Selasa, Desember 19, 2006
menunggu
beberapa kali sudah ia menatap keluar jendela kaca
yang dinantinya belum juga tiba
berbilang musim sudah
menghitung satu demi satu ketukan dipintu
hanya hujan dan angin malam, datang berulang-ulang...
begitu manisnya duka penantian
pedihnya begitu menakjubkan
dugaan-dugaan yang tak pernah padam
...alangkah kelamnya rindu
...alangkah panjangnya luka
ia terus saja duduk dan menunggu
sambil membayang-bayangkan kalau nanti bertemu
" sungguh penantian adalah kesabaran yang tak berbatas
adalah sesuatu yang murni..."
Senin, Desember 18, 2006
surat - surat
yang terukir didalam kabut
yang berbisik ditelan angin
yang menari dalam gelap
yang diam sembunyi dalam gema
...adalah surat-suratku kepadamu
berkelap-kelip setiap kali datang kantukku
...adalah surat-suratku kepadamu
bergumam lirih kalau aku lewat ditaman itu
...adalah surat-suratku kepadamu
selalu mengajakku bicara tentang rindu
ya... itu tak lain adalah mereka
yang terukir didalam kabut
yang berbisik ditelan angin
yang menari dalam gelap
yang diam sembunyi dalam gema
yang tak pernah kukirimkan
yang tak pernah sampai...
...adalah surat-suratku kepadamu
deep blue cold december rain
parijs van java
"...semua yang tak dapat kau ungkapkan bukannya hilang
mereka selalu ada disana...
jauh di dalam hatimu, tempat segalanya kau sembunyikan dengan rapi..."
yang berbisik ditelan angin
yang menari dalam gelap
yang diam sembunyi dalam gema
...adalah surat-suratku kepadamu
berkelap-kelip setiap kali datang kantukku
...adalah surat-suratku kepadamu
bergumam lirih kalau aku lewat ditaman itu
...adalah surat-suratku kepadamu
selalu mengajakku bicara tentang rindu
ya... itu tak lain adalah mereka
yang terukir didalam kabut
yang berbisik ditelan angin
yang menari dalam gelap
yang diam sembunyi dalam gema
yang tak pernah kukirimkan
yang tak pernah sampai...
...adalah surat-suratku kepadamu
deep blue cold december rain
parijs van java
"...semua yang tak dapat kau ungkapkan bukannya hilang
mereka selalu ada disana...
jauh di dalam hatimu, tempat segalanya kau sembunyikan dengan rapi..."
Kamis, Desember 14, 2006
di stasiun
butiran hujan seperti permata, seperti kaca-kaca yang pecah berhamburan
jatuh diwajahmu berhamburan dan terus saja berhamburan tajamnya didadaku
aku melihatmu melambaikan tangan dan menangis seperti hujan di sore ini
kamu terduduk karena hatimu patah
dan aku menggigil karena tangismu bukan padaku
aku menatapmu dari jauh, aku menatap stasiun tua itu
hujan suaranya selalu mengiris
kamu terduduk karena hatimu patah
dan aku menggigil karena tangismu bukan padaku
hantu-hantu kenangan berkumpul di stasiun tua itu setiap kali aku lewat disana
aku tidak berani membayangkannya lagi...
rinduku, rindumu, rindu kita, rindu kalian
masih rindu yang itu itu juga...
rindu yang risau
"...bisakah sebuah tempat tiba-tiba menjadi hantu? "
jatuh diwajahmu berhamburan dan terus saja berhamburan tajamnya didadaku
aku melihatmu melambaikan tangan dan menangis seperti hujan di sore ini
kamu terduduk karena hatimu patah
dan aku menggigil karena tangismu bukan padaku
aku menatapmu dari jauh, aku menatap stasiun tua itu
hujan suaranya selalu mengiris
kamu terduduk karena hatimu patah
dan aku menggigil karena tangismu bukan padaku
hantu-hantu kenangan berkumpul di stasiun tua itu setiap kali aku lewat disana
aku tidak berani membayangkannya lagi...
rinduku, rindumu, rindu kita, rindu kalian
masih rindu yang itu itu juga...
rindu yang risau
"...bisakah sebuah tempat tiba-tiba menjadi hantu? "
Selasa, Desember 12, 2006
tiba tiba saja
pernah berpikir tentang kotoran burung yg tiba2 melesat jatuh di pundakmu? **, tentang trojan yang tiba tiba meng-infeksi hard-disk komputermu?, tentang air minum-mu yg tiba2 menetes masuk ke dalam monitormu yg menyala?, tentang halilintar dan listrik statis-nya yang membuat LANcard di mesin router beristirahat dengan damai? tentang penangkal petir yang entah masih berfungsi ato tidak? tentang tumpahan cappucino ke keyboard komputer-mu, tentang perasaan damai yang tiba tiba saja menghilang dan kebosanan yang menyeruak lepas
sadar ato' tidak sadar hal hal 'kecil' ini bisa membuat hari hari kita menjadi sedikit tidak cerah
ini tentang kejadian2 yang tiba tiba datang diluar skenario
membuat kita sangat sibuk... sibuk menghadapinya, sibuk menghindarinya, sibuk memperbaikinya... dan membuat kita tidak bisa bicara banyak
ya... terlalu banyak untuk tidak bisa bicara
jadi, tolong jangan berisik!
sadar ato' tidak sadar hal hal 'kecil' ini bisa membuat hari hari kita menjadi sedikit tidak cerah
ini tentang kejadian2 yang tiba tiba datang diluar skenario
membuat kita sangat sibuk... sibuk menghadapinya, sibuk menghindarinya, sibuk memperbaikinya... dan membuat kita tidak bisa bicara banyak
ya... terlalu banyak untuk tidak bisa bicara
jadi, tolong jangan berisik!
Selasa, November 21, 2006
Varisela
" dan pikiranmu adalah sekumpulan awan tak kasat mata yang akan mewujudkan semua keinginan-keinginanmu itu..."
sepertinya sejak terakhir kali aku mengantarkan seorang ade' sepupu di RS.
kalo aku berkata tentang TIDAK, tentang sesuatu yang aku pikir TIDAK, menurutku itu adalah refleksi, sama halnya saat aku sedang TIDAK INGIN memikirkan tentang sesuatu yang orang lain pikir itu adalah KLENIK dan semua bentuk IRASIONAL tentang HANTU, tentang pemikiran nenek moyang masyarakat kita yang rata rata memang AJAIB, tentang begitu dahsyatnya fenomena alam yang dihubung2kan dgn TAHAYUL, tentang ayam hitam yang harus di sembelih, tentang bunga tujuh warna yang harus ditaburkan, tentang RAMALAN bintang yang meramalkan mengenai masa depan dan kehidupan orang lain dgn Ngawur...
sampai di suatu titik, dan aku benar benar sangat JENUH, lalu berkata didalam hati dan pikiranku tentang TIDAK bahkan untuk berpikir ulangpun aku akan berkata TIDAK
dan kadang aku lupa, di suatu titik sang pencipta juga menciptakan TAK KASAT MATA, yang menyerangku hebat, melemahkanku, membuat badanku demam, menggigil
sepertinya aku harus berpikir ulang tentang sesuatu hal yang TAK KASAT MATA
* bicara tentang agnostisisme, bicara tentang skeptis, membuat aku berpikir sangat keras tentang 'tak kasat mata'... pertanyaan2 ini masih terlalu banyak ** ato' sepertinya aku lupa untuk bersyukur saat sedang sehat?
Selasa, November 14, 2006
Catatan Waktu Kecil
kalau ia bersedih dan dadanya sesak
ia selalu lari ke lapangan depan rumah
duduk dibawah pohon turi, memandang langit
yang teduh, yang biru...
membayangkan ada istana bernama surga
dan taman yang tak berisi kedukaan,
seperti yang pernah diceritakan nenek
ia terus saja memandang langit
sampai mengantuk
dan lupa...
itu sebabnya kenapa ia begitu mencintai warna biru
ia selalu lari ke lapangan depan rumah
duduk dibawah pohon turi, memandang langit
yang teduh, yang biru...
membayangkan ada istana bernama surga
dan taman yang tak berisi kedukaan,
seperti yang pernah diceritakan nenek
ia terus saja memandang langit
sampai mengantuk
dan lupa...
itu sebabnya kenapa ia begitu mencintai warna biru
Selasa, November 07, 2006
KTP dan Bali blast
petugas : kenapa anda nga' bawa KTP?wisatawan : iyak pak, belom jadi *alesyan* jadi saya cuman bawa SIM aja' datang ke pulau bali...
petugas : coba kamu liat di dinding itu, disitu khan sudah ada pasal yang mewajibkan pengunjung pulau bali membawa KTP!
wisatawan : lah pak, SIM khan juga identitas?
petugas : iyak, tapi ini kahn berbeda!
wisatawan : beda gundulmu pak! *dalam hati :p - lalu si wisatawan domestik itu membuka dompet lagi sambil mencari KTP yg sudah kadaluwarsa, aha! ketemu!*
wisatawan : ini pak, KTP saya yg lama...
*terlihat seorang wartawan amatir mengabadikan kejadian ini -membayangkan bakal masuk detik.com :p- setelah beberapa kali si petugas mengintrograsi si wisatawan, menayakan tujuan datang ke bali?, berapa lama di bali?, berapa jumlah rombongan?, dll, dll, etc... fyuhh*
petugas : ya sudah, kamu saya ijinkan melanjutkan perjalanan...
wisatawan : *dalam hati* untung bapak mengijinkan saya melanjutkan perjalanan, kalo nga, saya pasti sudah memicu tombol detonator bom jaket yang saya pake ini...
" BOOOMMM!!!!!!..."

PESAN POSTINGAN INI: kalo ke bali jgn lupa bawa KTP yak, kalo mau menikmati indahnya pulau bali-ku ini...
*apa?? pulau bali-ku? wong mo' mudik ajah dicegat petugas kok, wew* :p
Selasa, Oktober 10, 2006
tagihan
pernah nga' berpikir tentang seberapa banyak tagihan tagihan yang tiba2 sekonyong koder singgah di atas meja kerja kita, lalu menyadarinya bahwa cara cara bijak yg kita gunakan untuk me-lunasi-nya adalah bentuk lain dari sosok kita yang sesungguhnya untuk mencoba menjadi lebih dewasa... *dan bukan dengan mengosok kartu kredit ato' mengeluarkan atm milik orang tua, dan lembaran kertas yang keluar membuat kehidupan kita menjadi baek baek saja...*
pernahkah selintas terpikir, bahwa bagaimana cara kita menyelesaikan masalah yang datang itu adalah bentuk lain dari seberapa tinggi level kedewasaan yg kita punya...
kalo' mencaci itu bisa sedikit menenangkan dan sekaligus menunjukan begitu nestapa-nya kita saat mengacungkan jari-tengah sambil berkata "damn!" dan membuat orang lain berpikir "ah kamu ternyata belom dewasa..." yup! maka terimalah stempel tepat di jidatmu dari orang lain yg menilai prilaku ke-tidak-dewasa-an kamu itu...
jadi marilah kita belajar melunasi semua tagihan tagihan yg mendatangi meja kerja kita dengan penuh semangat dan suka cita, bahkan meski sambil sesekali berkata dalam hati... "...uffhh DAMN!!"
* menyadari bahwa aku ini ternyata masih manusia-biasa-yang-kadang-juga-bisa-lupa...
** jadi inget pesen papi andhi, dewasa itu adalah bagaimana cara kamu melunasi semua tagihan tagihan yg singgah di mejamu, dan kedewasaanmu itu di lihat dari bagaimana cara kamu menyelesaikan semua masalah2 yang tiba tiba datang itu...
*** lagi sungkan nagih, tapi kok aku gampang sekali di tagih yo?? (kadang urip iki pancen nga' adil kok...)
pernahkah selintas terpikir, bahwa bagaimana cara kita menyelesaikan masalah yang datang itu adalah bentuk lain dari seberapa tinggi level kedewasaan yg kita punya...
kalo' mencaci itu bisa sedikit menenangkan dan sekaligus menunjukan begitu nestapa-nya kita saat mengacungkan jari-tengah sambil berkata "damn!" dan membuat orang lain berpikir "ah kamu ternyata belom dewasa..." yup! maka terimalah stempel tepat di jidatmu dari orang lain yg menilai prilaku ke-tidak-dewasa-an kamu itu...
jadi marilah kita belajar melunasi semua tagihan tagihan yg mendatangi meja kerja kita dengan penuh semangat dan suka cita, bahkan meski sambil sesekali berkata dalam hati... "...uffhh DAMN!!"
* menyadari bahwa aku ini ternyata masih manusia-biasa-yang-kadang-juga-bisa-lupa...
** jadi inget pesen papi andhi, dewasa itu adalah bagaimana cara kamu melunasi semua tagihan tagihan yg singgah di mejamu, dan kedewasaanmu itu di lihat dari bagaimana cara kamu menyelesaikan semua masalah2 yang tiba tiba datang itu...
*** lagi sungkan nagih, tapi kok aku gampang sekali di tagih yo?? (kadang urip iki pancen nga' adil kok...)
Sabtu, September 23, 2006
Dongeng Negeri Empat Musim
by "D" - "D" Saturday, Sep 23 2006, 5:01pm
- address: - phone: -
Ada empat musim di negeri itu...
Pertama, musim berdusta,
Kedua musim berjanji,
Ketiga musim berpura-pura,
Keempat musim lupa.
Sebaiknya kau datang ke sana,
sebagai pelancong saja, cari hiburan.
Dan jangan lupa, kalau pulang nanti bawalah oleh-oleh topeng yang paling manis nyengirnya.
Soalnya itulah cindera mata yang selalu tersedia,
sepanjang tahun di negeri itu.
Tak peduli apapun musimnya.
* diambil dari komentar ke-dua-dari-bawah-di-URL ini...
*pas lagi minum kopi, sambil diem sendiri dari sudut meja kompi, membaca komentar yang penuh antipati, caci maki, empati, sesekali aku berpikir, dan pengen sekali bertanya... "siapa yang merasa paling dekat dengan Tuhan, angkat tangan!"
** tapi yang pasti, sebentar lagi musim puasa, selamat menjalankan ibadah puasa buat kalian semua, puasa di hati, puasa di jiwa...
jalanan kampus jember pasti rame, mulai kolak pisang sampe' coctail nata de coco campur rumput laut pasti ada... jalanan kampus kemaren sore, masih jalan yg itu itu juga... hmmm, aku sedikit mengingatnya...
- address: - phone: -
Ada empat musim di negeri itu...
Pertama, musim berdusta,
Kedua musim berjanji,
Ketiga musim berpura-pura,
Keempat musim lupa.
Sebaiknya kau datang ke sana,
sebagai pelancong saja, cari hiburan.
Dan jangan lupa, kalau pulang nanti bawalah oleh-oleh topeng yang paling manis nyengirnya.
Soalnya itulah cindera mata yang selalu tersedia,
sepanjang tahun di negeri itu.
Tak peduli apapun musimnya.
* diambil dari komentar ke-dua-dari-bawah-di-URL ini...
*pas lagi minum kopi, sambil diem sendiri dari sudut meja kompi, membaca komentar yang penuh antipati, caci maki, empati, sesekali aku berpikir, dan pengen sekali bertanya... "siapa yang merasa paling dekat dengan Tuhan, angkat tangan!"
** tapi yang pasti, sebentar lagi musim puasa, selamat menjalankan ibadah puasa buat kalian semua, puasa di hati, puasa di jiwa...
jalanan kampus jember pasti rame, mulai kolak pisang sampe' coctail nata de coco campur rumput laut pasti ada... jalanan kampus kemaren sore, masih jalan yg itu itu juga... hmmm, aku sedikit mengingatnya...
