreatif'? mungkin seperti itulah gunanya prinsip ekonomi
diluar itu banyak yang serakah, planet ini penuh dengan orang kapitalis, aku tidak akan pernah jadi 'pahlawan' hanya karena aku selalu-dan-terlalu 'jujur' tapi aku berusaha mati-matian agar semua orang di sekitarku bisa tersenyum, mudah mudahan dengan 'pakaian' yang sedikit 'kotor' aku bisa banyak belajar, aku hanya 'ingin-berusaha-bisa' menghormati 'semua bentuk' ciptaan-mu yang luar bisa ini, dan semuanya memang amat-sangat 'luar biasa'

aku sadar, apa-apa saja yang aku cari belum tentu akan aku dapat, dan apa-apa saja yang aku dapat belum tentu akan menghentikanku, tapi bukankah kamu yang menciptakan aku-apa-adanya-seperti-ini? seseorang yang sedang berpikir untuk tidak-akan-pernah berdiri di tepi jurang

biarlah kebenaran itu, kebenaran ini, berjalan dalam diam-mu... malam ini aku hanya ingin 'telanjang', dan 'menatapmu' dalam-dalam...
sungguh aku mencintaimu seperti aku mencintainya, seperti aku mencintai mereka...

Minggu, November 27, 2005

sunday, lovely sunday

sunday lovely sundaye d s o n

sundays are slow
never pretentious, oh no
silent and closed
and we don't really have to know
where to go

holding hands with the one I love
she wears mittens, I wear gloves
there must be someone above
holding hands with the one I love
we could catch a picture show
rent a (Sunday) video
we could stay out in the snow
"sunday slow"

sundays are meant
to let the quilt become a tent
sundays well-spent
don't need a reason, no intent

holding hands with the one I love
she wears mittens, I wear gloves
there must be someone above
holding hands with the one I love
we could catch a picture show
rent a (Sunday) video
we could stay out in the snow
order greasy food to go
"...mbuh! lagune sopo kie, dudu musik cadas kok, band'ne yo nga ngetop blas, tapi laopo kok tak donlot yo? ^^ koyok'e aku arep pindah aliran kie, koyok'e wes nga jaman'ne maneh nge-grunge nge-grunge-an, wes nga enom maneh, wes nga pantes pecilak'an maneh, saiki situasi'ne liyo, iki nang pasundan, wes nga' munggah panggung musik maneh koyok jaman'ne sik enom mbiyen, ngentek'no duit beasiswa akeh ngawe nge-band, latian musik nang studio endi wae, cengigisan sok cool di delok wong akeh, meski yo penoton'ne kodew manis manis ') dadi rumongso koyok artis dangdut internasional 'p senengane ngowo lagune wong liyo, nga tau ngowo lagu ciptaan dewe, nga' kreatif blas koen her! kucluq!! ...huhuhu"

Kamis, November 17, 2005

adenium dan VQ

VQ in memorial 1993-2005nga' terlalu banyak yang bisa aku ceritakan tentang siapa diriku... mereka memanggilku VQ, seekor anjing perempuan kecil dari kebanyakan anjing anjing lainnya, bukan anjing pelacak, bukan juga agen K9 team anjing polisi, penciumanku tidak terlalu tajam untuk mengendus daun ganja dan semua keringat para pelaku boom bunuh diri yang katanya mengemban tugas suci itu, yang berandai andai akan bertemu dengan para bidadari cantik disana, yang mati konyol dan melupakan semua anak istrinya dengan tubuh yang berantakan setelah picu detonator ditekan, dasar pecundang tolol! huh guoblog! homo! *sorry sorry emosi, abis baca berita dari kota batu, malang '( hmm, setidaknya aku jadi tau sedikit tugas polisi, selain cuma jadi tukang tilang di jalan ...pernah ada beberapa orang yang mencantumkan namaku di halaman persembahan skripsi dengan kalimat "untuk VQ si anjing hias.." entah apa maksudnya, bahkan aku belum pernah menang kontes pertandingan ratu kecantikan anjing manapun... pertama kali aku muncul di tengah tengah keluarga ini dengan keadaan mata yang terpejam, bulu putih bersih, dengan ekor yang belum berbulu, hanya minum cairan susu, dan hanya bisa mendengan mereka memanggilku "VQ!... VQ!..." entah apa maksudnya, sampai suatu hari aku sadar, itu namaku, VQ is my name... ')

hari, minggu, bulan, dan tahun terus berjalan, semakin lama aku tumbuh dan besar di tengah keluarga ini, mengamati setiap hari hari yang terjadi, dan semakin hapal dengan rutinitas rumah kecil ini, menyambut mereka semua yang datang dengan lolonganku ini, mengamati wajah wajah siapa siapa saja yang datang, mengamati semua kelelahan kelelahan yang terpancar di setiap wajah wajah para penghuni rumah ini setelah beraktivitas, mengibaskan ekor kecilku dan melolong yang aku buat selucu mungkin agar mereka sedikit terhibur, sedikit setidaknya, daripada tidak sama sekali... paling tidak mereka bisa sedikit tersenyum melihatku, "hai VQ!" begitu mereka selalu menyapaku, dan selalu ada kibasan dari ekor kecilku untuk itu, "VQ kamu sudah makan???" pertanyaan yang mereka lontarkan bahkan tidak bisa aku jawab sama sekali, kecuali teriakan kecil di dalam hati "hoii kakak! aku belom makan seharian neehh! mana ransumku hari ini"

kulihat mereka semua datang dan pergi, dan aku masih tetap di sudut ini, rantai kecil yang membuat aku harus tetap berdiri tegak di sudut ini, dengan rumah kayu mungil yang sama sekali tidak melindungiku dari udara malam hari, yang hanya cukup melindungiku dari tetes hujan dan terik bintang terdekat tapi aku masih saja harus berada di sudut ini, mengamati mereka dan tetap harus mengamati mereka, aku juga yang harus terjaga di setiap malam saat ada yang sesuatu bergerak, entah itu wanita yang cantik, maling jemuran, petugas ronda atau jin iprit sekalipun, berharap mereka semua menjauhi rumah kecil ini, "hai! jangan ganggu tidur lelap keluargaku!" kira kira begitulah terjemahan dari lolongan kecilku pemirsah ') *woo, tapi karena itu kita serumah bangun tengah malem ya vik! 'p
jadi jangan pernah bicara tentang "kesetiaan" denganku, karena itu sudah menjadi bagian dari nama tengahku *lah? namamu kan cuma satu kata vik?

buat sebagian anak anak kecil di sekitar lingkungan rumahku, aku mungkin adalah makhluk tontonan yang punya popularitas, mereka menontonku, menggodaku tanpa kesepakatan, membiarkan lolonganku berkumandang keseantero komplek jagad perumahan patrang city, dan mereka tetap juga ngga' pernah peduli bahwa vokalku menjadi serak serak basah karena itu, mungkin itu kegembiraan kecil buat mereka, seperti ada di taman safari mungkin? masih teringat wajah wajah kecil itu berbondong bondong, berjejer jejer dengan se-bataliyon temannya, hanya untuk menggodaku beberapa meter dari sudut tempatku berdiri, sedikit aku merasa, anak anak kecil itu lebih menggenalku dari pada semua penghuni rumah kecil ini, mungkin mereka menganggap wajah galak penuh bulu mungilku ini lebih lucu di bandingkan senyum manis yang tersungging dari raut wajah ke empat kakakku... 'p padahal aku merasa bahwa wajah manisku ini nga lebih manis di bandingkan wajah kakak keduaku yang kata temen temennya dia masuk nominasi cowok terganteng ke-9 di kampusnya *yang nomer 1 s/d 8 masih di cari :D ...kadang aku berharap rantai ini lepas dan aku bisa maen kejar kejaran dengan mereka semua, pernah dulu rantai ini lepas dan pintu gerbang terbuka, aku pun bisa lolos dan menghampiri mereka semua, tapi mereka selalu saja lari seperti di kejar makhluk yang buas, lari tunggang langgang dan ada beberapa dari mereka terjungkal, lalu menangis kencang *huwaaaaaaaaa, bah! dasar anak kecil cengeng! seingatku, selama ini prestasiku adalah "menggigit" 3 bocah anak tetangga, yang membuat bunda harus tergopoh gopoh mendatangi rumah orang tuannya untuk minta maap :( ...sungguh aku tidak bermaksud untuk menggigit mereka, aku hanya ingin bermain main dengan mereka, itupun sebuah bukan "gigitan" itu hanya bentuk rasa sayangku yang berbeda dengan makhluk lainnya... sungguh, aku tidak pernah benar benar ingin "menggigit" wajah wajah kecil itu :( aku sangat mencintai dunia anak anak, wajah mereka terlalu polos untuk "digigit" ...percayalah padaku, believe me!

