Kamis, Desember 14, 2006

di stasiun

butiran hujan seperti permata, seperti kaca-kaca yang pecah berhamburan
jatuh diwajahmu berhamburan dan terus saja berhamburan tajamnya didadaku
aku melihatmu melambaikan tangan dan menangis seperti hujan di sore ini

kamu terduduk karena hatimu patah
dan aku menggigil karena tangismu bukan padaku

aku menatapmu dari jauh, aku menatap stasiun tua itu
hujan suaranya selalu mengiris

kamu terduduk karena hatimu patah
dan aku menggigil karena tangismu bukan padaku

hantu-hantu kenangan berkumpul di stasiun tua itu setiap kali aku lewat disana

aku tidak berani membayangkannya lagi...




rinduku, rindumu, rindu kita, rindu kalian
masih rindu yang itu itu juga...
rindu yang risau



"...bisakah sebuah tempat tiba-tiba menjadi hantu? "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar