siang itu, terlihat seorang pemuda sedang mendengarkan "sunday, lovely sunday" menggunakan mp3 player yang baterai-nya nyaris habis, sedang 'membidik' apa-apa saja yang dianggapnya menarik, sambil duduk diatas motor kesayangan-nya yang-belom-lunas-itu ^^v menggunakan kamera digital saku yang merk-nya nga ngetop sama-sekali, yang menu di dalamnya memakai bahasa jerman, yang-bahkan-dia-sendiri-tidak-mengerti-sama-sekali-artinya! 'p ..klik! klik! "hayuh akang tukang becak, eksiyen!" *katanya dalam hati lalu dia tidak puas hanya dengan satu objek "cheese, teh!.." :D hobby yang sudah mengendap sejak kecil, jadi paparazi! :p tapi saat itu belom bisa direalisasikan sama sekali karena harga negatif film yang mahal, dan sejak semuanya serba berbau digital, semuanya jadi-sedikit-mudah
"kenapa kamu memotret mobil polisi?" kata seseorang yang tiba tiba sudah berdiri tepat di depan mukanya, dengan pistol (aer) diketiaknya, dengan sebatang rokok di jari tangan kanan dan handytalky di tangan kirinya, orang itu menggunakan baju olahraga, mungkin ini yang di koran-koran dinamakan 'preman'
"cuman buat iseng aja kok om, buat dokumentasi" *emang kawinan, pake acara dokumentasi segala? defensive denial yang keluar begitu saja tanpa dipikirkan
"coba kamu buka tas kamu, saya pengen tau apa saja isi di dalamnya?" kata si preman lagi
"oh silahkan, periksa aja om... isinya cuman kamera, dompet dan buku aja kok" kata si pemuda sambil melepas headset di kedua daun telinganya, lalu mengeluarkan sebungkus rokok dji-sam-soe di kantong jaketnya
"om, boleh saya pinjem korek-nya" kebiasaan buruk yang-mungkin-bisa jadi sedikit 'penenang' menghadapi situasi seperti ini *lalu si preman itupun mulai membuka tas ransel kecil yang aku bawa, dan melihat semua isinya satu persatu, berharap menemukan sesuatu barang yang bisa menyeret si pemuda ke meja hijau dan membuat prestasinya naek... huehehe
"cuman buat iseng aja kok om, buat dokumentasi" *emang kawinan, pake acara dokumentasi segala? defensive denial yang keluar begitu saja tanpa dipikirkan
"coba kamu buka tas kamu, saya pengen tau apa saja isi di dalamnya?" kata si preman lagi
"oh silahkan, periksa aja om... isinya cuman kamera, dompet dan buku aja kok" kata si pemuda sambil melepas headset di kedua daun telinganya, lalu mengeluarkan sebungkus rokok dji-sam-soe di kantong jaketnya
"om, boleh saya pinjem korek-nya" kebiasaan buruk yang-mungkin-bisa jadi sedikit 'penenang' menghadapi situasi seperti ini *lalu si preman itupun mulai membuka tas ransel kecil yang aku bawa, dan melihat semua isinya satu persatu, berharap menemukan sesuatu barang yang bisa menyeret si pemuda ke meja hijau dan membuat prestasinya naek... huehehe
jadi sedikit ingat dulu waktu jaman es-em-a, acara acara 'penggeledahan' seperti ini sering sekali terjadi, razia rambut gondrong *dan ini memaksaku untuk 'loncat indah' melewati pagar sekolah yang 'berkawat-berduri' itu, razia senjata tajam, majalah 'kecantikan' (baca:majalah porno), dan semua barang yang nga' berhubungan dengan kegiatan sekolah bakal di rampas, sampe' narkoba-pun kadang masuk ke wilayah sekolah, dan untuk yang satu ini pasti urusannya sama pihak kepolisian
tidak ada kelas yang luput dari razia, begitu juga dengan kelas 3IPA1 *tempat aku molor pas jam pelajaran berlangsung, yang 'katanya' kelas unggulan, yang 'katanya' semua muridnya pendiam dan tukang membaca buku :D juga tidak luput dari imbas 'operasi' para guru killer ini, mereka semua memang mempunyai bakat terpendam menjadi 'Polisi Pamong Praja' ...hehehe
'dunia penuh coba coba' itu mungkin kata yang tepat untuk masa-masa sekolah, masih ingat juga dulu di belakang kelas saat pelajaran berlangsung, beberapa teman mencoba menghisap lintingan daun ganja, membuat mereka nyengar-nyengir cengigisan tanpa sebab, tapi seperti biasa, aku cuma mengamati mereka saja. *sambil ikut-ikut mringis, karena melihat mereka cengigisan, sebagai 'perokok pasif' tentu aku juga menerima sedikit efek sampingnya :D HOHOHO.. *hiperbola-mode-on
dan si niNno pemuda-lugu-dari-desa yang duduk tepat di belakangku cuma bisa bilang "ya Allah, ampunilah dosa dosa teman teman sekelasku ini, mereka tidak tau apa yang mereka lakukan" huehehe...
"awas kalo kamu sampe' ikut-ikut!" kata wajah manis yang duduk di sampingku... 'p
sebenarnya mereka adalah teman yang cerdas, mereka semua teman yang baek, ada yang pemain basket, si juara kelas, dan juga pemain band, prestasi yang cukup lumayan saat itu
"oke klin" katanya setelah itu
"lalu ngapain kamu disini?" introgasi berlajut
"saya lagi menunggu teman kok..." jawab si pemuda datar
"maaf ya mas, kami berjaga jaga karena ada tawuran pelajar kemaren"
"oh nga papa kok, itu sudah jadi tugas anda" sahut si pemuda, sekilas bola matanya melirik kearah pistol yang tergantung di samping dada si preman, dia jadi inget pelem pelem koboi di tipi, jadi inget texas, jadi inget billy the kid, jadi inget lucky luke, yang kecepatan menembaknya 'lebih cepat dari bayangannya' sendiri, huehue... lalu si jet lee juga nga mau kalah, dia mengeluarkan jurus "tendangan tanpa bayangan" ...yayy, kok imajinasiku jadi hollywood abis gini yak? :(
kembali ke cerita si preman...
