Kamis, Desember 29, 2005

hadapi dengan senyuman


hadapi dengan senyuman
semua yang terjadi
biar terjadi
hadapi dengan tenang jiwa
semua kan baek baek saja

bila ketetapan tuhan
sudah di tetapkan
tetaplah sudah
tak ada yang bisa merubah
dan takkan bisa berubah

relakanlah saja ini
bahwa semua yang terbaik
terbaik untuk kita semua
menyerahlah untuk menang

*.mp3 > hadapi dengan senyuman | dewa 19


lirik singkat lagu ini sedikit mengingatkan aku, mungkin kamu, mungkin kita? untuk-selalu-bisa pasrah, mengingat tuhan dengan segala keterbatasan kita yang cuma seonggok-daging-mentah-berjalan ini, mengingatkan bahwa kita memang bukan-siapa-siapa di hadapannya

di malam yang larut, berlutut, berdoa, lalu menangis dan keluarlah dialog kecil dari dasar-palung-hati-yang-terdalam "ampuni aku tuhan, ampun... sudah, jangan kau cobai aku lagi..." meski malam itu, tuhan tetap saja tersenyum-dengan-diam...

mimik kapucino panas pas dingin itu huenakkemudian udara malam terlewati, berganti dengan udara pagi, lalu kita terbangun, membuka jendela kamar dan mengingat tetesan air mata tadi malam, sebuah ingatan kecil bahwa kita memang-harus-selalu-bisa berbuat baek terhadap orang laen, dan berharap agar orang laen juga melakukan hal yang sama terhadap kita, nga' pernah ada yang salah dengan sebuah harapan, cuma itu yang bisa membuat kita berjalan lebih cepat, kemudian ada sebagian yang bicara tentang benang-merah-hidup, suatu keadaan dimana kita mau-tidak-mau-harus menerimanya, membesarkan ruang hati, meng 'hide extension' semua data file ber-extensi *.isme kita dalam-dalam, untuk bisa legowo, untuk bisa ikhlas, untuk bisa pasrah, setidaknya kita bisa berdamai-dengan-diri-kita-sendiri bahwa semua pasti ada ujungnya, nice guy finish last... semuanya mendewasakan, mencoba percaya akan ada kebaikan di baliknya, entah kapan...

ada saat kita merasa amat sangat penat, lalu seseorang berkata "...hadapi dengan senyuman", ada saat kita ingin marah, lalu seseorang berkata "...hadapi dengan senyuman", ada saat dimana kita merasa begitu putus asa, lalu seseorang berkata "...hadapi dengan senyuman" ...lalu sebagai pembelaannya, dilemparkanlah senyuman yang ter-manis dari senyuman ter-masam yang dia punya, cuma itu pembelaan tercepat agar dunia bisa tau, semua baek baek saja...

kita merunduk, kita bersujud, lalu kita menangis, berharap sedikit beban itu bisa hilang *berkuranglah setidaknya-, dan kalo'pun ada 'luka' yang 'terkelupas' apakah memejamkan kelopak mata itu cuma cara terbaik satu-satunya?

aku jadi sedikit ingat sebait sumpah serapah dari bibir tipis seorang sahabat "...pada dasarnya kalo' hati itu ada, semua pasti akan baek-baek aja..."
"...hadapi dengan senyuman" ...itu memang solusi yang paling simpel, murah dan meriah saat kita merasa amat-sangat-penat, dengan rutinitas, dengan benang merah ini...

berlahan-dengan-hati-hati-dan-mata-terpejam-aku-menengadah
"...kalo' tangan kanan ini milik-Mu, lalu tangan kiri ini milik siapa? "

Jumat, Desember 23, 2005

Crassulaceae

kalancoe pinnata bukan pedangkalancoe pinnata

"...lalu aku meletakkannya di depan, agar semua bisa memandangnya dengan tajam, mungkin mereka juga berharap bunga ini secepatnya bisa tumbuh indah dan mekar

tapi tidak begitu dengan aku...
aku berharap kuncup bunga itu biarlah tetap seperti itu, berharap agar bunga ini tidak mekar
agar tidak tumbuh
lalu kemudian kelopaknya jadi layu...
melemah, meranggas...
lalu kemudian kelopak itu mati...
biarlah aku selalu memandangnya sebagai kekuncupan yang abadi...
sebagai kelucuan yang immortal...