Senin, Juli 31, 2006
drama
tas merah sisa perjuangan waktu jaman masih-jadi-ilmuwan itu masih ada di dekapanku saat hujan turun rintik rintik, udara sore ini di bandung sedikit mendung, tas merah yang dulunya berisi jas lab, buku tebal, dan catatan pinjaman kini di dalamnya berisi tabung printer laser yang baru saja aku isi di BEC, aku harus usahakan jangan sampe' basah
hujan sepertinya tidak bisa di tembus, semakin deras, mungkin untuk sementara berteduh di depan gedung megah yang penuh barang elektronik ini jadi solusi yg baek, menghabiskan sedikit waktu untuk berteduh menunggu hujan reda dengan digital player di saku jaket sepertinya bisa sedkit menghilangkan kebosanan sore ini, aku bukanlah yang satu satunya berteduh di depan gedung megah ini, karena di kiri-kanan ku tampak pengunjung BEC yang sepertinya tidak sabar menunggu hujan reda, terlihat jelas dari raut dimukanya
tampak berlarian para penjaja ojek payung yang menawarkan jasa sewa payung kepada para pengunjung BEC yang ingin menembus hujan sore ini, mayoritas usianya masih anak anak sekolah, dengan baju yang basah dan terlihat mereka mengigil kedinginan, ya bandung sore ini memang menjadi lebih dingin di tambah hujan di akhir bulan juli ini
terlihat juga ada beberapa orang yang menyepakati harga sewa payung lalu bergegas pergi dgn di iringi langkah kecil si pemilik payung, mengekor di belakang si penyewa, kehujanan, mengigil kedinginan...
kalo dulu aku kecil saat di kampung, bunda selalu marah saat tau ada anak-anak nya yang bermain air hujan sambil bersorak sorak bisa berbasah basahan dengan teman sepermainannya, masih ingat dulu, untuk bisa bermain air hujan aku dan bro Q harus mengendap endap keluar rumah agar bunda tidak memergoki kami bermain air hujan, "...nanti bisa sakit kamu!" kata bunda, yang repot pasti bunda juga kalo anak anaknya demam ato' pilek karena air hujan... ingatan yang masih sangat manis
hujan belum juga reda... mengamati para ojek payung itu berlarian di belakang penyewa payungnya, sedikit membuatku berpikir, kenapa si penyewa tidak mengajak anak si pemilik payung itu berpayung dan berjalan bersama menembus hujan? kenapa membiarkan mereka mengikuti dari belakang dan basah kuyup kehujanan? kenapa para penyewa payung itu tidak seperti bunda dan berkata "jangan hujan hujanan, nanti kamu sakit..." ah, cuma pikiran yg mengada ada mungkin, tapi sorot mata berbinar anak anak si pemilik payung saat ada seseorang yang menyewa jasa payungnya membuatku berpikir lain, mereka ternyata cukup bahagia, cukup bahagia karena tidak terlalu banyak ambil pusing di drama kehidupannya di tengah hujan sore ini, mungkin...
mungkin setelah hujan reda, ada beberapa lembar uang ribuan yang bisa di bawa pulang oleh anak anak ojek payung itu, sambil bersorak, " bunda aku dapat duit dari air hujan..."
belum usai juga lamunanku tentang ojek payung saat tiba tiba seorang satpam yang membawa detektor logam, menegur semua pengunjung -termasuk aku untuk- tidak duduk di depan gedung BEC ini, amat-sangat mengesalkan, memang apa ruginya kalo' para pengunjung duduk di pelantaran sambil menunggu hujan reda? apa bangunan gedung ini akan roboh? apa omset penjualan barang elektronik akan turun? ato' mungkin kami yang berteduh bisa merusak pemandangan alam? bah!
ah, nasibku sore ini ternyata tidak sama dengan penjual sayur di depan proxy setiap pagi, dan satpam pembawa detektor logam tidak bisa disamakan dengan para proxy crew yang rata rata memang baek hati
lalu, hujan mulai sedikit reda.. aku menembusnya untuk membeli satu pak rokok yang aku pikir bisa mendramatisir gerimis hujan sore ini, dan bergegas menuju pelantaran parkir untuk menyalakan mesin d'vLa, bergegas aku balik pulang dengan kecepatan rendah berharap rintik hujan sore ini bisa sedikit menyapu raut wajahku yang terlalu banyak rekaman drama di setiap guratanya... digital player yang menyumpal gendang telinga masih mengalun, sore ini bandung terlihat bersih, kadang aku berpikir kota ini terlalu menyenangkan untuk ditinggalkan
nah loh, drama lagi khan?
ah, DRAMA! DRAMA! DRAMA!
hujan sepertinya tidak bisa di tembus, semakin deras, mungkin untuk sementara berteduh di depan gedung megah yang penuh barang elektronik ini jadi solusi yg baek, menghabiskan sedikit waktu untuk berteduh menunggu hujan reda dengan digital player di saku jaket sepertinya bisa sedkit menghilangkan kebosanan sore ini, aku bukanlah yang satu satunya berteduh di depan gedung megah ini, karena di kiri-kanan ku tampak pengunjung BEC yang sepertinya tidak sabar menunggu hujan reda, terlihat jelas dari raut dimukanya
tampak berlarian para penjaja ojek payung yang menawarkan jasa sewa payung kepada para pengunjung BEC yang ingin menembus hujan sore ini, mayoritas usianya masih anak anak sekolah, dengan baju yang basah dan terlihat mereka mengigil kedinginan, ya bandung sore ini memang menjadi lebih dingin di tambah hujan di akhir bulan juli ini
terlihat juga ada beberapa orang yang menyepakati harga sewa payung lalu bergegas pergi dgn di iringi langkah kecil si pemilik payung, mengekor di belakang si penyewa, kehujanan, mengigil kedinginan...
kalo dulu aku kecil saat di kampung, bunda selalu marah saat tau ada anak-anak nya yang bermain air hujan sambil bersorak sorak bisa berbasah basahan dengan teman sepermainannya, masih ingat dulu, untuk bisa bermain air hujan aku dan bro Q harus mengendap endap keluar rumah agar bunda tidak memergoki kami bermain air hujan, "...nanti bisa sakit kamu!" kata bunda, yang repot pasti bunda juga kalo anak anaknya demam ato' pilek karena air hujan... ingatan yang masih sangat manis
hujan belum juga reda... mengamati para ojek payung itu berlarian di belakang penyewa payungnya, sedikit membuatku berpikir, kenapa si penyewa tidak mengajak anak si pemilik payung itu berpayung dan berjalan bersama menembus hujan? kenapa membiarkan mereka mengikuti dari belakang dan basah kuyup kehujanan? kenapa para penyewa payung itu tidak seperti bunda dan berkata "jangan hujan hujanan, nanti kamu sakit..." ah, cuma pikiran yg mengada ada mungkin, tapi sorot mata berbinar anak anak si pemilik payung saat ada seseorang yang menyewa jasa payungnya membuatku berpikir lain, mereka ternyata cukup bahagia, cukup bahagia karena tidak terlalu banyak ambil pusing di drama kehidupannya di tengah hujan sore ini, mungkin...
mungkin setelah hujan reda, ada beberapa lembar uang ribuan yang bisa di bawa pulang oleh anak anak ojek payung itu, sambil bersorak, " bunda aku dapat duit dari air hujan..."
belum usai juga lamunanku tentang ojek payung saat tiba tiba seorang satpam yang membawa detektor logam, menegur semua pengunjung -termasuk aku untuk- tidak duduk di depan gedung BEC ini, amat-sangat mengesalkan, memang apa ruginya kalo' para pengunjung duduk di pelantaran sambil menunggu hujan reda? apa bangunan gedung ini akan roboh? apa omset penjualan barang elektronik akan turun? ato' mungkin kami yang berteduh bisa merusak pemandangan alam? bah!
ah, nasibku sore ini ternyata tidak sama dengan penjual sayur di depan proxy setiap pagi, dan satpam pembawa detektor logam tidak bisa disamakan dengan para proxy crew yang rata rata memang baek hati
lalu, hujan mulai sedikit reda.. aku menembusnya untuk membeli satu pak rokok yang aku pikir bisa mendramatisir gerimis hujan sore ini, dan bergegas menuju pelantaran parkir untuk menyalakan mesin d'vLa, bergegas aku balik pulang dengan kecepatan rendah berharap rintik hujan sore ini bisa sedikit menyapu raut wajahku yang terlalu banyak rekaman drama di setiap guratanya... digital player yang menyumpal gendang telinga masih mengalun, sore ini bandung terlihat bersih, kadang aku berpikir kota ini terlalu menyenangkan untuk ditinggalkan
nah loh, drama lagi khan?
ah, DRAMA! DRAMA! DRAMA!
Senin, Juli 24, 2006
singaraja
saat aku mencari tau tentang gempa kemaren di singaraja ternyata meninggalkan cerita gempa di desa seririt, singaraja tahun 1979 - - - -
berita berita yang aku search di google ini juga yang membawa aku menuju URL "Djlantik" *koyok jenenge manuk wae yo? :p*
nama ini punya sejarah yang panjang rupanya, nama wayah -kakek- di bali juga Djlantik, nama ini merupakan nama belakang seorang patih dari kerajaan buleleng, sebuah kerajaan yang berasal dari desa tempat dulu aku kecil mak-bejundul dengan-sangat-lutju-sekali :p
dan dari URL itu juga aku baru tau hubungan antara singaraja dan singapura...
ternyata Sir Stamford Raffles seorang sejarawan dan budayawan Inggris yang pernah menjabat Gubernur Jendral di Jawa (1811) yang terkenal sebagai pendiri kota dan negara singapura pernah ada keinginan untuk membangun kota singapura di buleleng
mbah Raffles adalah seorang bule inggris yang menyukai keindahan alam dan budaya pulau bali setelah sempat mengunjungi pulau mungil ini di tahun 1811. lalu mbah raffles datang lagi ke bulelelng untuk mengajak kerja sama mbah gusti gede karang membangun kota pelabuhan dengan nama singapura
rupanya mbah raffles tergiur melihat ramainya pelabuhan buleleng dengan lokasi yang dilihatnya sangat strategis di antara kepulauan nusantara. memang buleleng jaman itu sedang jayanya dari hasil monopoli candu dan penjualan budak. *aarrghhtt! memalukan!* raja buleleng, mbah i gusti gde karang rupanya tertarik namun tidak bisa dilaksanakan, karena mbah raffles sendiri sangat menentang penjualan budak. diantara cinta dan dendam *halah!* pada tahun 1814, mbah raffles membawa kapal perang inggris ke buleleng, namun tidak terjadi pertempuran.
pada malam hari, rabu, 24 Nopember 1815 terjadi musibah bencana alam di buleleng. Beberapa desa tertimbun lumpur dengan penghuninya, ada yang hanyut kearah laut bersama penduduknya.
karena kecewa tidak bisa mengembangkan kota pelabuhan di pulau bali, si mbah raffles mengembangkan kota (pelabuhan) singapura tahun 1819. sedangkan di buleleng berkembang kota yang bernama singaraja bukan singapura
setelah itu mbah i gusti gde karang membuka lahan dan membangun istana baru, terletak di sebelah Barat jalan, berseberangan jalan dengan puri buleleng yang dibangun mbah ki gusti pandji sakti, kakek buyutnya si mbah i gusti ketut jlantik
...dan istana yang baru di bangun ini di beri nama singaraja cikal bakal dari kota tempat panglima perang dwipayana dilahirkan ')
berita berita yang aku search di google ini juga yang membawa aku menuju URL "Djlantik" *koyok jenenge manuk wae yo? :p*
nama ini punya sejarah yang panjang rupanya, nama wayah -kakek- di bali juga Djlantik, nama ini merupakan nama belakang seorang patih dari kerajaan buleleng, sebuah kerajaan yang berasal dari desa tempat dulu aku kecil mak-bejundul dengan-sangat-lutju-sekali :p
dan dari URL itu juga aku baru tau hubungan antara singaraja dan singapura...
ternyata Sir Stamford Raffles seorang sejarawan dan budayawan Inggris yang pernah menjabat Gubernur Jendral di Jawa (1811) yang terkenal sebagai pendiri kota dan negara singapura pernah ada keinginan untuk membangun kota singapura di buleleng
mbah Raffles adalah seorang bule inggris yang menyukai keindahan alam dan budaya pulau bali setelah sempat mengunjungi pulau mungil ini di tahun 1811. lalu mbah raffles datang lagi ke bulelelng untuk mengajak kerja sama mbah gusti gede karang membangun kota pelabuhan dengan nama singapura
rupanya mbah raffles tergiur melihat ramainya pelabuhan buleleng dengan lokasi yang dilihatnya sangat strategis di antara kepulauan nusantara. memang buleleng jaman itu sedang jayanya dari hasil monopoli candu dan penjualan budak. *aarrghhtt! memalukan!* raja buleleng, mbah i gusti gde karang rupanya tertarik namun tidak bisa dilaksanakan, karena mbah raffles sendiri sangat menentang penjualan budak. diantara cinta dan dendam *halah!* pada tahun 1814, mbah raffles membawa kapal perang inggris ke buleleng, namun tidak terjadi pertempuran.
pada malam hari, rabu, 24 Nopember 1815 terjadi musibah bencana alam di buleleng. Beberapa desa tertimbun lumpur dengan penghuninya, ada yang hanyut kearah laut bersama penduduknya.
karena kecewa tidak bisa mengembangkan kota pelabuhan di pulau bali, si mbah raffles mengembangkan kota (pelabuhan) singapura tahun 1819. sedangkan di buleleng berkembang kota yang bernama singaraja bukan singapura
setelah itu mbah i gusti gde karang membuka lahan dan membangun istana baru, terletak di sebelah Barat jalan, berseberangan jalan dengan puri buleleng yang dibangun mbah ki gusti pandji sakti, kakek buyutnya si mbah i gusti ketut jlantik
...dan istana yang baru di bangun ini di beri nama singaraja cikal bakal dari kota tempat panglima perang dwipayana dilahirkan ')
Rabu, Juli 19, 2006
jejak yang serius*
ombak yang datang dan yang pergi di bibir bibir pantai itu memang selalu saja menghapus jejak kaki yang terekam di kecilnya butir putih pasir pasir pantai
dan ada lagi jejak yang berbeda, lalu terhapus lagi, dan lagi, dan lagi, mungkin ini yang namanya ber-proses, butuh waktu yang panjang ternyata, jejak yang dalam atau tidak itu sama saja, karena riak riak ombak yang menyentuh dan menghapusnya akan tetap melakukan hal yang sama...
jejak di putih butir butir pantai ini mungkin akan cepat menghilang sebelum aku sempat menoleh ke belakang, jejak yang terhapus di pasang surut nya air laut
berharap jejak kaki ini akan terus memanjang sampai bibir pantai ter-ujung, karena mungkin saja di sana riak ombaknya lebih tenang, yang tidak akan cepat menghapusnya dengan sekali deburan
- - - -
seperti ada yang agak berbeda hari ini, mencoba mengingat ingat mungkin ada sesuatu yang hilang
humm, sepertinya tidak, tidak ada yang hilang, cuma mungkin ada yang kurang saja...
* :-? judul yang aneh...
dan ada lagi jejak yang berbeda, lalu terhapus lagi, dan lagi, dan lagi, mungkin ini yang namanya ber-proses, butuh waktu yang panjang ternyata, jejak yang dalam atau tidak itu sama saja, karena riak riak ombak yang menyentuh dan menghapusnya akan tetap melakukan hal yang sama...
jejak di putih butir butir pantai ini mungkin akan cepat menghilang sebelum aku sempat menoleh ke belakang, jejak yang terhapus di pasang surut nya air laut
berharap jejak kaki ini akan terus memanjang sampai bibir pantai ter-ujung, karena mungkin saja di sana riak ombaknya lebih tenang, yang tidak akan cepat menghapusnya dengan sekali deburan
" hai de', serius-lah sedikit dengan hidupmu!" kata bro Q kemaren sore
" ufffhhh... kamu ajah yang terlalu serius, sampe' kebanyakan ngelamun..."
" ufffhhh... kamu ajah yang terlalu serius, sampe' kebanyakan ngelamun..."
- - - -
seperti ada yang agak berbeda hari ini, mencoba mengingat ingat mungkin ada sesuatu yang hilang
humm, sepertinya tidak, tidak ada yang hilang, cuma mungkin ada yang kurang saja...
* :-? judul yang aneh...
Sabtu, Juli 01, 2006
zoom
Google's No More!"Aku tidak butuh server google untuk mengawasi tingkah laku-mu dan mencatat semua kejahatanmu..." kata-Nya di suatu malam yang dingin itu...
dan aku selalu berharap
semoga dengung-an itu selalu menggangguku, dan percaya semoga selalu ada yang mengawasiku, dalam bertingkah, dalam berpikir...
kamu tau kenapa?
agar aku selalu ingat, dan berusaha jadi anak yang baek, yang selalu bisa bersikap manis, selalu bersikap yang menyenangkan buat orang di sekitarku...
"amieen..." *terdengar kompak suara bersahutan dari kejauhan 'p
tapi...
arrgght, bedebah! kenapa juga desa-megapolitan-jember-ku-yang-indah-lestari-damai- tentram-sentosa-tata-raharja-bersahaja-dan-penuh-pesona tidak ke-detect dengan jelas dari kotak sabun ini? hah? ada yg bisa mbantu? apa staff google kalo' kerja males malesan yak? :D harusnya aku bisa merhati'in bunda saat nyiram bunga di halaman rumah dari kotak sabun yang super lemot ini...
arrgght, bedebah! kenapa juga desa-megapolitan-jember-ku-yang-indah-lestari-damai- tentram-sentosa-tata-raharja-bersahaja-dan-penuh-pesona tidak ke-detect dengan jelas dari kotak sabun ini? hah? ada yg bisa mbantu? apa staff google kalo' kerja males malesan yak? :D harusnya aku bisa merhati'in bunda saat nyiram bunga di halaman rumah dari kotak sabun yang super lemot ini...
NB : *pesan ini buat para staff google* kalian aku kasih waktu 2 X 24 jam untuk meng-up-date google earth agar desa-megapolitan-jember-ku-yang-indah-lestari-damai-tentram-sentosa-tata-raharja-bersahaja- dan-penuh-pesona bisa terlihat jelas dari tempat aku duduk ini... 'p
- - - -
http://deepbluesomething.multiply.com/photos/album/21
Minggu, Juni 18, 2006
jember dan minggu pagi ini
ini seperti sejenak kita meletakan ke-ambigu-an dan optimis untuk terus bertaruh ya brother' Q ?
ini seperti bagaimana kita begitu percaya diri untuk tetap memilih yang terbaik bahkan dengan kain hitam yang menutup kelopak mata dan kapas yang menyumpal gendang telingamu sekalipun
ini seperti ajang perjudian, dimana kita harus tetap bertaruh dan terus bertaruh, sama seperti saat sekeping demi sekeping logam emas-mu terus saja kau lempar ke atas meja judi kehidupanmu itu
ini sama seperti ada saat kamu petik satu-demi-satu kelopak bunga matahari sambil terus saja kamu lirih berhitung tentang ganjil-genap-ganjil-genap-ganjil-genap-ganjil-genap... dan seterusnya... dan seterusnya...
pagi ini sama seperti saat dirimu bertaruh dengan optimis, sampai saat keping logam emas terakhirmu tandas, bahkan mungkin diri kamu sendiri yang harus kamu letakan diatas meja judi...
*huahaha... ulah melang, ulah hariwang... congrat kakanda webmaster, ketidak hadiranku pagi ini tidak akan mengurangi laju detak jantungmu kok, i'm still on your f%#k!n' back, matter of fact...
*tapi ini seperti hitungan mundur buatku bro'Q, karena sebentar lagi bunda pasti akan melirikku... uuuffh...
ini seperti bagaimana kita begitu percaya diri untuk tetap memilih yang terbaik bahkan dengan kain hitam yang menutup kelopak mata dan kapas yang menyumpal gendang telingamu sekalipun
ini seperti ajang perjudian, dimana kita harus tetap bertaruh dan terus bertaruh, sama seperti saat sekeping demi sekeping logam emas-mu terus saja kau lempar ke atas meja judi kehidupanmu itu
ini sama seperti ada saat kamu petik satu-demi-satu kelopak bunga matahari sambil terus saja kamu lirih berhitung tentang ganjil-genap-ganjil-genap-ganjil-genap-ganjil-genap... dan seterusnya... dan seterusnya...
pagi ini sama seperti saat dirimu bertaruh dengan optimis, sampai saat keping logam emas terakhirmu tandas, bahkan mungkin diri kamu sendiri yang harus kamu letakan diatas meja judi...
...begitu ya bro' Q ??
*huahaha... ulah melang, ulah hariwang... congrat kakanda webmaster, ketidak hadiranku pagi ini tidak akan mengurangi laju detak jantungmu kok, i'm still on your f%#k!n' back, matter of fact...
*tapi ini seperti hitungan mundur buatku bro'Q, karena sebentar lagi bunda pasti akan melirikku... uuuffh...
*.mp3 >> Naha Salah - doel Sumbang
*mbuh, awakku dewe ora ngerti lirik lagu sundo iki artine opo... ^^
*mbuh, awakku dewe ora ngerti lirik lagu sundo iki artine opo... ^^
Jumat, Juni 16, 2006
saga
lalu apa yang dunia butuhkan dari semua ke-ingin-tahu-an-mu itu?
keringat dan air mata yang menetes dari semua pertanyaan yang belum tentu juga bisa kamu dapatkan jawabannya? ato' bisikan bisikan tolol yang belum tentu benar itu?
kejujuran cuma ada di dalam hati, selama aku masih bisa bicara, aku masih bisa berbohong, aku juga masih bisa menipu, bisa terlihat samar di kedalaman pupilmu itu, pupilku, pupilnya, pupil mereka...
masihkah kita berharap untuk terus bisa bersembunyi di balik muka plastik kenyal ini
lalu apa yang dunia butuhkan dari semua ke-ingin-tahu-an-mu itu?
sedikit aku masih bisa mengerti, lepas dari paham, kenapa bisnis info gosip kacang goreng murahan bisa laris manis di balik lensa televisi itu, meski sadar hal itu sedikit banyak tidak juga berpengaruh bagi kehidupanmu, kehidupanku, b u k a n u r u s a n k u . . .
pertanyaan membukit seperti tumpukan sampah busuk berbulan bulan di ujung jalan itu? ato' seperti mengalir derasnya air matamu, seperti begitu mengalir derasnya sumpah serapahku ke segala sudut sudut ruangan ini? seperti begitu banyaknya rahasia pertanyaan di halaman belakang agenda catatanmu itu?
pertanyaan yang berlebih itu cuma akan menghabiskan energiku, energimu, seperti lubang yang gelap, tanpa cahaya lilin, seperti lubang yang tanpa dasar, melelahkan pasti
ada yang bilang, "pikiran yang besar membicarakan ide, pikiran yang rata rata mebicarakan kejadian, dan pikiran yang kerdil membicarakan orang orang..." aku sepakat dengan ini
menunjukku tepat ke bola mataku, dengan satu ujung jarimu itu hanya akan mengarahkan ujung ujung jari kamu yang lain ke arah wajahmu
lalu apa yang dunia butuhkan dari semua ke-ingin-tahu-an-mu itu?
mungkinkah sebanyak jatuhnya butir air matamu itu?
mata yang sama, air mata yang sama, mata yang itu itu juga
air mata yang bergemericik dari bening mata merah saga
matamu, mataku, mata merah saga...
keringat dan air mata yang menetes dari semua pertanyaan yang belum tentu juga bisa kamu dapatkan jawabannya? ato' bisikan bisikan tolol yang belum tentu benar itu?
kejujuran cuma ada di dalam hati, selama aku masih bisa bicara, aku masih bisa berbohong, aku juga masih bisa menipu, bisa terlihat samar di kedalaman pupilmu itu, pupilku, pupilnya, pupil mereka...
masihkah kita berharap untuk terus bisa bersembunyi di balik muka plastik kenyal ini
lalu apa yang dunia butuhkan dari semua ke-ingin-tahu-an-mu itu?
sedikit aku masih bisa mengerti, lepas dari paham, kenapa bisnis info gosip kacang goreng murahan bisa laris manis di balik lensa televisi itu, meski sadar hal itu sedikit banyak tidak juga berpengaruh bagi kehidupanmu, kehidupanku, b u k a n u r u s a n k u . . .
pertanyaan membukit seperti tumpukan sampah busuk berbulan bulan di ujung jalan itu? ato' seperti mengalir derasnya air matamu, seperti begitu mengalir derasnya sumpah serapahku ke segala sudut sudut ruangan ini? seperti begitu banyaknya rahasia pertanyaan di halaman belakang agenda catatanmu itu?
pertanyaan yang berlebih itu cuma akan menghabiskan energiku, energimu, seperti lubang yang gelap, tanpa cahaya lilin, seperti lubang yang tanpa dasar, melelahkan pasti
ada yang bilang, "pikiran yang besar membicarakan ide, pikiran yang rata rata mebicarakan kejadian, dan pikiran yang kerdil membicarakan orang orang..." aku sepakat dengan ini
menunjukku tepat ke bola mataku, dengan satu ujung jarimu itu hanya akan mengarahkan ujung ujung jari kamu yang lain ke arah wajahmu
lalu apa yang dunia butuhkan dari semua ke-ingin-tahu-an-mu itu?
jawaban?
jawaban yang mana?
jawaban yang seperti apa?
jawaban yang benar?
yang benar bagi siapa?
bagi orang banyak?
sebanyak apa?
sebanyak 2? 3? 7? 100?
ah...
mungkinkah sebanyak jatuhnya butir air matamu itu?
mata yang sama, air mata yang sama, mata yang itu itu juga
air mata yang bergemericik dari bening mata merah saga
matamu, mataku, mata merah saga...
Sabtu, Juni 03, 2006
easy
know it sounds funny but i just can't stand the pain
girl i'm leaving you tomorrow
seems to me girl you know i've done all I can
you see i begged, stole and I borrowed
yeah...
that's why i'm easy
i'm easy like sunday morning
that's why i'm easy
i'm easy like sunday morning
i wanna be high
soo high
i wanna be free to know the things i do are right
i wanna be free
just me
Oh baby
that's why i'm easy
i'm easy like sunday morning
- - - - - -
*.mp3 >> easy [ release, 1993 by faith no more ] +++ origynal hit single by The Commodores, lead singer Lionel Richie, 1977
"...dulu kalo bangun tidur pagi hari, pasti yg kedengeran suara ribut para penghuni rumah kayak badai untuk rebutan mandi karena kita musti berangkat sekolah, bunda yang mesti berangkat pagi pagi ke kantor plus harus nyediain sarapan pagi buat ransum anak anaknya, jeritan ade ade yang cuman 2 orang tapi ramenya seperti satu batalion pasukan berkuda, dan seingatku lagu lagu seperti ini sering mengalun di pagi hari dari tape kompo kecil di meja kerja papi andhi, cuman papi andhi yang tidak terpengaruh aktipitas pagi yang pikuk, emang enak jadi wiraswasta... ^^ "
di planet ini memang nga' ada yg lebih merdu dari suara perintah bunda di pagi hari...
*hehe
girl i'm leaving you tomorrow
seems to me girl you know i've done all I can
you see i begged, stole and I borrowed
yeah...
that's why i'm easy
i'm easy like sunday morning
that's why i'm easy
i'm easy like sunday morning
i wanna be high
soo high
i wanna be free to know the things i do are right
i wanna be free
just me
Oh baby
that's why i'm easy
i'm easy like sunday morning
- - - - - -
*.mp3 >> easy [ release, 1993 by faith no more ] +++ origynal hit single by The Commodores, lead singer Lionel Richie, 1977
"...dulu kalo bangun tidur pagi hari, pasti yg kedengeran suara ribut para penghuni rumah kayak badai untuk rebutan mandi karena kita musti berangkat sekolah, bunda yang mesti berangkat pagi pagi ke kantor plus harus nyediain sarapan pagi buat ransum anak anaknya, jeritan ade ade yang cuman 2 orang tapi ramenya seperti satu batalion pasukan berkuda, dan seingatku lagu lagu seperti ini sering mengalun di pagi hari dari tape kompo kecil di meja kerja papi andhi, cuman papi andhi yang tidak terpengaruh aktipitas pagi yang pikuk, emang enak jadi wiraswasta... ^^ "
hayuuuuh kikiiik, eyhiick, dessy, dewiiii....
banguuuunn cepeeettt!!! sudaaahh siaaanng!!
gantiaaaannn mandinyaaa!!!"
banguuuunn cepeeettt!!! sudaaahh siaaanng!!
gantiaaaannn mandinyaaa!!!"
di planet ini memang nga' ada yg lebih merdu dari suara perintah bunda di pagi hari...
*hehe
Senin, Mei 29, 2006
peternakan pakem, 28 mei
*sambil menyodorkan segelas kapucino panas pada niNno...
"eh ndesz? bangun nNo, niNno... temani aku sebentar, ini ada secangkir kapucino panas bikinanku, jarang jarang aku baek hati mau bikin minuman buat kamu..."
"eh ndesz? bangun nNo, niNno... temani aku sebentar, ini ada secangkir kapucino panas bikinanku, jarang jarang aku baek hati mau bikin minuman buat kamu..."
tadi siang teman kita si pheche menikah Nno, tapi kok ya sempat sempatnya dia bikin tulisan di depan rumahnya "SELAMAT TINGGAL MASA REMAJA" ...sms singkat dari adekku di desa, tadi siang, bikin aku garuk garuk kepalaku yg bebas ketombe ini *bukankah kita bertiga di kutuk untuk selalu remaja ya Nno? :p ...sedikit aku membayangkan si pheche menempelkan tulisan itu sambil membaca puisi diiringin denting nada gitar dan mata yang berkaca kaca haru biru dgn semua tumpukan puisi hasil karangan kilat tadi malam *huahahahaha-
begini nNo, bantu aku untuk membuat permintaan singkat buat tuhan di atas sana agar pernikahan sakral siang tadi selalu langgeng dan si pheche, juga keluarganya tetep sehat dan selalu diberi kemudahan dalam segala hal, posisi kamu lebih dekat dgn surga, jadi kemungkinan di dengar juga lebih besar khan nNo, aku sendiri sadar kok nNo, meski aku ini agak-jarang sembahyang, tapi bukan berarti aku berhenti membantu nenek2 nyeberang jalan, bukan berarti aku berhenti berdoa untuk berharap agar semua keluarga, saudara, dan temanku tetap sehat dan selalu dilindungi oleh Yang Diatas *pembelaan yg jujur ini-
hummm, doanya apa lagi ya nNo...
semoga istrinya bisa selalu menemani si pheche menjadi kapten kapal rumah tangga yang baek, mungkin badai tsunami di laut akan seperti gemericik aer sungai kalo istrinya bisa selalu menemani si pheche itu ya nNo *mungkin loh nNo, aku sendiri -kebetulan sekali- belum pernah mengalami badai tsunami pernikahan* :p
. . . .
kalo ada yg tanya kenapa? pasti aku jawab, saat ini aku belom berjaya, amunisiku belom cukup, biaya bercinta itu mahal *kata si pheche-, lagian aku juga belom keliling endonesa, dan dunia malah :p
kalo ada yg tanya kapan? pasti aku jawab, kalopun aku merencanakan itu matang, pasti tuhan juga yg akan menentukan, jadi kesimpulannya apa kata tuhan ajah, takkan lari gunung di kejar *halah! nga ada kerjaan pake acara ngejar2 gunung kie-
kalo masih saja ada yg ngeyel dan memaksa bertanya, pasti aku tutup dengan "ada kepentingan apa kamu dengan pertanyaan itu?"
SKIP! komunikasi selesei ^^
jadi inget awal dari semua pernikahan manis siang tadi, sedikit kembali ke tahun kemaren, saat suatu malam aku dan pheche merencanakan sebuah ide sederhana "pengen punya peternakan ayam" ...dgn di bantu oleh seorang ahjab, si bibi sang pemilik lahan dan 2 orang tukang kayu untuk bikin kandang dan kenyataan di lapangan mengatakan bahwa trojan avian influensa sedikit banyak mengurangi senyum manis ayam ayam kita di peternakan kecil itu, tapi ini bukan cerita tentang avian influensa, ini bukan tentang senyum manis dari cicit-cuit ayam ayam di peternakan kecil itu, bukan juga seberapa produktif ayam ayam itu bertelur, seberapa gemuk dagingnya, dan seberapa penuh tebaran bulu ayam dan sludge di halaman peternakan itu, ini semua tentang bagaimana pernikahan siang tadi berawal, ini tentang saat seorang pheche memberi makan ayam ayam lucu itu lalu seseorang dgn senyum manisnya melintas di peternakan itu dan si bedebah cupid melesatkan panah amor tepat ke detak jantung si pheche tanpa kesepakatan...
lalu detik waktu seperti melambat, semacam slow motion kalo di pelem matrix ...ini tentang awal bertemunya seseorang yang membuat detak jantung si pheche jadi melambat kadang semakin cepat saat seseorang ini menebarkan senyum dengan sangat manis sekali seperti gula jawa 'p
dan mungkin senyum manis gula jawa itu juga yang memaksa si pheche untuk berlutut di depan si pemiliknya, sambil berkata lirih dan hampir tidak terdengar "maukah kamu menjadi ibu dari anak anakku?"
hummm, ya ya...ini tentang saat kita bertemu dengan orang yang tepat, yg lalu kemudian dia bisa menemani kita untuk waktu yang lama, till death do us part mungkin kata orang sunda...
dan buat kamu che' kalo kamu membaca tulisan ini "tetaplah berkomitmen, meski dulu kamu pernah bilang bahwa kadang semuanya diluar skenario cerita...
ketidak hadiranku tidak akan mengurangi kebahagiaan kalian berdua, dan semoga kebahagiaan selalu menyelimuti jantungmu, aku bersulang buatmu..."
ya wes lah...
istirahat lagi sanah kamu nNo
sampaikan salam hormatku buat para penghuni galaksi...
istirahat lagi sanah kamu nNo
sampaikan salam hormatku buat para penghuni galaksi...
Senin, Mei 22, 2006
taman
aku ingin sedikit bercerita tentang 'taman' yang ada di ingatanku *maap, aku sedang tidak ingin menggunakan kata: kita, karena itu berarti jamak, aku dan kamu, dan saat ini aku sedang tidak ingin mengikut-sertakan siapa siapa 'p sama seperti temen2 di proxy selalu saja bilang " kita! kita! apanya yang kita? aku khan nga ikut ikut?..." *skip!
ada saat aku mengenang sesuatu hal yang bisa membuatku berhenti melakukan aktivitasku sejenak, entah dimana itu aku berada, sejenak saja, seperti bau tanah sehabis hujan tadi sore yang membuat aku memikirkan suasana rumah di desa, yang membuatku harus mengendus menajamkan indera penciumanku ini seperti agen K9 kepolisian :p *guk* juga alunan klasik fur elise punya beethoven yang membuat aku selalu ingat dengan suasana kamar ku di desa, ingatan yang terjadi dengan tiba tiba, *sekonyong konyong koder kata orang jawa 'p ...jadi jangan pernah ditanya, bagaimana bisa bau tanah, alunan musik, dan apa apa saja yang bisa membuat aku pengen diam sejenak ini harus masuk 'deep blue something'
aku yang sedikit banyak hidup dengan kenangan2ku, dengan ingatanku, dan pada saat seperti inilah aku merasa begitu hebatnya sebuah alunan melody, begitu menyengatnya aroma tanah yang basah, hal hal kecil yang sering aku abaikan seperti biasanya, juga pertandingan catur di rumah sebelah yang diadakan oleh warga setempat bisa membuat mata coklat ayah seperti berada di antara langkah bidak bidak catur itu *skak matt! dad...-
aku saat ini yang sedang ingin sedikit bercerita tentang sebuah taman kecil di sudut sudut hatiku *argghht, i dont believe if i wrote this!- aku yang mati-matian mendonlot lagu jadul baheula yang bisa mengingatkan dendangan tralala trilili bunda di desa, meski para hip-hopers di proxy harus menutup telinga karena ini :p *bah nga urus! aku yang harus turun berlahan dari punggung kuda black stallion ku, meletakan pedang exalibur ku, melepas baju besiku dan harus ber-melodramatic cool karena mengingat ingat sesuatu yang dianggap lembut *halah- :p mungkin cuman malam yang bisa membuat aku sedikit melunak, *lunaknya kayak ikan di presto- mengenang situasi kemaren yang manis asem pait kayak permen nano nano *huehuehue- sadar kalo yang pahit itu pasti akan menjadi lucu saat ini, dan yang manis akan menjadi tambah manis kalo diingat sekarang, tumbuh abadi di taman ingatanku, dan cuman dengan mengingat2 hal kecil seperti inilah aku merasa begitu beruntung karena aku tidak menderita amnesia dan itu bisa menjadi sedikit penghiburku, semoga semuanya bisa mendewasakan
alunan yang menghipnotis tentang situasi yang pernah aku alami di kemaren hari, itu yang membuat aku kadang berpikir "kenapa lagu lagu ini begitu ajaib™ sekali yak?" pikirku, dan ironisnya, alunan lagu yang berkumandang kadang tidak konsisten dgn genre yang aku sukai, ada lagu pop, ada jazz, instrumental, klasik, rock, juga dangdut... enak nga enak tetep jadi enak 'p ...who's care?
mengabaikannya cuman akan membuatku merasa berbohong saja, dan itu jadi kejahatanku yang terbesar kalo aku harus berpura pura tidak mengingat ingat siapa siapa saja yang masih berotasi di ingatanku saat ini *setidaknya-
humm, jadi biarkan sajalah aku mengingat ingat senyum kalian semua dari sini, karena mungkin besok pagi aku akan melupakan kalian satu persatu, supaya besok malamnya pasti aku mengingat ingat kalian semua lagi, aku sadar tanpa kalian semua kegembiraan ini tidak akan pernah ada...
aku mengangkat tinggi gelas-ku ke udara untuk kesehatan kalian semua... *gelasku malem ini berisi kapucino yang hampir tandas 'p
aku biarkan kalian semua tumbuh subur ijo-royo-royo di dalam taman ingatanku yang penuh humus ini, -mungkin efek samping dari gunung merapi yang bikin lingkungan sekitarnya hujan abu itu- taman ini juga penuh dengan pupuk kompos malah
sungguh malem ini aku memang sedang mengingat kalian semua yang seenaknya saja berotasi di migrainku yang kumat
salam hangat penuh cinta dari aku yang mencintai kalian semua secara diam diam *halah- yang mengetik dgn sangat hati hati dan tanpa pengaruh fermentasi malt produk heineken 'p
[_]D~ bersulang...
ada saat aku mengenang sesuatu hal yang bisa membuatku berhenti melakukan aktivitasku sejenak, entah dimana itu aku berada, sejenak saja, seperti bau tanah sehabis hujan tadi sore yang membuat aku memikirkan suasana rumah di desa, yang membuatku harus mengendus menajamkan indera penciumanku ini seperti agen K9 kepolisian :p *guk* juga alunan klasik fur elise punya beethoven yang membuat aku selalu ingat dengan suasana kamar ku di desa, ingatan yang terjadi dengan tiba tiba, *sekonyong konyong koder kata orang jawa 'p ...jadi jangan pernah ditanya, bagaimana bisa bau tanah, alunan musik, dan apa apa saja yang bisa membuat aku pengen diam sejenak ini harus masuk 'deep blue something'
aku yang sedikit banyak hidup dengan kenangan2ku, dengan ingatanku, dan pada saat seperti inilah aku merasa begitu hebatnya sebuah alunan melody, begitu menyengatnya aroma tanah yang basah, hal hal kecil yang sering aku abaikan seperti biasanya, juga pertandingan catur di rumah sebelah yang diadakan oleh warga setempat bisa membuat mata coklat ayah seperti berada di antara langkah bidak bidak catur itu *skak matt! dad...-
aku saat ini yang sedang ingin sedikit bercerita tentang sebuah taman kecil di sudut sudut hatiku *argghht, i dont believe if i wrote this!- aku yang mati-matian mendonlot lagu jadul baheula yang bisa mengingatkan dendangan tralala trilili bunda di desa, meski para hip-hopers di proxy harus menutup telinga karena ini :p *bah nga urus! aku yang harus turun berlahan dari punggung kuda black stallion ku, meletakan pedang exalibur ku, melepas baju besiku dan harus ber-melodramatic cool karena mengingat ingat sesuatu yang dianggap lembut *halah- :p mungkin cuman malam yang bisa membuat aku sedikit melunak, *lunaknya kayak ikan di presto- mengenang situasi kemaren yang manis asem pait kayak permen nano nano *huehuehue- sadar kalo yang pahit itu pasti akan menjadi lucu saat ini, dan yang manis akan menjadi tambah manis kalo diingat sekarang, tumbuh abadi di taman ingatanku, dan cuman dengan mengingat2 hal kecil seperti inilah aku merasa begitu beruntung karena aku tidak menderita amnesia dan itu bisa menjadi sedikit penghiburku, semoga semuanya bisa mendewasakan
alunan yang menghipnotis tentang situasi yang pernah aku alami di kemaren hari, itu yang membuat aku kadang berpikir "kenapa lagu lagu ini begitu ajaib™ sekali yak?" pikirku, dan ironisnya, alunan lagu yang berkumandang kadang tidak konsisten dgn genre yang aku sukai, ada lagu pop, ada jazz, instrumental, klasik, rock, juga dangdut... enak nga enak tetep jadi enak 'p ...who's care?
mengabaikannya cuman akan membuatku merasa berbohong saja, dan itu jadi kejahatanku yang terbesar kalo aku harus berpura pura tidak mengingat ingat siapa siapa saja yang masih berotasi di ingatanku saat ini *setidaknya-
humm, jadi biarkan sajalah aku mengingat ingat senyum kalian semua dari sini, karena mungkin besok pagi aku akan melupakan kalian satu persatu, supaya besok malamnya pasti aku mengingat ingat kalian semua lagi, aku sadar tanpa kalian semua kegembiraan ini tidak akan pernah ada...
aku mengangkat tinggi gelas-ku ke udara untuk kesehatan kalian semua... *gelasku malem ini berisi kapucino yang hampir tandas 'p
aku biarkan kalian semua tumbuh subur ijo-royo-royo di dalam taman ingatanku yang penuh humus ini, -mungkin efek samping dari gunung merapi yang bikin lingkungan sekitarnya hujan abu itu- taman ini juga penuh dengan pupuk kompos malah
sungguh malem ini aku memang sedang mengingat kalian semua yang seenaknya saja berotasi di migrainku yang kumat
salam hangat penuh cinta dari aku yang mencintai kalian semua secara diam diam *halah- yang mengetik dgn sangat hati hati dan tanpa pengaruh fermentasi malt produk heineken 'p
[_]D~ bersulang...
heran, belakangan ini aku kok jadi suka bernostagiLa bikin postingan mengenang kalian semua yak, kok seperti sudah ada di usia senja aja aku ini, ada yang bilang sudah om om, ada juga yang bilang sudah pakdhe pakdhe :( mengertilah bahwa aku masih smell like teen spirit dude...
*.mp3 -- taman - posh therpy
dikirim oleh mas ucok surur via Y!M dari ruang upinet dgn sedikit propaganda dariku, hatur nuhun ya bro'
dikirim oleh mas ucok surur via Y!M dari ruang upinet dgn sedikit propaganda dariku, hatur nuhun ya bro'
Senin, Mei 08, 2006
interpersonal skill
dulu di desa kita sering berkumpul, lalu duduk manis di warung kopi kesayangan, memesan nasi goreng, lontong tahu, nasi pecel *ini makanan langka di sunda*, mie rebus campur telur 1/2 matang *tanpa red hot chili peppers tentunya*, terus ngobrol ngalor ngidul sambil melototin semua aktipitas di jalan, memandang semua orang dan kendaraan yang bergerak, membuat perencanaan agenda kegiatan pentas di dolanan, membahas laporan laboratorium, ato salah satu dari kita bercerita tentang masalahnya, salah satu yang bercerita dan yang laen mendengarkan, memberi ide kalo bisa dan hanya mendengarkan saja kalo tidak bisa ngasih solusi, tapi itulah yang sering aku bilang sebagai kehangatan, memandang matanya tajam, mencoba menjadi pendengar yang baek karena itu yang terpenting, hal hal kecil yang sering aku pikirkan saat ini...
hal hal kecil yang aku pikir membuat kita belajar menjadi seorang pendengar yang baek, mencoba untuk saling memahami satu sama laen, biaya yang sangat murah untuk secangkir kopi dan sepotong gorengan, situasi yang sangat murah untuk sekedar mampir ke warung kopi dengan pelayan yang ramah dan *percaya betul dengan catatan bon kita* :p situasi yang jarang aku temui di kota bandung yang dingin ini
aku pikir semua bermula dari tempat seperti ini, ini yang aku maksud dengan 'chemistry', benar benar hal sepele yang sangat berharga buatku, aku hampir tidak percaya kalo aku jarang melakukannya lagi, kegiatan kecil yang membuat kita jadi lebih mudah menyelesaikan masalah, lebih mudah untuk meminta bantuan saat kita benar benar membutuhkan bantuan, entah apa saja itu, saling berbagi apa saja, tanpa nominal, tanpa trik, lepas, pure... *dan semoga ini tidak akan pernah menjadi legenda-
aku sendiri sadar, bahwa aku tidak benar benar bisa menjadi pencari teman yang baek, itu sedikit masalahku, karena aku sendiri tidak begitu memikirkan apakah orang di depanku bisa menjadi seorang temanku ato' tidak, proses kecil yang berjalan panjang dari 'warung kopi satu ke warung kopi laennya' yang bisa lebih bisa menjelaskan kenapa, aku tidak benar benar memikirkan tentang hal hal kecil ini, satu ikatan kimia akan terjadi begitu saja tanpa kita memintanya, dan satu ikatan kimia itu juga yang membuat kita untuk tidak men- stealht settings keberadaan kita dan seseorang...
hal kecil ini juga yang membuat kita lebih mudah menghadapi seseorang, berkomunikasi dengannya, meyakinkan pendapat kita, menghormatinya tanpa diminta, membagi milik kita, membicarakan sesuatu yang membuat warung kopi penuh tawa, 'mengangkatnya tinggi', lalu 'membantingnya keras', sungguh tidak ada yang benar benar terluka disini
keakraban murni yang sangat jarang terjadi saat ini, dari hal hal kecil ini tempat aku belajar menghadapi seseorang, kita banyak belajar bagaimana cara menghadapi orang asing, dan memang masih harus banyak belajar, lebih daripada bagaimana cara kita belajar mencari recehan sendiri di planet kapitalis ini
hal hal kecil yang aku pikir membuat kita belajar menjadi seorang pendengar yang baek, mencoba untuk saling memahami satu sama laen, biaya yang sangat murah untuk secangkir kopi dan sepotong gorengan, situasi yang sangat murah untuk sekedar mampir ke warung kopi dengan pelayan yang ramah dan *percaya betul dengan catatan bon kita* :p situasi yang jarang aku temui di kota bandung yang dingin ini
aku pikir semua bermula dari tempat seperti ini, ini yang aku maksud dengan 'chemistry', benar benar hal sepele yang sangat berharga buatku, aku hampir tidak percaya kalo aku jarang melakukannya lagi, kegiatan kecil yang membuat kita jadi lebih mudah menyelesaikan masalah, lebih mudah untuk meminta bantuan saat kita benar benar membutuhkan bantuan, entah apa saja itu, saling berbagi apa saja, tanpa nominal, tanpa trik, lepas, pure... *dan semoga ini tidak akan pernah menjadi legenda-
aku sendiri sadar, bahwa aku tidak benar benar bisa menjadi pencari teman yang baek, itu sedikit masalahku, karena aku sendiri tidak begitu memikirkan apakah orang di depanku bisa menjadi seorang temanku ato' tidak, proses kecil yang berjalan panjang dari 'warung kopi satu ke warung kopi laennya' yang bisa lebih bisa menjelaskan kenapa, aku tidak benar benar memikirkan tentang hal hal kecil ini, satu ikatan kimia akan terjadi begitu saja tanpa kita memintanya, dan satu ikatan kimia itu juga yang membuat kita untuk tidak men- stealht settings keberadaan kita dan seseorang...
tempat kecil penuh dengan pembelaan pembelaan, arena perdebatan yang panjang, tidak ada yang benar benar terpengaruh saat salah satu dari kita melawan arus dan memegang teguh sebuah prinsip dan keyakinan, tidak ada yang benar benar terluka disini, tidak pernah ada yang merasa benar benar mutlak disini, lepas, semua lepas, semua terlepas, semua dilepas
hal kecil ini juga yang membuat kita lebih mudah menghadapi seseorang, berkomunikasi dengannya, meyakinkan pendapat kita, menghormatinya tanpa diminta, membagi milik kita, membicarakan sesuatu yang membuat warung kopi penuh tawa, 'mengangkatnya tinggi', lalu 'membantingnya keras', sungguh tidak ada yang benar benar terluka disini
keakraban murni yang sangat jarang terjadi saat ini, dari hal hal kecil ini tempat aku belajar menghadapi seseorang, kita banyak belajar bagaimana cara menghadapi orang asing, dan memang masih harus banyak belajar, lebih daripada bagaimana cara kita belajar mencari recehan sendiri di planet kapitalis ini
satu hal yang sangat penting buatku, tidak ada yang benar benar menganggu IP address komputer kita disini... no flood, no hack, no attack, no DoS
ini lebih tentang bagaimana cara menghormati sebuah privasi dan rejeki orang, bener begitu bro'Q? jgn strees nge-remote 'tomz internet zone' yak *huehuehue
ini lebih tentang bagaimana cara menghormati sebuah privasi dan rejeki orang, bener begitu bro'Q? jgn strees nge-remote 'tomz internet zone' yak *huehuehue
Minggu, April 23, 2006
rest in peace
bener, kamu bener sekali... hummm
kadang mengutak atik kata, bersenggama dengannya, mendobrak susunan pola kalimat, mengindari semua puitis, melanggar EYD, membuat gaya prosa yang acak nga' akan pernah ada habis habisnya, mencoba untuk peka terhadap permasalahan sosial yang lagi hangat juga nga pernah ada selesai nya... ah biarin sajalah...
kalo cuman cerita rumah jember yang kemasukan pencuri *dan bersyukur karena tidak terjadi apa apa dengan keluargaku*, tentang keluarga yang berkunjung ke bandung *dan belanja ini itu di pasar baru* lalu cerita tentang pekik riuh acara wisuda seorang kaka' yang tidak pernah mengunjungin acara wisuda semua ade-adenya itu tidak begitu menarik buatku, lalu apalagi yang menarik ya?
juga sempat kemaren saat harus menunggu acara wisuda itu selesai, lalu mencoba bercanda dengan seorang ade kecil yang sangat lucu, yang menunggu ayahnya di wisuda, yang menangis di ruang upinet karena di tinggal ibunya mengambil se-ember air di toilet untuk membersihkan sisa muntah anaknya di lantai, dan aku gagal total membuatnya terdiam *malah semakin kenceng nangisnya pas ngeliat senyumku yang nga' jelek jelek amat ini* :( dan aku berpikir, wajah polos kecil lucu itu kalo di potret pasti lucu masuk 'deep blue something' tapi tetep saja aku kehabisan ide, bahkan meski saat aku mau mengendongnya celana jeansku jadi kotor karena tendangan maut sepatu dan sisa muntah si ade kecil, dan tangisnya-pun jadi semakin menjadi, untung tidak ada yang melihat rautku yang kebinggungan...
begitu juga cerita tentang begitu bersemangatnya seorang klien di proxy yang ingin membuat catatan sejarah kelautan di republik ini, yang memintaku untuk mendesain web yang cuma bisa aku buat seadanya, karena keterbatasanku dalam hal skrip-menskrip *dasar skrip kidies*, lalu menganti domainnya menjadi dotnet ato' dotkom, lalu aku harus mencari webhosting yang tepat untuk memindah semua isi postingan itu, dan aku yakin, setelah pelayarannya ke indonesia-magadaskar itu selesai, dia pasti akan membuat buku catatan kedua, cerdas dan brilian ...hmmm, bisa aku lihat semangat disitu, energi yang sangat besar untuk usia yang sudah senja, seandainya saja ada energi seperti itu di diriku
kalo cuman cerita tentang hape siemens ku yang hilang di curi kemaren, dan semua kebingunganku karena semua data nomer teman di dalamnya adalah sesuatu yang amat-sangat-penting-sekali buatku adalah hal yang tidak menarik? lalu cerita apalagi yang menarik?
kalo aku harus ke kantor polisi untuk mendapatkan selembar kertas HVS *dan mengantinya dgn selembar 10ribuan* karena prosedur wajib grapari simpati untuk mendapatkan nomer card yang hilang itu adalah sesuatu yang memusingkan dan tidak harus muncul di 'deep blue something' ...lalu apalagi yang menarik? *huahaha -nga' menarik tapi kok di posting, ketawanya sambil berduka-*
*kalo bercerita tentang kehidupan sehari hari saja sudah tidak menarik lagi, apa mungkin harus menunggu untuk gelisah dulu, agar kreatifitas ini bisa lahir?
...hah?
kadang mengutak atik kata, bersenggama dengannya, mendobrak susunan pola kalimat, mengindari semua puitis, melanggar EYD, membuat gaya prosa yang acak nga' akan pernah ada habis habisnya, mencoba untuk peka terhadap permasalahan sosial yang lagi hangat juga nga pernah ada selesai nya... ah biarin sajalah...
kalo cuman cerita rumah jember yang kemasukan pencuri *dan bersyukur karena tidak terjadi apa apa dengan keluargaku*, tentang keluarga yang berkunjung ke bandung *dan belanja ini itu di pasar baru* lalu cerita tentang pekik riuh acara wisuda seorang kaka' yang tidak pernah mengunjungin acara wisuda semua ade-adenya itu tidak begitu menarik buatku, lalu apalagi yang menarik ya?
juga sempat kemaren saat harus menunggu acara wisuda itu selesai, lalu mencoba bercanda dengan seorang ade kecil yang sangat lucu, yang menunggu ayahnya di wisuda, yang menangis di ruang upinet karena di tinggal ibunya mengambil se-ember air di toilet untuk membersihkan sisa muntah anaknya di lantai, dan aku gagal total membuatnya terdiam *malah semakin kenceng nangisnya pas ngeliat senyumku yang nga' jelek jelek amat ini* :( dan aku berpikir, wajah polos kecil lucu itu kalo di potret pasti lucu masuk 'deep blue something' tapi tetep saja aku kehabisan ide, bahkan meski saat aku mau mengendongnya celana jeansku jadi kotor karena tendangan maut sepatu dan sisa muntah si ade kecil, dan tangisnya-pun jadi semakin menjadi, untung tidak ada yang melihat rautku yang kebinggungan...
begitu juga cerita tentang begitu bersemangatnya seorang klien di proxy yang ingin membuat catatan sejarah kelautan di republik ini, yang memintaku untuk mendesain web yang cuma bisa aku buat seadanya, karena keterbatasanku dalam hal skrip-menskrip *dasar skrip kidies*, lalu menganti domainnya menjadi dotnet ato' dotkom, lalu aku harus mencari webhosting yang tepat untuk memindah semua isi postingan itu, dan aku yakin, setelah pelayarannya ke indonesia-magadaskar itu selesai, dia pasti akan membuat buku catatan kedua, cerdas dan brilian ...hmmm, bisa aku lihat semangat disitu, energi yang sangat besar untuk usia yang sudah senja, seandainya saja ada energi seperti itu di diriku
kalo cuman cerita tentang hape siemens ku yang hilang di curi kemaren, dan semua kebingunganku karena semua data nomer teman di dalamnya adalah sesuatu yang amat-sangat-penting-sekali buatku adalah hal yang tidak menarik? lalu cerita apalagi yang menarik?
kalo aku harus ke kantor polisi untuk mendapatkan selembar kertas HVS *dan mengantinya dgn selembar 10ribuan* karena prosedur wajib grapari simpati untuk mendapatkan nomer card yang hilang itu adalah sesuatu yang memusingkan dan tidak harus muncul di 'deep blue something' ...lalu apalagi yang menarik? *huahaha -nga' menarik tapi kok di posting, ketawanya sambil berduka-*
kram, kram, kramotak! ....migrain -ku mulai kumat malem ini...
*kalo bercerita tentang kehidupan sehari hari saja sudah tidak menarik lagi, apa mungkin harus menunggu untuk gelisah dulu, agar kreatifitas ini bisa lahir?
...hah?
Selasa, April 11, 2006
Sabtu, April 08, 2006
istana pasir
angin laut terlalu kencang, tidak begitu bagus memang, ombak juga terlalu riak, tidak begitu tenang, sangat tidak bersahabat, tapi aku masih ingin menyelesaikan istana pasir megah ku ini, dengan kedua tanganku, membangunnya tanpa berpikir apa apa, tentang kesedihan, tentang keceriaan, tentang euporia, dan tentang apa apa saja yang bersenggama di pikiranku, tidak juga dengan semua canda tawa di ujung ujung ombak itu...
pondasi tanpa kerikil yang aku bangun ini tentu saja terlalu ringkih, pasti satu deburan akan meluluh lantakannya dengan begitu mudah, tapi tetap saja kubangun istana pasir yang megah ini, cuma buatku
untuk sejenak melupakan pikiran tentang keceriaan, tentang kesedihan, tentang rutinitas, dan absurditas pertanyaan yang muncul di benakku, di pikiranku, juga pertanyaannya yang tidak pernah bisa aku jawab pasti itu, mungkin aku cuma sedang ambigu, sejenak aku ingin kosong...
humm, dinding dindingnya sebentar lagi selesai, tinggal corong atap megahnya kubangun, dan menancapkan tiang bendera dari batang kayu yang terdampar itu, sebentar lagi pasti selesai, sebelum ombak pasang benar benar melibasnya...
angin semakin kencang, sebentar lagi matahari pasti akan tengelam, langit yang biru juga mulai tidak cerah, harus bergegas aku untuk membangun istana pasir megah ku ini, kalo bukan aku siapa lagi? tidak, tidak mungkin selain aku...
kulihat sisi dinding sebelah kiri luluh, pasti karena pasir pasirnya terlalu basah, aku harus membangunnya lagi sebelum istana pasir ini benar benar lantak untuk yang kedua kali, bagaimana aku bisa menancapkan tiang bendera kayu ini kalo atapnya saja belum jadi...
selalu aku berharap untuk bisa membangun atap istana pasir yang runcing, yang tertinggi, yang menyentuh kaki kaki langit, yang bisa membayangi seluruh pasir pantai ini
dan angin laut terlalu kencang, tidak begitu bagus, ombak juga terlalu riak, tidak begitu tenang, sangat tidak bersahabat...
ah, akhirnya selesai juga istana pasir megahku ini, tegak dan menantang, sekali aku memutarinya, melihat dari sudut sudut yang aku inginkan, tidak terlalu sempurna memang, bahkan tingginyapun tidak lebih dari ujung lututku...
sebentar lagi air laut pasang, sebelum benar benar meratakan istana pasirku ini dengan ujung ujung ombaknya, sebentar lagi matahari juga pasti menghilang, angin laut yang gelisah semakin tidak tenang, mungkin angin laut berpikir tiupannya tidak juga bisa mengeser istana pasir ku ini...
sebentar lagi langit gelap, bukan.. bukan karena ujung istana pasirku terlalu tinggi, tidak terlalu tinggi untuk memayungi seluruh pasir pantai ini, lalu aku beranjak untuk berkemas, meninggalkan pantai yang mulai gelap ini, anginnya juga semakin kencang
istana pasir ini terlihat kokoh, tapi sebentar lagi ujung ombak pasti akan meratakannya, mungkin itu bisa jadi sedikit kesedihan kecil buatku
istana pasir yang lucu, pikirku...
dan sebelum aku berbalik untuk membelakanginya, aku menendangnya keras di sisa tenagaku, pasir pasir kecil yang berhamburan di udara semoga bisa menjadi bintang, jangan harap ujung ombak bisa menyentuhnya, biar aku saja...
april mop, pangandaran
pondasi tanpa kerikil yang aku bangun ini tentu saja terlalu ringkih, pasti satu deburan akan meluluh lantakannya dengan begitu mudah, tapi tetap saja kubangun istana pasir yang megah ini, cuma buatku
untuk sejenak melupakan pikiran tentang keceriaan, tentang kesedihan, tentang rutinitas, dan absurditas pertanyaan yang muncul di benakku, di pikiranku, juga pertanyaannya yang tidak pernah bisa aku jawab pasti itu, mungkin aku cuma sedang ambigu, sejenak aku ingin kosong...
humm, dinding dindingnya sebentar lagi selesai, tinggal corong atap megahnya kubangun, dan menancapkan tiang bendera dari batang kayu yang terdampar itu, sebentar lagi pasti selesai, sebelum ombak pasang benar benar melibasnya...
angin semakin kencang, sebentar lagi matahari pasti akan tengelam, langit yang biru juga mulai tidak cerah, harus bergegas aku untuk membangun istana pasir megah ku ini, kalo bukan aku siapa lagi? tidak, tidak mungkin selain aku...
kulihat sisi dinding sebelah kiri luluh, pasti karena pasir pasirnya terlalu basah, aku harus membangunnya lagi sebelum istana pasir ini benar benar lantak untuk yang kedua kali, bagaimana aku bisa menancapkan tiang bendera kayu ini kalo atapnya saja belum jadi...
selalu aku berharap untuk bisa membangun atap istana pasir yang runcing, yang tertinggi, yang menyentuh kaki kaki langit, yang bisa membayangi seluruh pasir pantai ini
dan angin laut terlalu kencang, tidak begitu bagus, ombak juga terlalu riak, tidak begitu tenang, sangat tidak bersahabat...
ah, akhirnya selesai juga istana pasir megahku ini, tegak dan menantang, sekali aku memutarinya, melihat dari sudut sudut yang aku inginkan, tidak terlalu sempurna memang, bahkan tingginyapun tidak lebih dari ujung lututku...
sebentar lagi air laut pasang, sebelum benar benar meratakan istana pasirku ini dengan ujung ujung ombaknya, sebentar lagi matahari juga pasti menghilang, angin laut yang gelisah semakin tidak tenang, mungkin angin laut berpikir tiupannya tidak juga bisa mengeser istana pasir ku ini...
sebentar lagi langit gelap, bukan.. bukan karena ujung istana pasirku terlalu tinggi, tidak terlalu tinggi untuk memayungi seluruh pasir pantai ini, lalu aku beranjak untuk berkemas, meninggalkan pantai yang mulai gelap ini, anginnya juga semakin kencang
istana pasir ini terlihat kokoh, tapi sebentar lagi ujung ombak pasti akan meratakannya, mungkin itu bisa jadi sedikit kesedihan kecil buatku
istana pasir yang lucu, pikirku...
dan sebelum aku berbalik untuk membelakanginya, aku menendangnya keras di sisa tenagaku, pasir pasir kecil yang berhamburan di udara semoga bisa menjadi bintang, jangan harap ujung ombak bisa menyentuhnya, biar aku saja...
april mop, pangandaran
Senin, Maret 27, 2006
sauh
kurva lengkung di janur muda itu seperti kapal kayu yang melepas sauh,
diam-mu tentang kesedihan harus pudar benar, sebelum kapal kayu-mu itu beranjak pelan meninggalkan pelabuhan
ombak di depan tidak pernah bisa di tebak, kecuali kamu memang harus benar percaya dengan sorot mata si kapten kapal...
diam-mu tentang kesedihan harus pudar benar, sebelum kapal kayu-mu itu beranjak pelan meninggalkan pelabuhan
ombak di depan tidak pernah bisa di tebak, kecuali kamu memang harus benar percaya dengan sorot mata si kapten kapal...
semoga cuaca di kota pisang-mu itu cerah malam nanti, percaya, ada doa yang terkirim sempurna dari tempat yang jauh...
Rabu, Maret 15, 2006
pelangi
ada yang bilang, hidup itu seperti warna pelangi, seperti ragam warna-warni di karnaval 17 agustus-an, seperti baju badut konyol di tempat-tempat hiburan, ada juga yang bilang hidup itu warnanya hitam dan putih, dan sebagian menambahkan "tidak hanya hitam dan putih, tapi kadang juga ada warna abu-abu-nya..." life is blur
kalo' aku bilang hidup itu tidak harus seperti pelangi, yang indah bias sinarnya berwarna warni, beraneka ragam, yang berwarna indah tapi tidak bisa di raih, tidak bisa di genggam, seperti dongengan kecil sebelum tidur, seperti kakek yang bilang itu adalah jembatan para bidadari yang turun ke bumi *untuk mandi rame-rame katanya, memang di surga nga' ada kolam yang lebih bagus apa? pake acara mesti turun ke bumi gueguege...*
di atas kereta api, sedikit aku berpikir tentang pelangi saat berangkat ke jakarta kemaren, banyak hal yg aku pikir seperti aliran air, terjadi begitu saja, tentang koneksi proxy, lalu saat aku browsing, mengirim email, berangkat ke bogor, dapat tugas di sukamandi, urutan kejadian kecil yang ternyata membawaku di kereta pagi itu, meninggalkan bandung, bertemu tanpa sengaja dengan seorang teman di stasiun jatinegara, lalu mencoba menghubungin seorang sahabat lama yang tinggal di jakarta untuk rela jadi 'pemandu wisata' berpanas-panas ria di jalanan jakarta untuk nyari penginapan yang murah, seperti sebuah kebetulan yang sempurna, amat sangat sempurna...
bertemu dengan suasana yang baru buatku, hiruk pikuknya dan kemacetan yang mengesalkan *hate noise, realy* juga saat harus masuk ke dalam ruangan besar untuk berhadapan dengan seorang hrd amatir yang cantik, memperhatikan semua pertanyaan, bola mata, dan gerakannya, seperti juga dia memperhatikan semua yang aku ucapkan, *sebenernya siapa menganalisis siapa sih?* ...hummm, seperti dia terlalu cantik untuk memberiku pertanyaan aneh, mengernyitkan dahi untuk semua pertanyaan yang aku pikir terlalu text book, juga psikotest yang bikin kepalaku pusing itu, sepertinya semua proxy's crew tidak harus ikut psikotest untuk mahir menguasai konsole linux *bhuahahahaha*
sisanya tergantung yang di ataslah, saat ini aku tidak sedang menunggu keajaiban, aku cuma sedang menunggu untuk tahu tentang sisa benang merah hidupku selanjutnya, sama halnya seperti aku yang tidak pernah percaya dengan bidadari yang bersayap, ato' bidadari yang pake selendang warna-warni sekalipun, yang di letakkan di atas batu sebelum mereka rame rame nyemplung ke sungai... *byuuurrr....*
kalo' aku bilang hidup itu tidak harus seperti pelangi, yang indah bias sinarnya berwarna warni, beraneka ragam, yang berwarna indah tapi tidak bisa di raih, tidak bisa di genggam, seperti dongengan kecil sebelum tidur, seperti kakek yang bilang itu adalah jembatan para bidadari yang turun ke bumi *untuk mandi rame-rame katanya, memang di surga nga' ada kolam yang lebih bagus apa? pake acara mesti turun ke bumi gueguege...*
di atas kereta api, sedikit aku berpikir tentang pelangi saat berangkat ke jakarta kemaren, banyak hal yg aku pikir seperti aliran air, terjadi begitu saja, tentang koneksi proxy, lalu saat aku browsing, mengirim email, berangkat ke bogor, dapat tugas di sukamandi, urutan kejadian kecil yang ternyata membawaku di kereta pagi itu, meninggalkan bandung, bertemu tanpa sengaja dengan seorang teman di stasiun jatinegara, lalu mencoba menghubungin seorang sahabat lama yang tinggal di jakarta untuk rela jadi 'pemandu wisata' berpanas-panas ria di jalanan jakarta untuk nyari penginapan yang murah, seperti sebuah kebetulan yang sempurna, amat sangat sempurna...
