...kok nga' jualan kang? tanyaku
iya mas her, sepertinya mau bangkrut neh... berita tentang formalin di tipi mbuat daganganku nga' laku, kemaren duit modal 400 ribu udah abis, padahal baso'ku nga' tak campurin apa apa.. sumpah! anak anak kuliah itu sering dateng ke rumah kok dan ngeliat bagaimana cara aku mbuat baso'...
iya mas her, sepertinya mau bangkrut neh... berita tentang formalin di tipi mbuat daganganku nga' laku, kemaren duit modal 400 ribu udah abis, padahal baso'ku nga' tak campurin apa apa.. sumpah! anak anak kuliah itu sering dateng ke rumah kok dan ngeliat bagaimana cara aku mbuat baso'...
siang tadi, muka kusut abang tukang baso di samping proxy masih jelas sekali di ingatanku, dia sedang merugi karena pentol baso' buatannya tidak laku dijual, dia adalah salah satu dari sekian banyak tukang jual baso' di planet endonesa ini yang terkena imbas dari pemberitaan media tentang kandungan formalin pada bahan makanan, berita2 gencar tentang kandungan formalin *disebut juga formaldehida- oleh media masa karena survei dari BPOM yang mengatakan bahwa sekitar 70% mie basah yang ada di pasaran mengandung formalin sebagai bahan pengawetnya, secara keseluruhan dari + 700 contoh bahan makanan yang diambil di Jawa, sulawesi selatan, dan lampung, 56% mengandung formalin yang dipakai sebagai bahan pengawet, dan bukan tidak mungkin jenis makanan yang lainnya melakukan hal yang sama, contohnya ya jajanan baso' pinggir jalan yang di jual si abang tukang baso' itu tadi, bahkan meskipun dia ber-sumpah-palapa bahwa baso' buatannya 100% nga' pake adiktif tapi tetap saja ketakutan konsumen terhadap pemberitaan media tidak bisa di cegah
jadi inget, ini berita yang sama saat dulu *sekarang juga- gencar di berita-kan bahwa banyak pedagang baso' yang menggunakan asam boraks, sebenarnya kedua bahan tambahan makanan tersebut bukan termasuk food additives, sehingga sangat dilarang penggunaannya pada pengolahan makanan apa pun. Kedua bahan tersebut dilarang penggunaannya karena bersifat racun terhadap konsumennya, memberat, mengendap dan mengkristal di dalam tubuh, seperti masa lalu yang suram *halah!* :-j
pemakaian formalin pada makanan dapat menyebabkan keracunan pada tubuh manusia. gejala yang biasa timbut antara lain sukar menelan, sakit perut akut disertai muntah-muntah, mencret berdarah, timbulnya depresi susunan saraf, atau gangguan peredaran darah. konsumsi formalin pada dosis sangat tinggi dapat mengakibatkan konvulsi, haematuri, dan haimatomesis yang berakhir dengan kematian, malah injeksi formalin dengan dosis 100 gram dapat mengakibatkan kematian dalam waktu 3 jam.
hal yang sama juga terdapat pada boraks, boraks juga dapat menimbulkan efek racun pada manusia, tetapi mekanisme toksisitasnya berbeda dengan formalin. toksisitas boraks yang terkandung di dalam makanan tidak langsung dirasakan oleh konsumen. Boraks yang terdapat dalam makanan akan diserap oleh tubuh dan disimpan secara kumulatif dalam hati, otak, atau testis, sehingga dosis boraks dalam tubuh menjadi tinggi Pada dosis cukup tinggi, boraks dalam tubuh akan menyebabkan timbulnya gejala pusing-pusing, muntah, mencret, dan kram perut. Bagi anak kecil dan bayi, bila dosis dalam tubuhnya mencapai 5 gram atau lebih, akan menyebabkan kematian. Pada orang dewasa, kematian akan terjadi jika dosisnya telah mencapai 10 s/d 20 gram atau lebih [Winarno dan Rahayu, 1994]
itu sebabnya DIANJURKAN, bahan adiktif sintetis apapun TIDAK USAH digunakan sama sekali dalam pengolahan, meskipun dulu aku harus mengunakan natrium tripolifosfat untuk olahan daging tengiri karena tuntutan prosedur skripsi *ini bukan salahku, ini semua salahmu wahai engkau ibu pembimbing mata kuliah 4 sks
# bahan tambahan makanan yang termasuk kelompok diragukan kehalalannya ***
| aditif & kode | asal / pembuatan | fungsi | contoh produk |
| potasium nitrat (E252) | dapat dibuat dari limbah hewani atau sayuran | pengawet, kuring, mempertahankan warna daging | sosis, ham, dutch cheese |
| L-(+)-asam tartarat (E334) | kebanyakan sebagai hasil samping industri wine | antioksidan, pemberi rasa asam | produk susu beku, jelly, bakery, minuman, tepung telur, wine, dll. |
| turunan-turunan asam tartarat E335, E336, E337, E353 (dari E334) | dapat berasal dari hasil samping industri wine | antioksidan, buffer, pengemulsi, dll | sama dengan di atas |