*huh, ternyata cihideung tidak menyediakan pedang dan baju zirah yang aku butuhkan, lalu sedikit aku berpikir, seandainya bunga bunga ini ada diantara tumpukan mesin komputer di PROXYnet, apa yang akan mereka pikirkan? diantara kepulan asap rokok dji-sam-soe dari mulut soelnovsky, diantara scrip flash si inx, di antara dentingan sabetan pedang para laghaimer, si meonk, bro'Q dan si ahmed?
lalu si pakar bunga dari UGM itu berkata "her, sepertinya bunga ini cocok, murah dan meriah" *kastuba terlalu mahal yo ndesz? duit 50 ribu mending buat beli baso' ajah :p

baiklah, tak ada pedang, bunga pun jadi...

Kamis, Desember 22, 2005

how are you today mom?

how are you today mom?

" mom, tolong bilang ama ade ade, itu cucian baju di mesin ama piring kotor di cuci semua, abis itu ade ade mesti masak yang enak enak hari ini, mami leye leye ajah, jangan sampe cape, sun dari eyx dan bro Q di bandung... "
*sms delivered-

nb: meski telat yang penting di posting ke deep blue something ya mom? ...eyx baru nemu gambar bagus di google, dulu mami pernah bilang kalo eyx selalu 'menghabiskan' kedua nya, sampe' bro'Q nangis nga' kebagian blas... :p hihi *kapok!
ich liebe dich mom...

Minggu, Desember 18, 2005

tentang mata


mata pertama

kamu tidak akan pernah menemukan duka dimataku ini,
karena mata ini tidak pernah kujadikan jendela hati...
mata ini akan tetap seperti dulu,
mata kosong yang tidak pernah mengharapkan sesuatu,
tidak pernah merindukan apapun...
mata yang menipu kalian semua...


mata kedua

andai mata itu jendela hati...
mungkin sinar matahari yang dilihatnya dapat menghangatkan hati yang dingin
andai mata itu jendela hati...
mungkin dia bisa melihat ada sekuntum mawar merah
diluar sana yang dapat mewarnai hati...
andai mata itu jendela hati...
mungkin tak banyak mawar yang tertipu dan kecewa...

tapi sayang...
mata itu tidak dijadikan jendela hati...
mata itu membiarkan hati tetap dingin dan kosong...

seandainya ada celah untuk mengoyakkannya...
agar sinar matahari itu bisa masuk dan menghangatkan hati
dan hati bisa melihat betapa indah bunga mawar itu...


in memorial ahjab santoso es-te-pe - 28july

Kamis, Desember 15, 2005

ada pasar malam di kepalaku...


ada pasar malam di kepalaku, yang penuh dengan komedi putar dan kelip bintang bintang...

komedi putar dan kelip bintang di kepalakupagi ini gerimis, langit yang biasanya biru jadi dominan warna abu abu, dan d'vLA kuda-besi-ku bukan solusi yang tepat untuk perjalanan menuju ciasem, sukamandi pagi ini, terpaksa aku harus naek angkot yang jalannya kayak siput *siput aja lebih cepet- di puncak lembang pandanganku menyapu hamparan tanaman teh yang hijau, sambil ingatan terus saja berputar seperti komedi putar, ada lampion, hiruk yang pikuk dan otakku jadi tambah pusing *tadi aku lupa mimik antimo, huh payah! petualang kok mabok darat- semua lagu lagu di dalam 256MB digital player warna merah ini cuma bisa sedikit membantu menghilangkan rasa jenuh ini, musik cadas dari muse, green day, trio alkaline, dan beat retro punya edson, ternyata harus terpotong paksa dengan lirik lirik melow-dramatics-cool si tommy page dan melly goeslaw *yayy, siapa seh yang nge-paste lagu-lagu-bunuh-diri ke flesdis merah ini?-

setelah ganti angkot beberapa kali *dan sempet tadi bergelantungan kayak monyet karena angkotnya penuh, dan sopir brengsek itu masih tetap aja memaksaku untuk tetap naek! setelah sempat berdebat dan ternyata percuma berdebat, mau-tidak-mau, aku harus mengejar waktu yang tinggal beberapa jam ini *ck! ck! dasar sopir angkot endonesa komersial kapitalis!-

sukamandi masih tetap seperti dulu, nga ada yang berubah kecuali tentang secuil kenangan yang sedikit memudar di sini, di antara pasar malam ini, sekelumit ingatan bahwa dulu aku pernah menghabiskan sedikit waktu ku disini, untuk mencari apa-apa-saja yang harus aku cari...

argumentasi sore ini berjalan lancar, juga semua yang ter-format selama di perjalanan... 'hmmm, ikut rencana Tuhan aja' kataku dalam hati sebelum meninggalkan tempat ini, mungkin untuk sementara, mungkin untuk waktu yang lama, setidaknya aku sudah berusaha... setidaknya aku tahu bahwa semua yang aku kenal di sana sehat, itu sudah cukup

lalu perjalanan pulang kutempuh dengan rute yang berbeda, aku tidak lewat subang, tidak lewat jalan kalijati, di jalan pantura aku menuju cikampek, berhenti di simpang, rute ini lewat purwokerto, berjalan sendiri, dengan ransel-hitam yang cuma satu satunya itu, seperti biasa
'nanti belok mana lagi yak?' kataku dalam hati, whatta hell! jalan lagi aja, jangan banyak tanya...

dan lagi lagi aku harus duduk di samping sopir yang mengemudikan mobil umum ini se-enak-udel'le-dewek' seperti psikopat! 'kang tolong nyetir mobilnya pelan pelan' kataku tegas ... wajah pucat penumpang di belakang seharusnya membuat dia sadar bahwa jalanan yang padat ini bukan sirkuit sentul
'dasar sopir tolol' gerutuku dalam hati, langit mulai gelap, lalu di beberapa kilometer dekat pintu masuk tol padalarang, dari kejauhan terlihat orang-orang yang berkerumun, sedikit macet memang, sebuah mobil berwarna merah terjungkir di bahu jalan, terhembas melewati tengah pembatas jalan, sepertinya ini berita yang bagus buat seorang kuli tinta, mungkin besok beritanya akan muncul di koran pagi

udara semakin dingin, kaca mobil yang nga' bisa ditutup membuat perjalanan ini semakin penat saja, lalu mobil yang aku tumpangin melewati kerumunan itu perlahan lahan, hanya untuk memenuhi rasa-ingin-tahu-nya saja, tapi dari tempatku duduk, aku cuma bisa diam, menghisap rokok di sela jari-jariku, tidak ada yang bisa aku lakukan, kecuali 'semoga penumpangnya selamat tuhan...'

letih sekali perjalanan ini, seperti ada pasar malam di kepalaku, yang penuh dengan komedi putar dan kelip bintang bintang... bahkan wajah dengan senyum manis yang duduk turun-naek bergantian di sampingku juga tidak bisa menyegarkan mataku-sepat-ku ini, telingaku tersumpal headset yang mendengungkan file kopi-paste dari folder musik di mesin operator, aku cuma pengen secepatnya pulang, bobo'...

arrgght...!! ada pasar malam di kepalaku, yang penuh dengan komedi putar, yang penuh dengan kelip bintang bintang...

Sabtu, Desember 03, 2005

JEMBER

sedikit tentang jember...
jember grunge cityKabupaten Jember, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Jember. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Lumajang di barat. Kabupaten Jember terdiri atas 31 kecamatan

Kota Jember dahulu merupakan kota administratif, namun sejak tahun 2001 istilah kota administratif dihapus, sehingga Kota Administratif Jember kembali menjadi bagian dari Kabupaten Jember. Jember merupakan pusat regional di kawasan timur tapal kuda, di kota ini terdapat perguruan tinggi negeri Universitas Jember. >>>

www.pemkabjember.go.id

[info relax] tempat jajanan di jember

LEARN

[] U N I X
[01] Inti Langkah Instalasi & Setting Linux Mandrake 8.0
[02] Perintah Dasar Linux
[03] free BSD
[04] free BSD handbook
[05] ben pinter

[] S C R I P T
[01] w3school
[02] dinamic drive
[03] rahimf20
[04] kirupa
[05] bali hack

[] D E S I G N
[01] baba flash
[02] dana studio
[03] photoshop Tutorials

[] D O W N L O A D T U T O R I A L
[01] OKE
[02] Ilmu Komputer
[03] artikel onno purbo

Kamis, Desember 01, 2005

bukan pelajar penghajar

gerobak polisisiang itu, terlihat seorang pemuda sedang mendengarkan "sunday, lovely sunday" menggunakan mp3 player yang baterai-nya nyaris habis, sedang 'membidik' apa-apa saja yang dianggapnya menarik, sambil duduk diatas motor kesayangan-nya yang-belom-lunas-itu ^^v menggunakan kamera digital saku yang merk-nya nga ngetop sama-sekali, yang menu di dalamnya memakai bahasa jerman, yang-bahkan-dia-sendiri-tidak-mengerti-sama-sekali-artinya! 'p ..klik! klik! "hayuh akang tukang becak, eksiyen!" *katanya dalam hati lalu dia tidak puas hanya dengan satu objek "cheese, teh!.." :D hobby yang sudah mengendap sejak kecil, jadi paparazi! :p tapi saat itu belom bisa direalisasikan sama sekali karena harga negatif film yang mahal, dan sejak semuanya serba berbau digital, semuanya jadi-sedikit-mudah

"kenapa kamu memotret mobil polisi?" kata seseorang yang tiba tiba sudah berdiri tepat di depan mukanya, dengan pistol (aer) diketiaknya, dengan sebatang rokok di jari tangan kanan dan handytalky di tangan kirinya, orang itu menggunakan baju olahraga, mungkin ini yang di koran-koran dinamakan 'preman'
"cuman buat iseng aja kok om, buat dokumentasi" *emang kawinan, pake acara dokumentasi segala? defensive denial yang keluar begitu saja tanpa dipikirkan
"coba kamu buka tas kamu, saya pengen tau apa saja isi di dalamnya?" kata si preman lagi
"oh silahkan, periksa aja om... isinya cuman kamera, dompet dan buku aja kok" kata si pemuda sambil melepas headset di kedua daun telinganya, lalu mengeluarkan sebungkus rokok dji-sam-soe di kantong jaketnya
"om, boleh saya pinjem korek-nya" kebiasaan buruk yang-mungkin-bisa jadi sedikit 'penenang' menghadapi situasi seperti ini *lalu si preman itupun mulai membuka tas ransel kecil yang aku bawa, dan melihat semua isinya satu persatu, berharap menemukan sesuatu barang yang bisa menyeret si pemuda ke meja hijau dan membuat prestasinya naek... huehehe

jadi sedikit ingat dulu waktu jaman es-em-a, acara acara 'penggeledahan' seperti ini sering sekali terjadi, razia rambut gondrong *dan ini memaksaku untuk 'loncat indah' melewati pagar sekolah yang 'berkawat-berduri' itu, razia senjata tajam, majalah 'kecantikan' (baca:majalah porno), dan semua barang yang nga' berhubungan dengan kegiatan sekolah bakal di rampas, sampe' narkoba-pun kadang masuk ke wilayah sekolah, dan untuk yang satu ini pasti urusannya sama pihak kepolisian
tidak ada kelas yang luput dari razia, begitu juga dengan kelas 3IPA1 *tempat aku molor pas jam pelajaran berlangsung, yang 'katanya' kelas unggulan, yang 'katanya' semua muridnya pendiam dan tukang membaca buku :D juga tidak luput dari imbas 'operasi' para guru killer ini, mereka semua memang mempunyai bakat terpendam menjadi 'Polisi Pamong Praja' ...hehehe

'dunia penuh coba coba' itu mungkin kata yang tepat untuk masa-masa sekolah, masih ingat juga dulu di belakang kelas saat pelajaran berlangsung, beberapa teman mencoba menghisap lintingan daun ganja, membuat mereka nyengar-nyengir cengigisan tanpa sebab, tapi seperti biasa, aku cuma mengamati mereka saja. *sambil ikut-ikut mringis, karena melihat mereka cengigisan, sebagai 'perokok pasif' tentu aku juga menerima sedikit efek sampingnya :D HOHOHO.. *hiperbola-mode-on
dan si niNno pemuda-lugu-dari-desa yang duduk tepat di belakangku cuma bisa bilang "ya Allah, ampunilah dosa dosa teman teman sekelasku ini, mereka tidak tau apa yang mereka lakukan" huehehe...
"awas kalo kamu sampe' ikut-ikut!" kata wajah manis yang duduk di sampingku... 'p
sebenarnya mereka adalah teman yang cerdas, mereka semua teman yang baek, ada yang pemain basket, si juara kelas, dan juga pemain band, prestasi yang cukup lumayan saat itu