bertemu dengan suasana yang baru buatku, hiruk pikuknya dan kemacetan yang mengesalkan *hate noise, realy* juga saat harus masuk ke dalam ruangan besar untuk berhadapan dengan seorang hrd amatir yang cantik, memperhatikan semua pertanyaan, bola mata, dan gerakannya, seperti juga dia memperhatikan semua yang aku ucapkan, *sebenernya siapa menganalisis siapa sih?* ...hummm, seperti dia terlalu cantik untuk memberiku pertanyaan aneh, mengernyitkan dahi untuk semua pertanyaan yang aku pikir terlalu text book, juga psikotest yang bikin kepalaku pusing itu, sepertinya semua proxy's crew tidak harus ikut psikotest untuk mahir menguasai konsole linux *bhuahahahaha*
sisanya tergantung yang di ataslah, saat ini aku tidak sedang menunggu keajaiban, aku cuma sedang menunggu untuk tahu tentang sisa benang merah hidupku selanjutnya, sama halnya seperti aku yang tidak pernah percaya dengan bidadari yang bersayap, ato' bidadari yang pake selendang warna-warni sekalipun, yang di letakkan di atas batu sebelum mereka rame rame nyemplung ke sungai... *byuuurrr....*
Selasa, Maret 07, 2006
1 x 2,5
dan kabel-kabel yang berseliweran itu, skrip kode, konsole di layar monitor dan grafik putih yang men-jenuh-kan seperti yang melintas tentang pecahan tabung reaksi yang aku jatuhkan kemaren, juga percikan dari zat-zat kimia, lalu menetes, mengotori seragam laboratorium di tubuh putih itu, memercik jadi satu di air matamu, merembes di bola mata bening itu, lalu merobek lensa retina di mataku...
bersimpati, berempathi, dari rasa antipati ini, melepaskan ikatan yang membuat badan gerah dari seragam putih yang kotor, kucabik, lalu kulepas, lalu kulempar, mencoba untuk tidak mengikat, merenggangkan sabuk kulit, merobek semua kertas bertitel, putih asap yang melayang, memekat lalu terurai, tak akan aku biarkan mencapai titik yang jenuh ato'pun di titik viskositas yang pekat sekalipun, harusnya dirobek saja buku buku tebal itu, biar saja
sedikit saliva yang melumer di cermin itu, terngiang lalu memejam, berotasi karbondioksida putih pekat sepoi dan terurai di udara sempit ruangan ini, seperti berada di dalam peti mati, tidak ada siapapun, tidak seorangpun, jangan ada seorangpun...
disini, di titik kulminasi introvert ku, terdampar disini, dari hiruk pikuk yang memuakkan, seperti keringat dingin yang menetes di 1x2,5 ini, tidak ada siapapun, tidak akan ada seorangpun, jangan ada seorangpun, di rumitnya jaringan kabel kabel putih itu, silau bias catatan sampah ini, lalu meremang, di malam yang belum berjaya...
membumbung kemana asap pekat putih ini, tak akan pernah bisa bersembunyi dari sejarah...
bersimpati, berempathi, dari rasa antipati ini, melepaskan ikatan yang membuat badan gerah dari seragam putih yang kotor, kucabik, lalu kulepas, lalu kulempar, mencoba untuk tidak mengikat, merenggangkan sabuk kulit, merobek semua kertas bertitel, putih asap yang melayang, memekat lalu terurai, tak akan aku biarkan mencapai titik yang jenuh ato'pun di titik viskositas yang pekat sekalipun, harusnya dirobek saja buku buku tebal itu, biar saja
sedikit saliva yang melumer di cermin itu, terngiang lalu memejam, berotasi karbondioksida putih pekat sepoi dan terurai di udara sempit ruangan ini, seperti berada di dalam peti mati, tidak ada siapapun, tidak seorangpun, jangan ada seorangpun...
disini, di titik kulminasi introvert ku, terdampar disini, dari hiruk pikuk yang memuakkan, seperti keringat dingin yang menetes di 1x2,5 ini, tidak ada siapapun, tidak akan ada seorangpun, jangan ada seorangpun, di rumitnya jaringan kabel kabel putih itu, silau bias catatan sampah ini, lalu meremang, di malam yang belum berjaya...
membumbung kemana asap pekat putih ini, tak akan pernah bisa bersembunyi dari sejarah...
>> just for you.mp3 - richard cocciante
* dari soelnovsky waktu dia masih muda, sekarang dia sudah oldist kayak lagu ini, hmmm ...bersulang soel*
Minggu, Maret 05, 2006
cu...
dear cu...
kakek minta setelah kamu baca ketikan kakek ini, secepatnya kamu telepon kakek di desa karena kakek yakin kalo kakek pasti sangat sangat kangen bersulang kapucino bersama kamu di pinggiran kolam ikan di depan rumah kakek itu, sambil mendengarkan lagu lagu klasik petikan gitarmu yang kakek ajarkan padamu-besok-... hummm, sekarang tahun 2006, abis renopasi proxynet, entah tahun berapa kamu baca ketikan ini, kalo saja google dotkom masih ada, kalo saja server google masih kuat, kalo saja admin google tidak menghapus login kakek dari hardisnya, pasti 'deep blue something' coretan kakek ini masih bisa di akses dari kamarmu *hihihi kok pengen nguyu dewe yo*
malam ini *eh udah pagi yak?* kakek sedang berusaha mengingat kamu cu *apanya yg di inget kek?* sedikit kakek bermimpi, mungkin pas kamu mbaca coretan kakek ini, proxynet sudah berlantai 6 yak, kayak gedung BCA yang cabangnya di mana mana itu, toko klontong ini meski lantainya masih dua, meski lantai-nya kayu semua *gaya rumah sunda cu, entah ide siapa ini, emang kakek buyut orang sunda itu aneh-aneh kok, wong enak enak beton kok di ganti kayu, sampe-sampe kos-kosanku juga lantainya kayu, jadi kalo' ada jalan gludakan gitu* tapi meskipun begitu ujung kabel kabelnya bisa menyentuh dunia kok... *halah*
mungkin saat kamu baca ini, sudah ada search engine yang lebih bagus dari google, benwit di endonesa sudah murah dan meriah, koneksi internet sudah masuk sampe ke pelosok desa tersudut sekalipun, petani di sawah sudah bawa laptop semua, tapi cu, sekarang boro-boro nge-net, lah wong untuk beli beras aja' susahnya minta ampun kok, apalagi rencana pemerintah pake acara beli beras dari vietnam kuwi *grrr* apalagi beli laptop, jadi bersyukurlah kalo kamu masih bisa makan hari ini, ingat ingat saja pesen bapak-kakekmu dulu yak, "makanlah seadanya yang ada di meja makan, hidup itu cuman sekali tapi bersyukurlah berkali kali" gitu katanya kemaren cu... *sebenernya kakek pengen tanya ama bapak kakek cu, lah kalo di depan meja makanya nga' ada apa gimana dunk? tapi kakek mengurungkan niat itu cu, bahkan sampe' sekarang*
cu...
kemaren sebulan penuh kandang monyet ini di renop, di bongkar *tapi susah di pasang :p* di potong sana sini, di palu, di paku, di lem, di gunting, di cat, di kuas, dan berandai andai mungkin dulu indofood dan multi bintang indonesia yang pernah kakek kunjungin itu awalnya seperti ini yak... humm, seandainya kamu melihat kakek soel mengecat semua dinding *gueguegue admin cap kentang jadi tukang cat*, seandainya kamu melihat kakek inx memotong kayu, tukang design-nya jadi tukang kayu*, kakek meong jadi tukang koki memasak nasi liwet kayak ibu-ibu PKK buat logistik buat para tukang, juga kakek Q sibuk pasang kabel kayak tukang PLN *bhuwahaha* dan seandainya juga kamu melihat kakekmu yang petani ini duduk leyeh-leyeh dengan kapucino sambil ngupil dan mengamati mereka satu persatu *calon boss pabrik tempe, amien, hihi* disini kakek kakekmu belajar banyak, dari belajar ngirim email sampe belajar motong kayu, semuanya ada, semua harus bisa *hihihi ngawur*
cu...
kakek-kakekmu lagi pengen sekali nyeting kandang moyet ini jadi bernuansa etnik tradisional, pengen sekali masang semua barang dari seluruh pelosok endonesa di semua dinding karena kakek kakekmu ini sumpah mati cinta sekali sama endonesa yang sistem-nya lucu ini cu... tapi endonesa teteplah endoesa, tanah air beta cu... jadi cu, kamu jgn mbolos pas upacara bendera hari senin di sekolah yak, karena cuman saat itu kamu bisa tau betapa menyenangkan sekali nyanyi lagu endonesa raya rame rame bareng temen temen kamu *jgn ikut ikut mbolos kayak kakek jaman es-em-a dulu ya cu, mesti pake acara loncat-loncat tembok, mesti pernah di kejar-kejar guru BP pake sepeda motor sambil bawa rotan, kayak kucing nyolong pindang aja cu... huh, kadang kakek menyesal cu, kenapa juga dulu ikut-ikutan mbolos bareng temen temen kakek...*
cu...
belajarlah yang rajin, ingat ya cu, rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, *hihihi dogma mujarap sejak jaman kucing belum tumbuh bulu dari kakek buyutmu kie* pokoknya kamu harus jadi anak yang pinter, cari-duit-halal itu susahnya minta ampun cu, jadi jgn pernah buat bundamu nangis karena kamu keseringan mbolos dan yang ngakibatkan kamu sampe nga' naek kelas, kalo sekali sekali seh nga apa apa, dulu kakek juga sering mbolos kok, tapi khan yang penting nga' sampe ketahuan wali kelas *loh?*
sudah ya cu, mungkin coretan ini bakal terus kakek up date, karena kadang ide bagus itu munculnya belakangan *hihi*
kakek sudah ngantuk, kapan kapan di sambung lagi pesan dari kakekmu yang tidak-jelek-jelek-amat di flower city ini *bwuahaha-narsis mode on* ...kamu juga jangan mudah percaya dengan semua yang kamu baca, yang kamu tonton di televisi, semua cuma karya tangan...
...jaga bundamu baek-baek, ingat ya cu, sampe' kapanpun, surga tetep di bawah telapak kaki ibu... *tapi sampe' saat ini kakek belom juga tau, neraka itu ada di bawah telapak kaki siapa? cari tau ya cu...*
oh ya cu, hampir kakek lupa, setelah kamu baca ketikan kakek ini, tolong doakan kakek yak, semoga kakek dapet nenek yang baek buat kamu... ') *bhwuahahahaha*
kakek minta setelah kamu baca ketikan kakek ini, secepatnya kamu telepon kakek di desa karena kakek yakin kalo kakek pasti sangat sangat kangen bersulang kapucino bersama kamu di pinggiran kolam ikan di depan rumah kakek itu, sambil mendengarkan lagu lagu klasik petikan gitarmu yang kakek ajarkan padamu-besok-... hummm, sekarang tahun 2006, abis renopasi proxynet, entah tahun berapa kamu baca ketikan ini, kalo saja google dotkom masih ada, kalo saja server google masih kuat, kalo saja admin google tidak menghapus login kakek dari hardisnya, pasti 'deep blue something' coretan kakek ini masih bisa di akses dari kamarmu *hihihi kok pengen nguyu dewe yo*
malam ini *eh udah pagi yak?* kakek sedang berusaha mengingat kamu cu *apanya yg di inget kek?* sedikit kakek bermimpi, mungkin pas kamu mbaca coretan kakek ini, proxynet sudah berlantai 6 yak, kayak gedung BCA yang cabangnya di mana mana itu, toko klontong ini meski lantainya masih dua, meski lantai-nya kayu semua *gaya rumah sunda cu, entah ide siapa ini, emang kakek buyut orang sunda itu aneh-aneh kok, wong enak enak beton kok di ganti kayu, sampe-sampe kos-kosanku juga lantainya kayu, jadi kalo' ada jalan gludakan gitu* tapi meskipun begitu ujung kabel kabelnya bisa menyentuh dunia kok... *halah*
mungkin saat kamu baca ini, sudah ada search engine yang lebih bagus dari google, benwit di endonesa sudah murah dan meriah, koneksi internet sudah masuk sampe ke pelosok desa tersudut sekalipun, petani di sawah sudah bawa laptop semua, tapi cu, sekarang boro-boro nge-net, lah wong untuk beli beras aja' susahnya minta ampun kok, apalagi rencana pemerintah pake acara beli beras dari vietnam kuwi *grrr* apalagi beli laptop, jadi bersyukurlah kalo kamu masih bisa makan hari ini, ingat ingat saja pesen bapak-kakekmu dulu yak, "makanlah seadanya yang ada di meja makan, hidup itu cuman sekali tapi bersyukurlah berkali kali" gitu katanya kemaren cu... *sebenernya kakek pengen tanya ama bapak kakek cu, lah kalo di depan meja makanya nga' ada apa gimana dunk? tapi kakek mengurungkan niat itu cu, bahkan sampe' sekarang*
cu...
kemaren sebulan penuh kandang monyet ini di renop, di bongkar *tapi susah di pasang :p* di potong sana sini, di palu, di paku, di lem, di gunting, di cat, di kuas, dan berandai andai mungkin dulu indofood dan multi bintang indonesia yang pernah kakek kunjungin itu awalnya seperti ini yak... humm, seandainya kamu melihat kakek soel mengecat semua dinding *gueguegue admin cap kentang jadi tukang cat*, seandainya kamu melihat kakek inx memotong kayu, tukang design-nya jadi tukang kayu*, kakek meong jadi tukang koki memasak nasi liwet kayak ibu-ibu PKK buat logistik buat para tukang, juga kakek Q sibuk pasang kabel kayak tukang PLN *bhuwahaha* dan seandainya juga kamu melihat kakekmu yang petani ini duduk leyeh-leyeh dengan kapucino sambil ngupil dan mengamati mereka satu persatu *calon boss pabrik tempe, amien, hihi* disini kakek kakekmu belajar banyak, dari belajar ngirim email sampe belajar motong kayu, semuanya ada, semua harus bisa *hihihi ngawur*
cu...
kakek-kakekmu lagi pengen sekali nyeting kandang moyet ini jadi bernuansa etnik tradisional, pengen sekali masang semua barang dari seluruh pelosok endonesa di semua dinding karena kakek kakekmu ini sumpah mati cinta sekali sama endonesa yang sistem-nya lucu ini cu... tapi endonesa teteplah endoesa, tanah air beta cu... jadi cu, kamu jgn mbolos pas upacara bendera hari senin di sekolah yak, karena cuman saat itu kamu bisa tau betapa menyenangkan sekali nyanyi lagu endonesa raya rame rame bareng temen temen kamu *jgn ikut ikut mbolos kayak kakek jaman es-em-a dulu ya cu, mesti pake acara loncat-loncat tembok, mesti pernah di kejar-kejar guru BP pake sepeda motor sambil bawa rotan, kayak kucing nyolong pindang aja cu... huh, kadang kakek menyesal cu, kenapa juga dulu ikut-ikutan mbolos bareng temen temen kakek...*
cu...
belajarlah yang rajin, ingat ya cu, rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, *hihihi dogma mujarap sejak jaman kucing belum tumbuh bulu dari kakek buyutmu kie* pokoknya kamu harus jadi anak yang pinter, cari-duit-halal itu susahnya minta ampun cu, jadi jgn pernah buat bundamu nangis karena kamu keseringan mbolos dan yang ngakibatkan kamu sampe nga' naek kelas, kalo sekali sekali seh nga apa apa, dulu kakek juga sering mbolos kok, tapi khan yang penting nga' sampe ketahuan wali kelas *loh?*
sudah ya cu, mungkin coretan ini bakal terus kakek up date, karena kadang ide bagus itu munculnya belakangan *hihi*
kakek sudah ngantuk, kapan kapan di sambung lagi pesan dari kakekmu yang tidak-jelek-jelek-amat di flower city ini *bwuahaha-narsis mode on* ...kamu juga jangan mudah percaya dengan semua yang kamu baca, yang kamu tonton di televisi, semua cuma karya tangan...