"kamu seh pake acara motret mobil polisi..." katanya sambil menghisap rokok
*laah? mulai kapan kapan motret mobil di negeri ini dilarang? suka suka saya dunk, ini khan bukan kamera mu! kata si pemuda dalam hati..hehehe- :p gila ini preman, kalo nuduh nga tanggung tanggung, bisa bisanya wajah coverboy-ku ini di curigai ikut tawuran!
"asal kamu dari mana?" tanya si preman
"kebetulan saya dari surabaya om" jawab si pemuda sambil matanya melirik plat nomor motornya ber'letter L
"wah kebetulan dunk! saya juga dari surabaya mas...." *padahal pemuda tadi dari desa jember pemirsah ...ssstt! biar nga' keliatan ndesa-nya :D
Yayyy!!...lalu kemudian antara si preman dan si pemuda tadi terlibat dalam obrolan yang 'SOK AKRAB' karena merasa dari daerah asal yang sama... fyuhhh
"lalu ngapain kamu disini?" introgasi berlajut
"saya lagi menunggu teman kok..." jawab si pemuda datar
"maaf ya mas, kami berjaga jaga karena ada tawuran pelajar kemaren"
"oh nga papa kok, itu sudah jadi tugas anda" sahut si pemuda, sekilas bola matanya melirik kearah pistol yang tergantung di samping dada si preman, dia jadi inget pelem pelem koboi di tipi, jadi inget texas, jadi inget billy the kid, jadi inget lucky luke, yang kecepatan menembaknya 'lebih cepat dari bayangannya' sendiri, huehue... lalu si jet lee juga nga mau kalah, dia mengeluarkan jurus "tendangan tanpa bayangan" ...yayy, kok imajinasiku jadi hollywood abis gini yak? :(
kembali ke cerita si preman...
"kamu seh pake acara motret mobil polisi..." katanya sambil menghisap rokok
*laah? mulai kapan kapan motret mobil di negeri ini dilarang? suka suka saya dunk, ini khan bukan kamera mu! kata si pemuda dalam hati..hehehe- :p gila ini preman, kalo nuduh nga tanggung tanggung, bisa bisanya wajah coverboy-ku ini di curigai ikut tawuran!
"asal kamu dari mana?" tanya si preman
"kebetulan saya dari surabaya om" jawab si pemuda sambil matanya melirik plat nomor motornya ber'letter L
"wah kebetulan dunk! saya juga dari surabaya mas...." *padahal pemuda tadi dari desa jember pemirsah ...ssstt! biar nga' keliatan ndesa-nya :D
sedikit bicara tentang tawuran sekolah, jadi inget dulu, waktu es-em-a-ku dulu di 'kunjungi' anak anak es-em-a laen, mereka bergerombol, mereka bermotor, mereka membawa rantai di tangan, bahkan ada beberapa yang membawa samurai, asap putih berserakan di jalanan depan sekolahku, suara knalpot terus mendengung, berisik! entah apa masalahnya, *aku lupa- semua temen temen di dalam sekolah secara serempak (baca: NASIONALISME) menyusun kekuatan *kayak barudak NC maen AOE ..dung!dung!dung!- dari kelas satu, kelas dua, sampe kelas tiga semuanya tanpa di komando bersiap-siap untuk 'mempertahankan harga diri'
lalu benda benda yang 'padat' seperti kayu, batu, besi, bahkan peralatan sepeda motor di parkiran jadi benda favorit, jadi 'amunisi'yang 'cocok' untuk 'membela diri'
semakin banyak yang 'bergabung' semakin besar juga rasa 'percaya diri', mungkin kata kata 'pengecut' adalah 'stempel di jidat' yang akan diterima kalo mereka tidak mau bergabung *termasuk aku-pun juga, dipikiranku, 5 lawan 1 itu tidak adil, itu saja *pembelaan-mode-on
entah ada apa di depan kata 'diri' ini, 'harga-diri', 'percaya-diri', ato' apa sajalah! bah! ...mungkinkah rasa 'solidaritas' hanya bisa tumbuh di saat-yang-terjepit, identitas sebagai 'anak-sekolah-yang-diserang' akan tumbuh saat sekolahnya 'diserang', seperti euporia para penonton sepak bola saat tim kesebelasannya menang, bahkan kalo perlu 'ber-Kamikaze' saat tim kesebelasanya diperlakukan tidak adil, tipikal masyarakat *termasuk aku- yang bodoh, lebih ironis kalo 'jubah agama' di pake untuk itu, atas nama 'pasukan tuhan' mereka 'membabat habis' kepala kafir orang laen! ...taik!
ini cuma perasaan yang 'aman' saat kita berada di dalam suatu komunitas yang besar...
lalu gerombolan anak es-em-a itupun berhamburan dan menghilang saat mobil patroli polisi datang ...dan kemudian jalanan jadi hening, jadi senyap . . .
...huh!
jadi waktu kemaren itu ada om-om centil yg menggeledah isi tas ku??? koq ga bilang2 ceh?pantes aja toblerone ku ilang hiks..:((
BalasHapus"Dilarang Memotret MOBIL POLISI"
BalasHapus*kalau mobil polisi-polisian sih boleh njez!*
...ngeloyor meninggalkan komentar