Senin, Juli 24, 2006

singaraja

saat aku mencari tau tentang gempa kemaren di singaraja ternyata meninggalkan cerita gempa di desa seririt, singaraja tahun 1979 - - - -

mbah djlantik -macak sangarberita berita yang aku search di google ini juga yang membawa aku menuju URL "Djlantik" *koyok jenenge manuk wae yo? :p* nama ini punya sejarah yang panjang rupanya, nama wayah -kakek- di bali juga Djlantik, nama ini merupakan nama belakang seorang patih dari kerajaan buleleng, sebuah kerajaan yang berasal dari desa tempat dulu aku kecil mak-bejundul dengan-sangat-lutju-sekali :p

dan dari URL itu juga aku baru tau hubungan antara singaraja dan singapura...
ternyata Sir Stamford Raffles seorang sejarawan dan budayawan Inggris yang pernah menjabat Gubernur Jendral di Jawa (1811) yang terkenal sebagai pendiri kota dan negara singapura pernah ada keinginan untuk membangun kota singapura di buleleng

mbah Raffles adalah seorang bule inggris yang menyukai keindahan alam dan budaya pulau bali setelah sempat mengunjungi pulau mungil ini di tahun 1811. lalu mbah raffles datang lagi ke bulelelng untuk mengajak kerja sama mbah gusti gede karang membangun kota pelabuhan dengan nama singapura

rupanya mbah raffles tergiur melihat ramainya pelabuhan buleleng dengan lokasi yang dilihatnya sangat strategis di antara kepulauan nusantara. memang buleleng jaman itu sedang jayanya dari hasil monopoli candu dan penjualan budak. *aarrghhtt! memalukan!* raja buleleng, mbah i gusti gde karang rupanya tertarik namun tidak bisa dilaksanakan, karena mbah raffles sendiri sangat menentang penjualan budak. diantara cinta dan dendam *halah!* pada tahun 1814, mbah raffles membawa kapal perang inggris ke buleleng, namun tidak terjadi pertempuran.

pada malam hari, rabu, 24 Nopember 1815 terjadi musibah bencana alam di buleleng. Beberapa desa tertimbun lumpur dengan penghuninya, ada yang hanyut kearah laut bersama penduduknya.

karena kecewa tidak bisa mengembangkan kota pelabuhan di pulau bali, si mbah raffles mengembangkan kota (pelabuhan) singapura tahun 1819. sedangkan di buleleng berkembang kota yang bernama singaraja bukan singapura

setelah itu mbah i gusti gde karang membuka lahan dan membangun istana baru, terletak di sebelah Barat jalan, berseberangan jalan dengan puri buleleng yang dibangun mbah ki gusti pandji sakti, kakek buyutnya si mbah i gusti ketut jlantik
...dan istana yang baru di bangun ini di beri nama singaraja cikal bakal dari kota tempat panglima perang dwipayana dilahirkan ')

3 komentar:

  1. hohoho...koq bahasa yg digunakan aneh bin ajaib yak....
    udah di search di gugel ga ada juga...
    tolong mbah gugel...tolong translate tulisan itu untuk saya yak....')

    *nyengir*

    BalasHapus
  2. wuFF...mas programer skarang jadi sejarawan yakz ?
    *pLoK pLoK pLoK*
    presentasi yang bagus

    BalasHapus
  3. cahya : punten.. namanya ajah bahasa langit de', susah ngejelasinya euy kalo' ama orang awam eta mah... ')

    NoY : aku ini cuman seorang petani yang masih dan selalu inget tanah kelahirannya ajah kok ndesz, mungkin karena aku adalah durian yg akan selalu inget kulitnya... *inget untuk menimpuknya ke jidatmuh... 'p

    BalasHapus