Senin, Januari 02, 2006

terompet kertas


...hujan, di luar hujan, sama seperti tadi malam pas di langit banyak berloncatan bunga api, tapi tidak satupun orang orang di sekitarku menikmati pemandangan langit malam yang jarang terjadi itu, karena mereka semua pada mem-fokus-kan diri dan ber-konsentrasi dengan tusukan sate-kambing-nya masing masing *lumayan sate kipasan-ku khan ndesz? :p -

bunyi terompet yang panjang dan nyaring kemaren malam juga tidak begitu mengejutkanku, karena siang harinya, hampir semua anak di lingkungan tempat tinggalku, berlomba-lomba meniupkannya, riuh bersahutan, yang terdengar paling keras mungkin itu yang jago pikirnya, sebuah pemandangan yang langka dan lucu buatku, mata mata polos itu pasti tidak akan pernah bisa menjelaskan bahwa kegaduhan yang mereka buat sangat menggangu tidur siang para tetangganya, "whatta hell, emang gue pikirin..." mungkin begitu pikirnya *heheh ayo ade' ade' teruskanlah, tiuplah yang kencang, ganggu saja tidur siang bapak-gendut-berkumis di rumah warna hijau itu, hayuh lakukanlah!!..." sorakku dalam hati *hueheuheue

masa kecilku tidak banyak kuhabiskan untuk meniup terompet taun baru, dulu aku, bro'Q kecil, dan ade-ade' perempuanku harus menukarkan botol botol bekas agar bisa mendapat sebuah terompet kertas yang di bawa oleh abang tukang loak itu, dengan ber-sepeda jengki (kebo's circle), si abang tukang loak keliling komplek untuk ber-barter-risasi (EYD-kah?) barang bekas berupa botol, koran, dan sebagainya, dengan sebuah terompet kertas, dan itu tidak harus pas taun baru, saat si abang melintas, kita berempat serentak menggeledah seluruh isi rumah untuk menemukan botol kecap bekas yang bisa di tukarkan dengan terompet kertas itu, masa kecil yang lucu, dan aku melihatnya lagi sekarang di depan mataku, seperti sebuah rekaman video, sebuah ingatan masa lalu yang ada di raut wajah kecil dan sinar mata mata polos itu... "hayuh de'!! tiuplah yang kencang, ganggu saja tidur siang bapak-gendut-berkumis di rumah warna hijau itu, buat marah semua orang dengan suara terompetmu, kapan lagi kamu bisa melakukannya!?! *but, i'm not on your back- :D

awal tahun ini mungkin tidak jauh berbeda seperti awal tahun yang lalu ...dengan datangnya tahun yang baru, dengan harapan yang baru, dengan semua doa masing masing di dalam hati bahwa di tahun 2006 nanti semua hari bisa dilewati dengan kebaikan dan keberuntungan...

semoga besok menjadi lebih baek, semoga cerita tahun ini bukan tentang kesedihan-kesedihan, semoga negara ini bisa mengatasi semua keadaan *nga' harus nunggu aku jadi presiden-nya khan? semoga semua saudara dan orang di sekitarku tetep sehat, semoga bunda tetep sehat, semoga..........
ah, terlalu panjang contekan daftar semoga ku buat Tuhan...

selamat taon baru Tuhan... apakah ada yang jual terompet kertas taon baru di sana? apakah di surga juga ada riuh terompet kertas dan percikan kembang api?
selamat taon baru buat kalian semua, tidak ter-kecuali...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar