Kamis, Mei 24, 2007

tanyakan kenapa dunia ini minta dibohongi?

kejujuran di hati ini hanya ada di kepulan uap kopi pahit yang panas
dan bukankah ke-telanjangan-ku ini,ke-polos-an-mu itu hanya bisa bicara di depan cermin
inilah sesuatu yang murni, disaat sadar kenapa harus ada diam yang panjang

lalu juga tanyakan, tanyakanlah pada semua
tanyakan pada anjing, pada kecoak, pada kepengecutan, pada keambiguan
tanyakan kenapa dunia ini minta dibohongi?

mirip megalomania yang berceloteh tentang petuah bijak berbusa, seperti yang paling dekat dengan tuhan saja, seperti yang baru balik dari perpustakaan dan tumpukan buku di kamarmu itu memang pantas dijadikan maintenance-manual-book, atau mungkin coretan kecil dihalaman belakang catatan-mu itu lebih baik di-origami jadi kapal kapalan, lalu larungkan saja pelan diselokan hitam kental yang beriak di depan rumah

melukai dunia ini sama saja seperti melukaimu, dan itu juga pasti melukaiku
benar itu seperti asap rokok yang menebal lalu kelamaan pudar hilang menipis

apapunlah... tapi yang pasti, berbohong itu salah
jujur? apalagi!

jadi...
mari, marilah mencaci sejenak bersamaku
sejenak sajalah, jangan terlalu larut
karena akan kita jaga rahasia kecil ini
atau jadikan saja satu ruang dengan tisu bekas dikotak sampah sudut kamar
atau mau bicara tentang hati? sepertinya butuh waktu yang tidak sedikit untuk hal sepele seperti ini
hummmm, berbahagialah...

Sabtu, Mei 12, 2007

" nih..."

malam ku masih seperti biasa, tidak ada yg berubah
dingin tetaplah dingin, hangatnya memang cuma ada di balik red-sleeping-bag milikku itu, meski siangnya sudah tidak sama seperti dulu saat pertama kali aku injakan sepatu-boot-coklat ku di lantai stasiun bandung hampir lebih 3 tahun yang lalu, efek global kata orang

cappucino panas malam ini cuma akan menjadi fasilitas saja, menemani semua sisa ingatan yang sengaja disusupkan diantara rimbunan kode rumit, kadang siang terlalu panas, kadang siang terlalu basah, memang tidak tentu, tapi yang pasti "bentuk saja kepribadianmu disana..." seperti pesan yang mendengung "ya, akan aku tatto pesanmu itu di-jantung-ku bunda..."

lalu tiba tiba aku berpikir sangat keras tentang ini, belajar banyak tentang hal ini...
seorang aku tidak harus berkorban, dan memang tidak perlu ada pengorbanan, buat apa? untuk siapa?
satu satunya yang harus aku lakukan adalah melakukannya saja
ya melakukannya saja, dengan tidak perlu terlalu memikirkan, apa yang akan aku dapatkan selanjutnya

ini bukan tentang pertandingan balap formula 1 ato' lomba balap karung perayaan 17 agustus antar kampung, lalu siapa yang membusung menang akan terpajang di podium tertinggi, ini bukan juga tentang siapa yang terbahak akhir paling keras

ah! kalo' saja tuhan berubah pikiran dan membatalkan proyek pembangunan gedung surga dan neraka lantai-7-nya, bukan berarti kita harus berhenti menundukan kepala dan mengepalkan tinju melawan semua cobaannya khan? karena satu hal yang pasti, dia tau benar seberapa besar kapasitas kemampuan pion pion kayu untuk permainan hitam-putih-catur-buatannya, karena sesuatu yang tidak membunuhku, pasti bisa membuatku menjadi lebih kuat

tidak perlu ada pamrih untuk kebahagiaan, berikan sajalah, lakukan sajalah...
ambil saja semuanya, ya untuk semuanya, sampai keping terakhir di kantong ludes, lalu diri sendiri yang akan menjadi taruhannya, beri saja arti pada yang berarti, ini bukan tentang pengorbanan, tapi jelas butuh proses yang sangat panjang tentunya, never ending story...

aku dan semua bukanlah siapa siapa
sepertinya kita semua hanya-akan-menjadi apa yang sudah kita makan



*hai fortuna! hai ide ide cerdas! mendekatlah...