juga masih teringat sedikit tentang abang tukang baso' yang melintas itu, kehadiran mereka sangat menggairahkanku, dentingan mangkuk baso' yang di ketuk terasa merdu di telingaku, bahkan symponi fur elise beethoven pun masih kalah merdu dibandingkan dentingan mangkuk baso' kang amin 'p ...hmm, mereka memang abang tukang baso' yang baek... bahkan saat kakak kakakku tidak membeli baso' sekalipun, mereka dengan tulus ikhlas tanpa di komando mau melemparkan sebongkah tulang buatku, sajian menu makan yang sangat istimewa bagiku, meskipun kakak kakakku dan bunda kerap kali menghidangkan beberapa butir pentol baso' buatku, tapi bongkahan tulang sapi tetap membuat mataku berbinar ...yummy! dan jangan di tanya, aku pasti akan mempertahankan tulang ini mati matian dengan seluruh jiwa, tenaga dan semua runcing gigi kecilku ini, cobalah ...Ggrrr >:)

hmmm... nga banyak yang bisa aku ceritakan disini kecuali tentang kesedihan kecil di pagi yang cerah itu, saat kedua kakak perempuanku menangis, saat kakak keduaku menggali tanah dihalaman depan teras rumah, mencoba untuk tidak bersedih, karena menurut dia 'darah boleh saja menetes, tapi tidak dengan air mata' *ojo' protes!, dan sempat juga kulirik kakak pertamaku molor di depan televisi dan kipas angin, dia kegerahan dengan perutnya yang 'harus sit-up!'
d i n g i n . . . . kemanakah lagi perjalananku setelah ini?

...akhirnya setelah selama satu minggu penuh tidak ada sedikitpun makanan yang masuk ketubuhku, sajian menu pentol baso' itu terasa hambar di lidahku, juga dianogsis om dokter hewan sore yang lalu, saat dia akan menyuntikku dan aku harus berlari bersembunyi di balik meja operasi, katanya usia 13 tahunku sama seperti usia 91 tahun untuk ukuran usia manusia, butiran pil vitamin yang di berikan juga tidak akan banyak membantuku, aku terlalu tua untuk menelan zat adiktif pemberian om dokter, aku terlalu lelah untuk terus melolong dan menjaga rumah keluargaku, kemaren dua kakakku datang dari bandung dan aku sudah tidak bisa lagi menyambutnya dengan semua kelucuan kecilku ini, bahkan kibasan ekor kecilku juga tidak bisa aku lakukan, otot otot tulang belakangku terlalu renta untuk melakukan kebiasaan lama itu
pagi ini, tidak banyak yang bisa aku tinggalkan, kecuali semua kenangan tentang kelucuan yang mungkin 'tidak lucu' itu, vas bunga yang berantakan saat aku mengejar kucing tetangga di dalam rumah kemaren, pot tanaman yang rusak, kaca jendela rumah yang pecah dan juga rumah kecil dari kayu yang baru saja di perbaiki oleh kakak keduaku saat dia melihat rumah kecil kayuku mulai bobrok di makan waktu, hmmm... kakak keduaku itu tukang petani apa tukang kayu seh? bingung aku... ')
tapi setidaknya, semua kakakku berkumpul di rumah kecil ini, di bulan puasa yang manis ini, dan halaman depan rumah sepertinya tempat istirahat yang tepat buatku, di teras depan, tempat kakak kakakku biasa membicarakan hal hal kecil apa saja, selalu saja ada kehangatan disana, di tidur panjangku ini, aku berharap bunga adenium-ku masih bisa menemani pembicaraan kalian...
sebenarnya 13 tahun waktuku tidaklah cukup buatku, tapi tugasku menjaga rumah kecil ini usai sudah, rumah yang kecil tempat di mana aku dibesarkan...
jangan terlalu merindukanku, kelak kalo besok ada bunga adenium yang tumbuh mekar diatas tanah merahku, percayalah, selalu ada aku disitu...

adios, ich liebe dich, kenanglah semua yang baek, dan cintaku abadi...


my deepest condolence 4 u.. '( [Pdhal khan aku blm smpt ktm vQ, blm smpt mbawakan vQ coklat..'( ] - cahya

Aq da th kok smua ini akn trjd. hiks..mgkn kelak dikota itu aq menemukan pngganti senyum VQ,seym yg msh dr kota itu jg :-) AMIEN 1000000X. tlg temani VQ disn. hiks - Bombom

percayalah roh VQ bhagia di "sana",mbut. bnyk nuget tengiri diakhirat. Dosa2 ini sudah 'selesai', ga ada yg perlu minta maaf/memaafkn. ases to ases& dust to dust - ahjab

aku ikut berbelasungkawa bro' - joe

hoii ndesz kemana aja loe? apa masih ikut tahlilan si VQ?? - pheche

jember, VQ in memorial - 08:45 - 1 november 2005 (1992-2005)