| gliserol/gliserin (E422) | hasil samping pembuatan sabun, lilin dan asam lemak dari minyak/lemak (dapat berasal dari lemak hewani) | pelarut flavor, menjaga kelembaban (humektan), plasticizer pada pengemas | bahan coating untuk daging, keju, cake, desserts, dll |
| asam lemak dan turunannya, E430, E431, E433, E434, E435, E436 | dapat berasal dari turunan hasil hidrolisis lemak hewani | Pengemulsi, penstabil, E343:antibusa | produk roti dan cake, donat, produk susu: es krim, desserts beku; minuman, dll |
| pengemulsi yang dibuat dari gliserol dan/atau asam lemak (E470 - E495) | dapat dibuat dari hasil hidrolisis lemak hewani untuk menghasilkan gliserol dan asam lemak | pengemulsi, penstabil, pengental, pemodifikasi tekstur, pelapis, plasticizer, dll | snacks, margarin, desserts, coklat, cake, puding |
| edible bone phosphate (E542) | dibuat dari tulang hewan | anti caking agent, suplemen mineral | makanan suplemen |
| asam stearat | dapat dibuat dari lemak hewani walaupun secara komersil dibuat secara sintetik | Anticacking agent | |
| L-sistein E920 | dapat dibuat dari bulu hewan/unggas dan di Cina dibuat dari bulu manusia | bahan pengembang adonan, bahan dasar pembuatan flavor daging | tepung dan produk roti, bumbu dan perisa (flavor) |
| wine vinegar dan malt vinegar | masing-masing dibuat dari wine dan bir | pemberi flavor | bumbu-bumbu, saus, salad |
kita, endonesa kita ini, harusnya merasa malu dengan temuan yang sangat tidak lucu itu, ketika negara laen sudah sangat-begitu-menjaga keamanan makanannya dan bahan pengawet menurut HACCP *dikampus dulu namanya hasep, kalo di bandung namanya asep- kita harus merasa sangat terkebelakang dengan adanya pengakuan atas 'temuan' yang mengejutkan itu. ketika di negara-negara maju orang sudah menjaga keamanan makanan dan bahan pangan menurut kaidah HACCP, ternyata di endonesa kita ini masih terpelanting dengan isu formalin di dalam tahu *entah itu tahu sumedang si erin ato' tahu lontong bikinan ibu lotheq di depan proxynet, siapa yang tahu? dasar tahu! :D
kalo boleh jujur, kalo pengen sehat, seharusnya-dan-sebaiknya tidak boleh ada setetespus bahan aditif sintetis dalam pengolahan makanan, tapi kenyataannya dunia bisnis menuntut seorang produsen makanan melakukan hal itu, kalo kamu beli sepotong tahu, pasti kamu menginginkan tahu yang tidak bau, tahu yang tidak mudah hancur dan tahu yang sedikit kenyal, padahal tidak mungkin hal itu bisa terjadi mengingat tahu yang berkadar air tinggi, tidak mungkin bisa bertahan lebih dari 12 jam tanpa pengawet, oleh karena itu dengan 'sedikit' sentuhan pengawet, tekstur tahu menjadi bagus, tidak mudah pecah, konsumen puas, dan sang produsen pun dapet untung, jadi siapa yang salah? siapa yang meng-'legal'-kan?
lalu apa kamu pikir mie instan yang kamu makan sehat? *ngelirik guppy, kamu pikir sambal, kecap dan saus ABC yang kamu makan bergizi tinggi? *ngelirik bro Q, kamu pikir silverQueen yang kamu makan ber-vitamin? *kalo yang ini aku terpaksa ngelirik si tukang silat itu ...dan begitu juga dengan semua makanan yang di jual di semua toko, misalnya sosis, sarden, nugget, bumbu instant, susu kaleng, mi instan, dll, etc, dsb, dkk...
sepertinya tidak harus ada tanda TAHU DI TOKO INI BEBAS FORMALIN dengan tanda tangan ketua RT di setiap depan toko penjual tahu, dan abang tukang baso' disamping proxynet seharusnya tidak perlu mencetak BASO' DAGING SAPI INI BEBAS FORMALIN 100% halal di kaca gerobaknya kalo' sang produsen tau bener bagaimana cara mengolah makanan yang baek dan sehat itu...
mungkin ini semua cuman retorika, tapi kenyataannya memang sulit, untuk memutus/mengawasi mata rantai penjualan zat aditif makanan tidak semudah yang di bayangkan...
dan mungkin itu sebabnya bunda selalu berpesan "kalo makan di luar jangan sembarangan ya mas..." *tapi kalo' perut lapar, semua cacing rakus yang ber-demonstrasi-masa ini bisa kompromi dengan-apa-saja kok bunda...
* dari berbagai sumber, sedikit ingatan yang semakin tumpul, dan juga dari buku yang di beli dari tukang loak di trotoar jalanan bandung sore itu...
jadi benerkan... kalo hidup di puncak jaya dan ujung kulon itu lebih sehat, her?
BalasHapusini saya kasih tahu halaman yang bagus,... baca sampai selesai ya! xixixixi
http://en.wikipedia.org/wiki/Category:Food_science
kalo saya mah, mumpung masih di indo, ya asal orangnya bilang halal saya percaya.. :D
BalasHapuskan mumpung ada yg bilang halal.. *saking bosennya ngeliatin list E471, E482, bla bla.. :p