...jaga bundamu baek-baek, ingat ya cu, sampe' kapanpun, surga tetep di bawah telapak kaki ibu... *tapi sampe' saat ini kakek belom juga tau, neraka itu ada di bawah telapak kaki siapa? cari tau ya cu...*
oh ya cu, hampir kakek lupa, setelah kamu baca ketikan kakek ini, tolong doakan kakek yak, semoga kakek dapet nenek yang baek buat kamu... ') *bhwuahahahaha*
Rabu, Februari 08, 2006
protagonis
pertanyaan yang sering aku ajukan buatmu sebenarnya bukan buat siapa siapa, itu buat diriku sendiri, seandainya saja kau-bisa-dan-mau menjawabnya dalam diam-pun, tentu aku tidak-akan-pernah-berhenti-mencari-untuk-bertanya
kericuhan dan dilematika yang terjadi di planet ini memang akan jadi benang-renungan-kusut-sebelum-tidur-nyenyak-ku, perdebatan demi perdebatan bermunculan, pembelaan demi pembelaan berloncatan, lalu asap hitam yang membumbung tinggi jadi gas oksigen yang menyakitkan buat planet kecilku ini, lalu semua terbakar, dan mungkin saja semuanya hanya-akan-bisa berhenti setelah planet ini berhenti berputar, lalu semuanya menjadi sunyi dan senyap... *semoga yang maha kuasa tidak lelah memutar gasing sumbu bumi, saat ini setidaknya ya allah*
hmmm, cuman masalah waktu sampe' orang pertama yang tidak berdosa terbunuh... keluar lingkaran dan mengamati mereka berteriak, sepertinya planet ini adalah arena matador, ini adalah lelucon gila tentang kebenaran *sesuatu yang ironically, problematika yang irasional... /:)
sebelum tidur, aku akan mencoba untuk terus memahami bahwa kalian semua itu sama, membatalkan pendapat orang laen harus dilakukan dengan pemikiran yang perlu direvisi sampe' 1001 kali kalo perlu, tidak ada yang lebih hebat dari siapa, bukan tentang siapa lebih jago dari siapa, siapa memaksa siapa, siapa menghormati siapa, ato' siapa di bawah siapa, seandainya semua mengerti, paham dan tidak-hanya-tahu *termasuk diriku juga-
harus merubahnya dari dalam diri sendiri, berbagi dan saling melindungi, tidak perlu berpikir-yang-panjang tentang sesuatu yang kamu anggap terlalu cerdas, tidak juga untuk sorot mata wajah kusut bocah kecil di bawah jembatan pasteur yang bersuara serak menyanyikan lagu yang-entah-apa-itu, rasanya tidak ingin cepat bergegas, berikan sajalah, lalu lupakan tangan kananmu itu
tidak, tidak perlu menutup mata, telinga dan mulut untuk membuat seseorang berhenti bertanya, tidak juga dengan kau
pikiran kakekku tidak harus sama denganku, hidup di jaman yang berbeda dengan pola pikir yang berbeda, ter-kondisi-kan sedemikian rupa sehingga semua menjadi tampak bias, nenek moyangku tidak harus memaksakan pola pikirnya, tetap menghormatinya dengan 'semoga mereka selalu tenang di ujung sana' dan tidak harus sedih melihat sepak terjang semua keturunannya dari kaca aquarium surga, tidak harus menjadi protagonis untuk mendapat riuh tepuk tangan penonton di bawah panggung ini
kesalahan nenek moyangku jelas bukan kesalahanku, dosa-dosa-ku juga bukan dosa milik kakekku, masing masing bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri, jadi jangan salahkan mereka karena dosa orang laen, seandainya semua bisa memahami ini dengan diam dan bijaksana...
dimana saja, kapan saja, dan siapa saja, semua orang itu sama, karena inilah saat yang tepat untuk tidak menciptakan musuh baru... meski melepas jubah tidak semudah yang dikira, identitas yang absurd! ...duh kah! kalo saja 'kebebasan' itu pake hati, pake nurani, pake emphati
kericuhan dan dilematika yang terjadi di planet ini memang akan jadi benang-renungan-kusut-sebelum-tidur-nyenyak-ku, perdebatan demi perdebatan bermunculan, pembelaan demi pembelaan berloncatan, lalu asap hitam yang membumbung tinggi jadi gas oksigen yang menyakitkan buat planet kecilku ini, lalu semua terbakar, dan mungkin saja semuanya hanya-akan-bisa berhenti setelah planet ini berhenti berputar, lalu semuanya menjadi sunyi dan senyap... *semoga yang maha kuasa tidak lelah memutar gasing sumbu bumi, saat ini setidaknya ya allah*
hmmm, cuman masalah waktu sampe' orang pertama yang tidak berdosa terbunuh... keluar lingkaran dan mengamati mereka berteriak, sepertinya planet ini adalah arena matador, ini adalah lelucon gila tentang kebenaran *sesuatu yang ironically, problematika yang irasional... /:)
sebelum tidur, aku akan mencoba untuk terus memahami bahwa kalian semua itu sama, membatalkan pendapat orang laen harus dilakukan dengan pemikiran yang perlu direvisi sampe' 1001 kali kalo perlu, tidak ada yang lebih hebat dari siapa, bukan tentang siapa lebih jago dari siapa, siapa memaksa siapa, siapa menghormati siapa, ato' siapa di bawah siapa, seandainya semua mengerti, paham dan tidak-hanya-tahu *termasuk diriku juga-
harus merubahnya dari dalam diri sendiri, berbagi dan saling melindungi, tidak perlu berpikir-yang-panjang tentang sesuatu yang kamu anggap terlalu cerdas, tidak juga untuk sorot mata wajah kusut bocah kecil di bawah jembatan pasteur yang bersuara serak menyanyikan lagu yang-entah-apa-itu, rasanya tidak ingin cepat bergegas, berikan sajalah, lalu lupakan tangan kananmu itu
tidak, tidak perlu menutup mata, telinga dan mulut untuk membuat seseorang berhenti bertanya, tidak juga dengan kau
pikiran kakekku tidak harus sama denganku, hidup di jaman yang berbeda dengan pola pikir yang berbeda, ter-kondisi-kan sedemikian rupa sehingga semua menjadi tampak bias, nenek moyangku tidak harus memaksakan pola pikirnya, tetap menghormatinya dengan 'semoga mereka selalu tenang di ujung sana' dan tidak harus sedih melihat sepak terjang semua keturunannya dari kaca aquarium surga, tidak harus menjadi protagonis untuk mendapat riuh tepuk tangan penonton di bawah panggung ini
kesalahan nenek moyangku jelas bukan kesalahanku, dosa-dosa-ku juga bukan dosa milik kakekku, masing masing bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri, jadi jangan salahkan mereka karena dosa orang laen, seandainya semua bisa memahami ini dengan diam dan bijaksana...
dimana saja, kapan saja, dan siapa saja, semua orang itu sama, karena inilah saat yang tepat untuk tidak menciptakan musuh baru... meski melepas jubah tidak semudah yang dikira, identitas yang absurd! ...duh kah! kalo saja 'kebebasan' itu pake hati, pake nurani, pake emphati
"kamu siapa?" kataku...
"aku adalah UFO!..." katamu
"dasar kamu itu teroris!" judge-ku pelan...
jember / memorial akhir 2004
"aku adalah UFO!..." katamu
"dasar kamu itu teroris!" judge-ku pelan...
jember / memorial akhir 2004
- - -" usia yang bertambah cuma sebuah hitungan mundur buat kita... "
sisa pulsa ku hari ini berkurang, semoga selalu datang kebaikan, mungkin aku harus bisa mencerna sesuatu hal yang aku anggap buruk, mencoba berpikir, mencoba mengembirakan diriku sendiri bahwa ini adalah rejeki dari tuhan dalam bentuk yang berbeda, semoga saja...
Jumat, Januari 27, 2006
dont ask me why...
kenapa matahari harus kembali lagi besok pagi, juga kenapa kerinduan ini harus diabaikan, itu sesuatu yang mudah bagi aku, seharusnya...
sapu tangan yang pernah aku titipkan tidak perlu kamu simpan, tapi juga jangan di buang, seandainya kain pel lantai di dapurmu sudah usang, bisa kau gunakan sebagai penggantinya...
jangan pernah lagi bertanya tentang kotak musik yang dulu pernah kamu berikan padaku, sebab sepasang sepatu usangku yang penuh lumpur itu masih tersimpan rapi disitu, dan tanah yang mengering di sol-nya belum sempat aku bersihkan, mungkin besok kalo sempat, kalo ingat...
panas bubur cair yang aku lahap pagi ini tidak pernah bisa menyisakan apa apa, kecuali ingatan rasa lapar ku pagi ini yang sedikit hilang, di udara pagi yang dingin ini, sedikit gerimis memang
juga jangan ditanya apakah petikan gitar klasik yang dulu pernah mengalun tidak merdu saat kita berteduh di bawah pohon kelapa itu masih ada, bukankan warna nadanya sangat berbeda jauh dengan musik hip hop yang membuat kamu harus mengoyangkan kepala?
jadi jangan pernah bertanya apakah masih ada yang tersisa dari kita...
matahari yang kembali di pagi hari memang seharusnya sudah seperti itu, panas cahaya nya masih seperti kemarin yang sudah sudah, tidak ada yang istimewa
...seharusnya memang tidak ada yang perlu disimpan, tidak perlu ada yang dibuang, tidak juga dengan air mata
ah, sudahlah...
sapu tangan yang pernah aku titipkan tidak perlu kamu simpan, tapi juga jangan di buang, seandainya kain pel lantai di dapurmu sudah usang, bisa kau gunakan sebagai penggantinya...
jangan pernah lagi bertanya tentang kotak musik yang dulu pernah kamu berikan padaku, sebab sepasang sepatu usangku yang penuh lumpur itu masih tersimpan rapi disitu, dan tanah yang mengering di sol-nya belum sempat aku bersihkan, mungkin besok kalo sempat, kalo ingat...
panas bubur cair yang aku lahap pagi ini tidak pernah bisa menyisakan apa apa, kecuali ingatan rasa lapar ku pagi ini yang sedikit hilang, di udara pagi yang dingin ini, sedikit gerimis memang
juga jangan ditanya apakah petikan gitar klasik yang dulu pernah mengalun tidak merdu saat kita berteduh di bawah pohon kelapa itu masih ada, bukankan warna nadanya sangat berbeda jauh dengan musik hip hop yang membuat kamu harus mengoyangkan kepala?
jadi jangan pernah bertanya apakah masih ada yang tersisa dari kita...
matahari yang kembali di pagi hari memang seharusnya sudah seperti itu, panas cahaya nya masih seperti kemarin yang sudah sudah, tidak ada yang istimewa
...seharusnya memang tidak ada yang perlu disimpan, tidak perlu ada yang dibuang, tidak juga dengan air mata
ah, sudahlah...
Selasa, Januari 24, 2006
you're gorgeous
remember that tank top you bought meyou wrote 'you're gorgeous' on it
you took me to your rented motor car and filmed me on the bonnet
you got me to hitch my knees up and pulled my legs apart
you took an instamatic camera and and pulled my sleeves around my heart
because you're gorgeous I'd do anything for you
because you're gorgeous our love will see us through
because you're gorgeous I'd do anything for you
because you're gorgeous I know you'll get me through
you said my clothes were sexy, you tore away my shirt
you rubbed an ice-cube on my chest snapped me 'til it hurt
you said i wasn't cheap. you paid me twenty pounds
you promised to put me in a magazine on every table in every lounge
because you're gorgeous I'd do anything for you
because you're gorgeous our love will see us through
because you're gorgeous I'd do anything for you
because you're gorgeous our love will see us through
because you're gorgeous I know you'll get me through
i know you'll get me through
what?? stephen 'baby bird' jones is not a grunge people??
SKIP!!
Senin, Januari 09, 2006
tanpa paragraph
» pk. 03:00 dini hari, lapar tapi males keluar karena hujan, aku dan si ahmed belom sempet makan seharian, proxynet terlalu penuh, juga semua tampilan di layar monitor ini membuat kita lupa makan, entah apa yang kita lakukan...
» pk. 05:00 pagi aku baru bisa tidur, nonton pelm sariban *dulu aku kecil, harus nyewa video kaset yang tebel itu kalo pengen nonton pelm ecek-ecek yang heroik ini*
» jasadku melemah, lalu Zzzzz... *nyenyak itu memang hebat*
» pk. 06:00 pagi siemens berdering
*arrgght, masih juga satu jam lelapku*
"aku sudah hampir sampe bandung neh..." kata suara di seberang
*aku masih amat-sangat mengantuk*
"iyak, bentar lagi aku berangkat" ujarku
» tanpa cuci muka aku bergegas, aku tidak ingin temanku menunggu terlalu lama, pagi ini aku harus njemput seorang teman di stasiun kereta api yang tiba di stasiun bandung sekitar jam 6 s/d jam 7-an *aku masih amat-sangat mengantuk*
"iyak, bentar lagi aku berangkat" ujarku
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
*Grrrr... ternyata mesin vLa nga mau hidup*
» huh, pagi pagi begini vLa pake acara mogok, Arrggtt...
» d'vLa yang mogok harus di tuntun dari depan ledeng menuju SPBU jalan setia budi
» jalanan macet, rayapan mobil mobil mewah itu sangat menghambatku
» isi bensin di SPBU jalan setia budhi
» vLa tetep aja ngadat, mungkin karena businya kotor, pikirku
» nuntun vLa dari SPBU nyari bengkel terdekat
» vLa di tolak di bengkel mobil "dibengkel sebelah aja mas" kata pemilik bengkel
» 01/09/2006 07:10 siemens berbunyi
» vLa masuk bengkel di depan pizza hut di jalan setia budhi, dekat pertigaan cihampelas dan siliwangi
» temanku sudah sampe bandung dan sekarang lagi menungguku di depan stasiun
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
» 01/09/2006 07:35 siemens berbunyi lagi
» busi di bersihkan, tapi tetep aja vLa mogok
» karbulator di bongkar dan disemprot kompresor sana sini
*lalu si pemilik bengkel bertanya*
"mas nuntun dari ledeng?"
"iyak"
"wuih kok jauh? masih kuliah mas?"
"iyak saya di UPI"
*maksudnya saya di ledeng deket UPI tapi kalo pas nongkrong di kafe UPINET aja*
"fakultas apa mas?"
"tehnik elektro" *elektro jurusan pengolahan makanan arus deras* :p
"mas kenal sama si anu nga?"
"wah saya angkatan baru, saya nga' kenal mas.."
*njrit neh anak, pake introgasi segala, cepetan dunk di benerin motor ku, keburu neh!...*
*+20 menit terlewati*"mas nuntun dari ledeng?"
"iyak"
"wuih kok jauh? masih kuliah mas?"
"iyak saya di UPI"
*maksudnya saya di ledeng deket UPI tapi kalo pas nongkrong di kafe UPINET aja*
"fakultas apa mas?"
"tehnik elektro" *elektro jurusan pengolahan makanan arus deras* :p
"mas kenal sama si anu nga?"
"wah saya angkatan baru, saya nga' kenal mas.."
*njrit neh anak, pake introgasi segala, cepetan dunk di benerin motor ku, keburu neh!...*
» mesin vLa mulai meraung *hiperbola*
» Rp 10.000 masuk kantung celana si pemilik bengkel
*oke, sekarang urusan dah selesai, kick starter, dan aku bergegas menuju stasiun*
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
» belum satu kilometer vLa mogok lagi
*anjing! ini pasti businya minta di ganti*
» di tolak *lagi* di bengkel onderdil mobil
» vLa masuk lagi bengkel sepeda motor
» beli busi dan langsung mengantinya, tapi vLA tetep aja mogok
*ternyata tangki bensin vLa kemasukan aer habis kehujanan tadi malam*
» tangki bensin vLa dan karbulator di bongkar *lagi!*
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
» 01/09/2006 07:50 waktu siemens
» tombol siemens di ketik
bos, aku dah keluar bengkel, tp mogok lg, wes gini aja, km balik aja naek angkot yak, aku ada dbengkel cihampelas neh, maap yak, juancuk ki sepeda... *lah kok malah nyalahin vLa seh? ya kamu itu nga ngerawat dengan baek*
» nunggu vLa sambil minum fanta-merah-dingin satu botol
» si aa' montir mengeluarkan semua tetes aer hujan di dalam tangki bensin de vLa
» 2 batang surya 16, dan semua nikotin-nya menyublim ke udara, benda ini pasti cepat ato' lambat membunuhku...
» tombol siemens di ketik lagi
bro gin, tadi kalburatornya, skrng gantian tangkinya yg dilepas, akeh banyune.. juancuk dadi ngathak kie..
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
» vLa di test drive ama aa' montir *oke seep...*
» Rp 45.000 masuk ke kas bengkel motor
» Rp 2.500 masuk ke kas warung yang jual fanta
» 01/09/2006 08:16 siemens berbunyi lagi
» setelah nunggu 1/2 jam, mesin vLa tidak meraung lagi, tapi menggelegar *hiperbola lagi*
» oke urusan vLA sekarang pasti dah beres *semoga!*
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
» vLa 'melesat' meninggalkan bengkel
» vLa berhenti di SPBU pertigaan cipaganti
» Rp 20.000 buat masuk ke kas SPBU
» vLa meninggalkan SPBU cipaganti
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
» dari kejauhan terlihat orang berkerumun
» rupanya ada razia sepeda motor di pertigaan cipaganti - setiabudi
"mana surat suratnya?"
*aku dengan kalem mengeluarkan SIM dan STNK*
"mana lampu sein nya? kamu tau nga' itu pelanggaran berat!?!"
*Aarrrgghttt bro'Q ...kenapa juga kamu lepas lampu sein depan itu*
"kamu bisa di denda 75 ribu..." tambahnya, sambil jari telunjuknya menuding sebuah pasal di kertas tilang
*hah?? taik bener ini polisi!*
» berkelahi itu bukan solusi, apalagi ada satu batalion di sekitarku, aku berjanji tidak akan aku ulangi lagi kalo dulu di desa aku hampir cek in di hotel prodeo polres jember, di jalanan markas tebek aku harus berkelahi dengan serdadu AD, dan tendangannya membuat laras sepatu itu sempat mampir di dagu ku dan membuat si nossa terpelanting 2 meter, juga sore itu di pantai lampon banyuwangi saat aku dan beberapa marinir AL merubah pasir pantai menjadi dojo, sehingga bibir atasku robek 2 senti dan muka si nino harus bonyok karena tamparan.. *Ggrr.. dasar serdadu, beraninya keroyokan**aku dengan kalem mengeluarkan SIM dan STNK*
"mana lampu sein nya? kamu tau nga' itu pelanggaran berat!?!"
*Aarrrgghttt bro'Q ...kenapa juga kamu lepas lampu sein depan itu*
"kamu bisa di denda 75 ribu..." tambahnya, sambil jari telunjuknya menuding sebuah pasal di kertas tilang
*hah?? taik bener ini polisi!*
...tapi ini di sunda, kota bandung terlalu damai untuk berselisih dengan kopral jelek dihadapanku ini, cuma 'ceramah' bro'Q yang bisa membuat aku "he-em, baek kakak..." *sambil nginjek-nginjek bro'Q* ^^
*aarrrgght, oke oke... cuma satu cara untuk menutup moncong kopral jelek berkostum karnaval coklat itu*
"mas, saya cuma punya duit 30 ribu, ambil 20 ribu-nya dan sisanya buat saya beli bensin, oke?"
"oke!" sahutnya cepat, mantap dan padat...
*kesepakatan yang amat-sangat-singkat, kalo mata udah liat duit, banyak hal yang bisa di 'OKE!'-khan oleh mulut yak? dia pikir, si bangsat itu bisa jadi orang kaya karena ini? huh!*
» ini untuk ketiga kalinya aku di 'tilang' pihak kepolisian bandung"mas, saya cuma punya duit 30 ribu, ambil 20 ribu-nya dan sisanya buat saya beli bensin, oke?"
"oke!" sahutnya cepat, mantap dan padat...
*kesepakatan yang amat-sangat-singkat, kalo mata udah liat duit, banyak hal yang bisa di 'OKE!'-khan oleh mulut yak? dia pikir, si bangsat itu bisa jadi orang kaya karena ini? huh!*
» Rp 20.000 masuk kantong celana kolor warna coklat si kopral
» penat dan ngebut secepat cepatnya, kalo sudah begini, aku amat-sangat-merindukan kasur bengkel proxynet yang tidak empuk itu, dengan mesin P3 800 yang konek ke seluruh dunia itu, dan menyumpal ke dua gendang tipis telingaku dengan winamp
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
hmmm, kadangkala aku menjalani hari hariku tanpa paragraph seperti semua ketikan ediot diatas, kadang aku menjalani hariku tanpa dewi fortuna di sampingku
tanpa keberuntungan-keberuntungan dari malaikat kecil di jantung ku
tidak, tidak, aku sedang tidak ingin protes
aku cuma pengen istirahat
hariku sedang buruk...
Minggu, Januari 08, 2006
aditif
...kok nga' jualan kang? tanyaku
iya mas her, sepertinya mau bangkrut neh... berita tentang formalin di tipi mbuat daganganku nga' laku, kemaren duit modal 400 ribu udah abis, padahal baso'ku nga' tak campurin apa apa.. sumpah! anak anak kuliah itu sering dateng ke rumah kok dan ngeliat bagaimana cara aku mbuat baso'...
iya mas her, sepertinya mau bangkrut neh... berita tentang formalin di tipi mbuat daganganku nga' laku, kemaren duit modal 400 ribu udah abis, padahal baso'ku nga' tak campurin apa apa.. sumpah! anak anak kuliah itu sering dateng ke rumah kok dan ngeliat bagaimana cara aku mbuat baso'...
siang tadi, muka kusut abang tukang baso di samping proxy masih jelas sekali di ingatanku, dia sedang merugi karena pentol baso' buatannya tidak laku dijual, dia adalah salah satu dari sekian banyak tukang jual baso' di planet endonesa ini yang terkena imbas dari pemberitaan media tentang kandungan formalin pada bahan makanan, berita2 gencar tentang kandungan formalin *disebut juga formaldehida- oleh media masa karena survei dari BPOM yang mengatakan bahwa sekitar 70% mie basah yang ada di pasaran mengandung formalin sebagai bahan pengawetnya, secara keseluruhan dari + 700 contoh bahan makanan yang diambil di Jawa, sulawesi selatan, dan lampung, 56% mengandung formalin yang dipakai sebagai bahan pengawet, dan bukan tidak mungkin jenis makanan yang lainnya melakukan hal yang sama, contohnya ya jajanan baso' pinggir jalan yang di jual si abang tukang baso' itu tadi, bahkan meskipun dia ber-sumpah-palapa bahwa baso' buatannya 100% nga' pake adiktif tapi tetap saja ketakutan konsumen terhadap pemberitaan media tidak bisa di cegah
jadi inget, ini berita yang sama saat dulu *sekarang juga- gencar di berita-kan bahwa banyak pedagang baso' yang menggunakan asam boraks, sebenarnya kedua bahan tambahan makanan tersebut bukan termasuk food additives, sehingga sangat dilarang penggunaannya pada pengolahan makanan apa pun. Kedua bahan tersebut dilarang penggunaannya karena bersifat racun terhadap konsumennya, memberat, mengendap dan mengkristal di dalam tubuh, seperti masa lalu yang suram *halah!* :-j
pemakaian formalin pada makanan dapat menyebabkan keracunan pada tubuh manusia. gejala yang biasa timbut antara lain sukar menelan, sakit perut akut disertai muntah-muntah, mencret berdarah, timbulnya depresi susunan saraf, atau gangguan peredaran darah. konsumsi formalin pada dosis sangat tinggi dapat mengakibatkan konvulsi, haematuri, dan haimatomesis yang berakhir dengan kematian, malah injeksi formalin dengan dosis 100 gram dapat mengakibatkan kematian dalam waktu 3 jam.
hal yang sama juga terdapat pada boraks, boraks juga dapat menimbulkan efek racun pada manusia, tetapi mekanisme toksisitasnya berbeda dengan formalin. toksisitas boraks yang terkandung di dalam makanan tidak langsung dirasakan oleh konsumen. Boraks yang terdapat dalam makanan akan diserap oleh tubuh dan disimpan secara kumulatif dalam hati, otak, atau testis, sehingga dosis boraks dalam tubuh menjadi tinggi Pada dosis cukup tinggi, boraks dalam tubuh akan menyebabkan timbulnya gejala pusing-pusing, muntah, mencret, dan kram perut. Bagi anak kecil dan bayi, bila dosis dalam tubuhnya mencapai 5 gram atau lebih, akan menyebabkan kematian. Pada orang dewasa, kematian akan terjadi jika dosisnya telah mencapai 10 s/d 20 gram atau lebih [Winarno dan Rahayu, 1994]
itu sebabnya DIANJURKAN, bahan adiktif sintetis apapun TIDAK USAH digunakan sama sekali dalam pengolahan, meskipun dulu aku harus mengunakan natrium tripolifosfat untuk olahan daging tengiri karena tuntutan prosedur skripsi *ini bukan salahku, ini semua salahmu wahai engkau ibu pembimbing mata kuliah 4 sks
# bahan tambahan makanan yang termasuk kelompok diragukan kehalalannya ***
| aditif & kode | asal / pembuatan | fungsi | contoh produk |
| potasium nitrat (E252) | dapat dibuat dari limbah hewani atau sayuran | pengawet, kuring, mempertahankan warna daging | sosis, ham, dutch cheese |
| L-(+)-asam tartarat (E334) | kebanyakan sebagai hasil samping industri wine | antioksidan, pemberi rasa asam | produk susu beku, jelly, bakery, minuman, tepung telur, wine, dll. |
| turunan-turunan asam tartarat E335, E336, E337, E353 (dari E334) | dapat berasal dari hasil samping industri wine | antioksidan, buffer, pengemulsi, dll | sama dengan di atas |
| gliserol/gliserin (E422) | hasil samping pembuatan sabun, lilin dan asam lemak dari minyak/lemak (dapat berasal dari lemak hewani) | pelarut flavor, menjaga kelembaban (humektan), plasticizer pada pengemas | bahan coating untuk daging, keju, cake, desserts, dll |
| asam lemak dan turunannya, E430, E431, E433, E434, E435, E436 | dapat berasal dari turunan hasil hidrolisis lemak hewani | Pengemulsi, penstabil, E343:antibusa | produk roti dan cake, donat, produk susu: es krim, desserts beku; minuman, dll |
| pengemulsi yang dibuat dari gliserol dan/atau asam lemak (E470 - E495) | dapat dibuat dari hasil hidrolisis lemak hewani untuk menghasilkan gliserol dan asam lemak | pengemulsi, penstabil, pengental, pemodifikasi tekstur, pelapis, plasticizer, dll | snacks, margarin, desserts, coklat, cake, puding |
| edible bone phosphate (E542) | dibuat dari tulang hewan | anti caking agent, suplemen mineral | makanan suplemen |
| asam stearat | dapat dibuat dari lemak hewani walaupun secara komersil dibuat secara sintetik | Anticacking agent | |
| L-sistein E920 | dapat dibuat dari bulu hewan/unggas dan di Cina dibuat dari bulu manusia | bahan pengembang adonan, bahan dasar pembuatan flavor daging | tepung dan produk roti, bumbu dan perisa (flavor) |
| wine vinegar dan malt vinegar | masing-masing dibuat dari wine dan bir | pemberi flavor | bumbu-bumbu, saus, salad |
kita, endonesa kita ini, harusnya merasa malu dengan temuan yang sangat tidak lucu itu, ketika negara laen sudah sangat-begitu-menjaga keamanan makanannya dan bahan pengawet menurut HACCP *dikampus dulu namanya hasep, kalo di bandung namanya asep- kita harus merasa sangat terkebelakang dengan adanya pengakuan atas 'temuan' yang mengejutkan itu. ketika di negara-negara maju orang sudah menjaga keamanan makanan dan bahan pangan menurut kaidah HACCP, ternyata di endonesa kita ini masih terpelanting dengan isu formalin di dalam tahu *entah itu tahu sumedang si erin ato' tahu lontong bikinan ibu lotheq di depan proxynet, siapa yang tahu? dasar tahu! :D
kalo boleh jujur, kalo pengen sehat, seharusnya-dan-sebaiknya tidak boleh ada setetespus bahan aditif sintetis dalam pengolahan makanan, tapi kenyataannya dunia bisnis menuntut seorang produsen makanan melakukan hal itu, kalo kamu beli sepotong tahu, pasti kamu menginginkan tahu yang tidak bau, tahu yang tidak mudah hancur dan tahu yang sedikit kenyal, padahal tidak mungkin hal itu bisa terjadi mengingat tahu yang berkadar air tinggi, tidak mungkin bisa bertahan lebih dari 12 jam tanpa pengawet, oleh karena itu dengan 'sedikit' sentuhan pengawet, tekstur tahu menjadi bagus, tidak mudah pecah, konsumen puas, dan sang produsen pun dapet untung, jadi siapa yang salah? siapa yang meng-'legal'-kan?
lalu apa kamu pikir mie instan yang kamu makan sehat? *ngelirik guppy, kamu pikir sambal, kecap dan saus ABC yang kamu makan bergizi tinggi? *ngelirik bro Q, kamu pikir silverQueen yang kamu makan ber-vitamin? *kalo yang ini aku terpaksa ngelirik si tukang silat itu ...dan begitu juga dengan semua makanan yang di jual di semua toko, misalnya sosis, sarden, nugget, bumbu instant, susu kaleng, mi instan, dll, etc, dsb, dkk...
sepertinya tidak harus ada tanda TAHU DI TOKO INI BEBAS FORMALIN dengan tanda tangan ketua RT di setiap depan toko penjual tahu, dan abang tukang baso' disamping proxynet seharusnya tidak perlu mencetak BASO' DAGING SAPI INI BEBAS FORMALIN 100% halal di kaca gerobaknya kalo' sang produsen tau bener bagaimana cara mengolah makanan yang baek dan sehat itu...
mungkin ini semua cuman retorika, tapi kenyataannya memang sulit, untuk memutus/mengawasi mata rantai penjualan zat aditif makanan tidak semudah yang di bayangkan...
dan mungkin itu sebabnya bunda selalu berpesan "kalo makan di luar jangan sembarangan ya mas..." *tapi kalo' perut lapar, semua cacing rakus yang ber-demonstrasi-masa ini bisa kompromi dengan-apa-saja kok bunda...
* dari berbagai sumber, sedikit ingatan yang semakin tumpul, dan juga dari buku yang di beli dari tukang loak di trotoar jalanan bandung sore itu...
Selasa, Januari 03, 2006
jember dan banjir
up date : 04:25 | minggu 8 januari 2006
*foto ada disini...
- - - - - - - - - - - - - - - - - - -
» jawa post
http://www.jawapos.co.id/- - - - id=6131
» radar jember
http://www.jawapos.co.id/- - - - &id=91
» liputan 6
http://liputan6.com/- - - - ,1136171106.html
» detik
http://www.detiknews.com/in- - - - /idkanal/10
http://www.detik.com/ - - berita foto - &id=1
» metro tv
http://www.metrotvnews.com/- - - - =8390
» pikiran rakyat
http://www.pikiran-rakyat.co.id/- - - - 0101.htm
» kompas
http://kompas.com/utama/- - - - 13653.htm
cuma bisa diam, membaca kata kata dilayar monitor, nge blog, ngumpulin 'sedikit' berita, dengan 'sedikit' berdoa... apa ini bisa 'sedikit' berguna?
hmmm, 'april mop' yang mengejutkan awal januari untuk desaku tercinta...
Senin, Januari 02, 2006
terompet kertas
...hujan, di luar hujan, sama seperti tadi malam pas di langit banyak berloncatan bunga api, tapi tidak satupun orang orang di sekitarku menikmati pemandangan langit malam yang jarang terjadi itu, karena mereka semua pada mem-fokus-kan diri dan ber-konsentrasi dengan tusukan sate-kambing-nya masing masing *lumayan sate kipasan-ku khan ndesz? :p -
bunyi terompet yang panjang dan nyaring kemaren malam juga tidak begitu mengejutkanku, karena siang harinya, hampir semua anak di lingkungan tempat tinggalku, berlomba-lomba meniupkannya, riuh bersahutan, yang terdengar paling keras mungkin itu yang jago pikirnya, sebuah pemandangan yang langka dan lucu buatku, mata mata polos itu pasti tidak akan pernah bisa menjelaskan bahwa kegaduhan yang mereka buat sangat menggangu tidur siang para tetangganya, "whatta hell, emang gue pikirin..." mungkin begitu pikirnya *heheh ayo ade' ade' teruskanlah, tiuplah yang kencang, ganggu saja tidur siang bapak-gendut-berkumis di rumah warna hijau itu, hayuh lakukanlah!!..." sorakku dalam hati *hueheuheue
masa kecilku tidak banyak kuhabiskan untuk meniup terompet taun baru, dulu aku, bro'Q kecil, dan ade-ade' perempuanku harus menukarkan botol botol bekas agar bisa mendapat sebuah terompet kertas yang di bawa oleh abang tukang loak itu, dengan ber-sepeda jengki (kebo's circle), si abang tukang loak keliling komplek untuk ber-barter-risasi (EYD-kah?) barang bekas berupa botol, koran, dan sebagainya, dengan sebuah terompet kertas, dan itu tidak harus pas taun baru, saat si abang melintas, kita berempat serentak menggeledah seluruh isi rumah untuk menemukan botol kecap bekas yang bisa di tukarkan dengan terompet kertas itu, masa kecil yang lucu, dan aku melihatnya lagi sekarang di depan mataku, seperti sebuah rekaman video, sebuah ingatan masa lalu yang ada di raut wajah kecil dan sinar mata mata polos itu... "hayuh de'!! tiuplah yang kencang, ganggu saja tidur siang bapak-gendut-berkumis di rumah warna hijau itu, buat marah semua orang dengan suara terompetmu, kapan lagi kamu bisa melakukannya!?! *but, i'm not on your back- :D
awal tahun ini mungkin tidak jauh berbeda seperti awal tahun yang lalu ...dengan datangnya tahun yang baru, dengan harapan yang baru, dengan semua doa masing masing di dalam hati bahwa di tahun 2006 nanti semua hari bisa dilewati dengan kebaikan dan keberuntungan...
semoga besok menjadi lebih baek, semoga cerita tahun ini bukan tentang kesedihan-kesedihan, semoga negara ini bisa mengatasi semua keadaan *nga' harus nunggu aku jadi presiden-nya khan? semoga semua saudara dan orang di sekitarku tetep sehat, semoga bunda tetep sehat, semoga..........
ah, terlalu panjang contekan daftar semoga ku buat Tuhan...
selamat taon baru Tuhan... apakah ada yang jual terompet kertas taon baru di sana? apakah di surga juga ada riuh terompet kertas dan percikan kembang api?
selamat taon baru buat kalian semua, tidak ter-kecuali...
Langganan:
Postingan (Atom)
there's no black and white in the blue..
