Rabu, Januari 24, 2007

white flag

aku dan niNno duduk diantara 3 kemegahan gedung yang menjulang tinggi dan mengelilingi kami malam ini, sesekali kita berbagi cerita, tentang bagaimana cara cara terbaik kita mengatasi udara dingin kota ini, di sebelah kanan tempat kami bercengkrama, berdiri kokoh gedung tua peninggalan kolonial belanda, tampak gelap, rimbun pohon yang berjubel, neonisasi yang tidak sempurna sepertinya...

lalu gedung kedua di sebelah kanan kami belum juga utuh, entah gedung itu akan seperti apa bentuknya, seperti mainan lego anak kecil yang belum juga rampung dipasang, dan gedung megah ketiga tepat di belakang kami, tua tampak rapuh, cuma masalah waktu sampe gedung megah yang menghadap punggung kami ini benar2 dipugar, mungkin tidak banyak waktu buat kami bercengkrama dengan posisi seperti ini... mungkin tidak terlalu banyak waktu buat kami berdua untuk menyaksikan gedung ini luluh lantak

banyak sekali waktu yang kami habiskan disini, mengangkat gelas dan menertawakan semua kesedihan, mencibir sinis pada kenangan tentang kebahagiaan, mencoba untuk tidak mengingat kembali semua penghianatan... ya, semuanya sudah kami maafkan, meskipun tidak terlalu mudah buat hati kami yang tidak bisa seluas lubang hitam, hati bekas yang kami miliki saat ini benar benar bekerja dengan tidak sempurna, jujur kami hanya ingin hati ini tidak berbulu, terlalu banyak sekali omong kosong yang kami bicarakan disini, ratusan pertanyaan yang saling kami lempar, ratusan jawaban yang kami dapatkan, dan tetap saja membawa kami kembali ke tempat ini, tempat dimana kami menghabiskan banyak sekali energi untuk mendapatkan jawaban-yang-sempurna, seharusnya...

kadang ada saat kami terbahak dengan mata yang mulai sedikit sembab berkaca, jawaban-yang-sempurna yang dibungkus rapi saat kita meninggalkan tempat ini saat beranjak, tetap saja akhirnya membawa kita kembali ke tempat yang sama, seperti labirin saja... terlalu letih sampai kita mulai sedikit berpikir pesimis, bahwa masing masing dari kita tidak benar benar bisa menyakinkan satu sama lain, ternyata kita tidak benar2 ahli dalam bidang ini, bahwa memang tidak ada yang benar benar bisa kita pecahkan, badai tanya-jawab dari kita berdua tidak akan berhasil, ya... kita mulai sedikit-banyak berpikir, bahwa pembicaraan kita ini tidak akan berhasil, yakin ini bukan tentang kesia-siaan, kita menggembirakan diri bahwa semua ini adalah salah satu bentuk dari proses hidup yang sedang berlangsung dengan sempurna, belajar untuk paham bahwa tidak semua yang kami cari dapat kami temukan, jasad-muda dan ribuan kata otentik yang kami miliki tidaklah cukup, tidak sebanyak detik detik yang terus berdetak, sepertinya kita berdua harus benar benar menyiapkan diri untuk mengibarkan bendera putih dan mulai belajar menerima kenyataan bahwa kita disini memang sudah seharusnya mulai belajar-banyak-tentang-diam dan tidak membicarakan apa apa selain mengenang kemegahan dan keheningan tempat ini, bahwa disinilah kita berdua sudah mencoba hidup untuk belajar menerima kenyataan dengan berlapang-dada mengibarkan bendera putih...



* yup, kami berdua memang terlalu payah, terlalu lelah, penat ('| pesimis, badai tanya-jawab ini tidak akan berhasil... mungkin kami memang menghilang, tapi setidaknya ingatan tentang pembicaraan-malam-panjang yang kami lakukan tidak akan pernah memudar... akan kami simpan di dalam hati yang terdalam saja



hanya untuk malam ini saja, ya! malam ini setidaknya...
sekarang waktu yg tepat untuk beristirahat, merebah, dan tetap bersiasat!...
besok pagi, buka jendela dan akan aku turunkan lagi bendera putih itu!
*sudahlah.. sudahlah.. apakah tidak pernah ada kata insyaf buatmu?..*
tidak! besok akan aku turunkan lagi bendera putih itu!!
...biar aku robek robek saja menjadi serpihan perca!!
*sudahlah... sudahlah...*

Minggu, Januari 21, 2007

lupa

setiap kali aku ingin bercerita, kadang ada bagian yang terlupa... udara malam yang dingin ini membawa pergi beberapa rekaman peristiwa, dan tak bisa aku ungkap sampai kapanpun juga...


ingatan kadang bekerja dengan cara yang sangat bijaksana,
ia kadang membuat kita lupa ...mungkin ada yang memang harus kita lupa

Rabu, Januari 17, 2007

cermin

kepada yang tercinta...
pandanglah mata-nya perlahan-lahan... adakah disana keteduhan untukmu? saat aku mendengarmu berbisik pelan, tentang penderitaan yang panjang yang memberat yang menekan, tentang seorang putri dibalik kastil yang menjulang, dimalam yang hampa dan musim yang kosong dan sepi

mirrorya, kita semua memang telah berkelahi dengan hari-hari mengambang, dengan seribu juta kejenuhan, hari hari yang amat-sangat-sangat membosankan dan senyum lampu-lampu jalanan selalu menggoda tanpa kesepakatan... lalu mengisi debar jantung kita dengan ruang penuh warna, yang ceria dan membuat sedikit kita lupa

tapi cobalah untuk memandang sejenak... pandanglah dengan segenap kejujuran dihatimu, sungguhkah didadanya bersembunyi kedamaian, pandanglah senyum-nya...

pandanglah dengan segenap bening jiwamu, benarkah disana bisa kamu temukan ketulusan itu, pandanglah sebentar saja... tidakkah ini semua hanya asmara? dan kita memang harus-bisa-hidup-bahagia

ya, supaya lukamu, lukaku
tidak sia-sia...


ini hanya tentang sebuah cermin, saat kamu memiliki rasa
tidak ada seorang-pun disana, hanya ada wajahmu, hanya ada bayangan-mu saja,
ya, saja...

Jumat, Januari 05, 2007

pedang kayu

hummm, 2007... nga' terasa sudah harus ganti kalender lagi di dinding, terlalu banyak cerita di 2006, bener kalo hiruk pikuk tiupan terompet di luar sana cuman jadi pengingat hitungan mundur buat kehidupanku

pasti banyak sekali harapan di 2007 ini, dan semoga dewi fortuna terbang-nya nga terlalu jauh dari pelukanku, semoga dia tidak terlalu centil untuk mencari pelukan yg lebih hangat dari pelukanku... *hus!* semoga keberuntungan 2007 bisa selalu menyelimuti jantungku... semoga

desember kemaren terlalu dingin, seperti sisa ceceran es krim dan terlihat samar kotak es krim-nya berserakan dimana mana, aku harap januari bisa menjadi lebih hangat, banyak energi yang harus dilepas untuk menghadapi hujan lebat di desember kemaren, harus lebih sering untuk menertawakan diri sendiri saat terdiam di pojokan ini, semoga benar kalo semuanya mendewasakan, semoga benar kalo sesuatu yg tidak membunuhku bisa membuatku menjadi lebih kuat, berpikir keras untuk tidak melakukan hal2 diluar batas kemampuan diri, harus tau kapan saat yg tepat melepas jubah yg mulai memberat dan berkarat ini, harus sedikit slow motion sepertinya untuk menghadapi udara bandung yg dingin dan semua pernak pernik-nya yang lucu...

pasar malam di alam bawah sadarku terlalu berisik, susah sekali sepertinya untuk hening sejenak, komidi putarnya juga semakin kencang berputar, warna warni kuda kayu-nya jadi susah untuk dilihat, membias, blur, sesekali menjadi warna putih... semakin susah untuk benar2 fokus pada satu warna, tapi berisik tiupan terompet diluar sana memang nada yang sempurna untuk pengingat hitungan mundur buat hidupku, penganti kuk-kuk jam dingin yg keluar dari kotak kayu-nya setiap malam sebelum pagi menjelang, sebelum aku benar benar bisa tidur dengan nyenyak tanpa pengaruh kafein tentunya... cerita kehidupan ini masih tentang harga dan berharap banyak semoga besok bukan tentang kesedihan kesedihan...
bukankah hanya dengan harapan yang bisa membuat kita berlari lebih kencang?
sekali lagi, semoga kegembiraan selalu menyelimuti jantungku, jantungmu, jantung kita semua...



selamat pagi adinda...
apakah aku dan pedang kayu digenggaman-ku ini masih muncul dibenakmu setiap kali kau bangun pagi?