"oke klin" katanya setelah itu
"lalu ngapain kamu disini?" introgasi berlajut
"saya lagi menunggu teman kok..." jawab si pemuda datar
"maaf ya mas, kami berjaga jaga karena ada tawuran pelajar kemaren"
"oh nga papa kok, itu sudah jadi tugas anda" sahut si pemuda, sekilas bola matanya melirik kearah pistol yang tergantung di samping dada si preman, dia jadi inget pelem pelem koboi di tipi, jadi inget texas, jadi inget billy the kid, jadi inget lucky luke, yang kecepatan menembaknya 'lebih cepat dari bayangannya' sendiri, huehue... lalu si jet lee juga nga mau kalah, dia mengeluarkan jurus "tendangan tanpa bayangan" ...yayy, kok imajinasiku jadi hollywood abis gini yak? :(
kembali ke cerita si preman...
"kamu seh pake acara motret mobil polisi..." katanya sambil menghisap rokok
*laah? mulai kapan kapan motret mobil di negeri ini dilarang? suka suka saya dunk, ini khan bukan kamera mu! kata si pemuda dalam hati..hehehe- :p gila ini preman, kalo nuduh nga tanggung tanggung, bisa bisanya wajah coverboy-ku ini di curigai ikut tawuran!
"asal kamu dari mana?" tanya si preman
"kebetulan saya dari surabaya om" jawab si pemuda sambil matanya melirik plat nomor motornya ber'letter L
"wah kebetulan dunk! saya juga dari surabaya mas...." *padahal pemuda tadi dari desa jember pemirsah ...ssstt! biar nga' keliatan ndesa-nya :D
Yayyy!!...lalu kemudian antara si preman dan si pemuda tadi terlibat dalam obrolan yang 'SOK AKRAB' karena merasa dari daerah asal yang sama... fyuhhh

sedikit bicara tentang tawuran sekolah, jadi inget dulu, waktu es-em-a-ku dulu di 'kunjungi' anak anak es-em-a laen, mereka bergerombol, mereka bermotor, mereka membawa rantai di tangan, bahkan ada beberapa yang membawa samurai, asap putih berserakan di jalanan depan sekolahku, suara knalpot terus mendengung, berisik! entah apa masalahnya, *aku lupa- semua temen temen di dalam sekolah secara serempak (baca: NASIONALISME) menyusun kekuatan *kayak barudak NC maen AOE ..dung!dung!dung!- dari kelas satu, kelas dua, sampe kelas tiga semuanya tanpa di komando bersiap-siap untuk 'mempertahankan harga diri'
lalu benda benda yang 'padat' seperti kayu, batu, besi, bahkan peralatan sepeda motor di parkiran jadi benda favorit, jadi 'amunisi'yang 'cocok' untuk 'membela diri'

semakin banyak yang 'bergabung' semakin besar juga rasa 'percaya diri', mungkin kata kata 'pengecut' adalah 'stempel di jidat' yang akan diterima kalo mereka tidak mau bergabung *termasuk aku-pun juga, dipikiranku, 5 lawan 1 itu tidak adil, itu saja *pembelaan-mode-on

entah ada apa di depan kata 'diri' ini, 'harga-diri', 'percaya-diri', ato' apa sajalah! bah! ...mungkinkah rasa 'solidaritas' hanya bisa tumbuh di saat-yang-terjepit, identitas sebagai 'anak-sekolah-yang-diserang' akan tumbuh saat sekolahnya 'diserang', seperti euporia para penonton sepak bola saat tim kesebelasannya menang, bahkan kalo perlu 'ber-Kamikaze' saat tim kesebelasanya diperlakukan tidak adil, tipikal masyarakat *termasuk aku- yang bodoh, lebih ironis kalo 'jubah agama' di pake untuk itu, atas nama 'pasukan tuhan' mereka 'membabat habis' kepala kafir orang laen! ...taik!
ini cuma perasaan yang 'aman' saat kita berada di dalam suatu komunitas yang besar...

lalu gerombolan anak es-em-a itupun berhamburan dan menghilang saat mobil patroli polisi datang ...dan kemudian jalanan jadi hening, jadi senyap . . .

...huh!