Selasa, Oktober 10, 2006

tagihan

pernah nga' berpikir tentang seberapa banyak tagihan tagihan yang tiba2 sekonyong koder singgah di atas meja kerja kita, lalu menyadarinya bahwa cara cara bijak yg kita gunakan untuk me-lunasi-nya adalah bentuk lain dari sosok kita yang sesungguhnya untuk mencoba menjadi lebih dewasa... *dan bukan dengan mengosok kartu kredit ato' mengeluarkan atm milik orang tua, dan lembaran kertas yang keluar membuat kehidupan kita menjadi baek baek saja...*

pernahkah selintas terpikir, bahwa bagaimana cara kita menyelesaikan masalah yang datang itu adalah bentuk lain dari seberapa tinggi level kedewasaan yg kita punya...

kalo' mencaci itu bisa sedikit menenangkan dan sekaligus menunjukan begitu nestapa-nya kita saat mengacungkan jari-tengah sambil berkata "damn!" dan membuat orang lain berpikir "ah kamu ternyata belom dewasa..." yup! maka terimalah stempel tepat di jidatmu dari orang lain yg menilai prilaku ke-tidak-dewasa-an kamu itu...


jadi marilah kita belajar melunasi semua tagihan tagihan yg mendatangi meja kerja kita dengan penuh semangat dan suka cita, bahkan meski sambil sesekali berkata dalam hati... "...uffhh DAMN!!"


* menyadari bahwa aku ini ternyata masih manusia-biasa-yang-kadang-juga-bisa-lupa...
** jadi inget pesen papi andhi, dewasa itu adalah bagaimana cara kamu melunasi semua tagihan tagihan yg singgah di mejamu, dan kedewasaanmu itu di lihat dari bagaimana cara kamu menyelesaikan semua masalah2 yang tiba tiba datang itu...
*** lagi sungkan nagih, tapi kok aku gampang sekali di tagih yo?? (kadang urip iki pancen nga' adil kok...)

5 komentar:

  1. oleh2nya jangan lupa yakz...
    ingaD itu jg utang lo....

    BalasHapus
  2. iya yah..aku jd malu..aku koq masih jg blm bisa menggesek kartu ATM ku sendiri yak...'(

    *sekonyong koder....bahasa apalagi itu..??

    BalasHapus
  3. gali lubang buat terowongan aja. siapa tahu tembus ke brankasnya yusuf kalla ato paman gober.

    BalasHapus
  4. nunggu angkot, masa berlaku karcis tinggal 30 menit, setelah 15 menit baru ada pengumuman suruh naik jurusan lain: SIYAL!!! :p (ah, saya memang belom dewasa, kan gadis kecil lugu imut.. :p)

    *biasanya klo ngisi comment di sini, nunggu dika mendelik dulu baru komen-nya nongol, hihihi

    BalasHapus
  5. #dika :

    *huahahahah...
    dipikir2 angkutan 'tradisonal' ala endonesa raya ini ada untungnya yak, fleksibilitas-nya tinggi 'p penumpang dan kondektur/sopir bisa 'cingcai' ...sama sama taulah 'p

    apalagi kalo urusan 'nembak' karcis di kereta api, bilang aja' sama pak kondektur "maap ya pak kondektur yg ganteng, saya belom beli karcis di loket, ini ada sedikit upeti ala kadarnya dari saya buat anak2 bapak di rumah..." *...hehehe 'p

    BalasHapus