tas merah sisa perjuangan waktu jaman masih-jadi-ilmuwan itu masih ada di dekapanku saat hujan turun rintik rintik, udara sore ini di bandung sedikit mendung, tas merah yang dulunya berisi jas lab, buku tebal, dan catatan pinjaman kini di dalamnya berisi tabung printer laser yang baru saja aku isi di BEC, aku harus usahakan jangan sampe' basah
hujan sepertinya tidak bisa di tembus, semakin deras, mungkin untuk sementara berteduh di depan gedung megah yang penuh barang elektronik ini jadi solusi yg baek, menghabiskan sedikit waktu untuk berteduh menunggu hujan reda dengan digital player di saku jaket sepertinya bisa sedkit menghilangkan kebosanan sore ini, aku bukanlah yang satu satunya berteduh di depan gedung megah ini, karena di kiri-kanan ku tampak pengunjung BEC yang sepertinya tidak sabar menunggu hujan reda, terlihat jelas dari raut dimukanya
tampak berlarian para penjaja ojek payung yang menawarkan jasa sewa payung kepada para pengunjung BEC yang ingin menembus hujan sore ini, mayoritas usianya masih anak anak sekolah, dengan baju yang basah dan terlihat mereka mengigil kedinginan, ya bandung sore ini memang menjadi lebih dingin di tambah hujan di akhir bulan juli ini
terlihat juga ada beberapa orang yang menyepakati harga sewa payung lalu bergegas pergi dgn di iringi langkah kecil si pemilik payung, mengekor di belakang si penyewa, kehujanan, mengigil kedinginan...
kalo dulu aku kecil saat di kampung, bunda selalu marah saat tau ada anak-anak nya yang bermain air hujan sambil bersorak sorak bisa berbasah basahan dengan teman sepermainannya, masih ingat dulu, untuk bisa bermain air hujan aku dan bro Q harus mengendap endap keluar rumah agar bunda tidak memergoki kami bermain air hujan, "...nanti bisa sakit kamu!" kata bunda, yang repot pasti bunda juga kalo anak anaknya demam ato' pilek karena air hujan... ingatan yang masih sangat manis
hujan belum juga reda...
mengamati para ojek payung itu berlarian di belakang penyewa payungnya, sedikit membuatku berpikir, kenapa si penyewa tidak mengajak anak si pemilik payung itu berpayung dan berjalan bersama menembus hujan? kenapa membiarkan mereka mengikuti dari belakang dan basah kuyup kehujanan? kenapa para penyewa payung itu tidak seperti bunda dan berkata "jangan hujan hujanan, nanti kamu sakit..."
ah, cuma pikiran yg mengada ada mungkin, tapi sorot mata berbinar anak anak si pemilik payung saat ada seseorang yang menyewa jasa payungnya membuatku berpikir lain, mereka ternyata cukup bahagia, cukup bahagia karena tidak terlalu banyak ambil pusing di drama kehidupannya di tengah hujan sore ini, mungkin...
mungkin setelah hujan reda, ada beberapa lembar uang ribuan yang bisa di bawa pulang oleh anak anak ojek payung itu, sambil bersorak, " bunda aku dapat duit dari air hujan..."
belum usai juga lamunanku tentang ojek payung saat tiba tiba seorang satpam yang membawa detektor logam, menegur semua pengunjung -termasuk aku untuk- tidak duduk di depan gedung BEC ini, amat-sangat mengesalkan, memang apa ruginya kalo' para pengunjung duduk di pelantaran sambil menunggu hujan reda? apa bangunan gedung ini akan roboh? apa omset penjualan barang elektronik akan turun? ato' mungkin kami yang berteduh bisa merusak pemandangan alam? bah!
ah, nasibku sore ini ternyata tidak sama dengan penjual sayur di depan proxy setiap pagi, dan satpam pembawa detektor logam tidak bisa disamakan dengan para proxy crew yang rata rata memang baek hati
lalu, hujan mulai sedikit reda.. aku menembusnya untuk membeli satu pak rokok yang aku pikir bisa mendramatisir gerimis hujan sore ini, dan bergegas menuju pelantaran parkir untuk menyalakan mesin d'vLa, bergegas aku balik pulang dengan kecepatan rendah berharap rintik hujan sore ini bisa sedikit menyapu raut wajahku yang terlalu banyak rekaman drama di setiap guratanya... digital player yang menyumpal gendang telinga masih mengalun, sore ini bandung terlihat bersih, kadang aku berpikir kota ini terlalu menyenangkan untuk ditinggalkan
nah loh, drama lagi khan?
ah, DRAMA! DRAMA! DRAMA!
...kenapa kamu tidak pake jas hujan mu yg terbuat dari guntingan plastik bekas penutup kasur, yang biasanya sering kau paki saat jadi tk becak di TP doeloe..
BalasHapusikanterie : entah kemana jas-hujan-guntingan-plastik-bekas-penutup-kasur itu, terakhir aku melihatnya saat kamu kenakan untuk penelitian di laboraturium pengendalian mutu, mungkin lupa kau kembalikan padaku... humm, ambil sajalah, simpan yang rapi, agar kau selalu mengingatku bro'...
BalasHapuswaw...pacaran bek ikanterie tah sampe perlu di ingaD ingaD barang...dengan mengingaDmu iku seperti mimpi buruk penk...
BalasHapusmwa mwa pret...
...jangan hujan2an,,tar klo sakit khan yg repot ibu "RT" juga...\:D/
BalasHapus*'p
posting postiiiiiiiiNG...!!!
BalasHapusWhat a nice site! , you have been working very hard!
BalasHapusSorry about the first entry. My fingers don't always go where they should.
BalasHapusIt was a great pleasure for me to visit and enjoy your site. Keep it running!
BalasHapusHappy New Year! See U!
BalasHapus