Sabtu, April 08, 2006

istana pasir

angin laut terlalu kencang, tidak begitu bagus memang, ombak juga terlalu riak, tidak begitu tenang, sangat tidak bersahabat, tapi aku masih ingin menyelesaikan istana pasir megah ku ini, dengan kedua tanganku, membangunnya tanpa berpikir apa apa, tentang kesedihan, tentang keceriaan, tentang euporia, dan tentang apa apa saja yang bersenggama di pikiranku, tidak juga dengan semua canda tawa di ujung ujung ombak itu...

pondasi tanpa kerikil yang aku bangun ini tentu saja terlalu ringkih, pasti satu deburan akan meluluh lantakannya dengan begitu mudah, tapi tetap saja kubangun istana pasir yang megah ini, cuma buatku

untuk sejenak melupakan pikiran tentang keceriaan, tentang kesedihan, tentang rutinitas, dan absurditas pertanyaan yang muncul di benakku, di pikiranku, juga pertanyaannya yang tidak pernah bisa aku jawab pasti itu, mungkin aku cuma sedang ambigu, sejenak aku ingin kosong...

humm, dinding dindingnya sebentar lagi selesai, tinggal corong atap megahnya kubangun, dan menancapkan tiang bendera dari batang kayu yang terdampar itu, sebentar lagi pasti selesai, sebelum ombak pasang benar benar melibasnya...

angin semakin kencang, sebentar lagi matahari pasti akan tengelam, langit yang biru juga mulai tidak cerah, harus bergegas aku untuk membangun istana pasir megah ku ini, kalo bukan aku siapa lagi? tidak, tidak mungkin selain aku...

kulihat sisi dinding sebelah kiri luluh, pasti karena pasir pasirnya terlalu basah, aku harus membangunnya lagi sebelum istana pasir ini benar benar lantak untuk yang kedua kali, bagaimana aku bisa menancapkan tiang bendera kayu ini kalo atapnya saja belum jadi...

selalu aku berharap untuk bisa membangun atap istana pasir yang runcing, yang tertinggi, yang menyentuh kaki kaki langit, yang bisa membayangi seluruh pasir pantai ini

dan angin laut terlalu kencang, tidak begitu bagus, ombak juga terlalu riak, tidak begitu tenang, sangat tidak bersahabat...

ah, akhirnya selesai juga istana pasir megahku ini, tegak dan menantang, sekali aku memutarinya, melihat dari sudut sudut yang aku inginkan, tidak terlalu sempurna memang, bahkan tingginyapun tidak lebih dari ujung lututku...

pangandaransebentar lagi air laut pasang, sebelum benar benar meratakan istana pasirku ini dengan ujung ujung ombaknya, sebentar lagi matahari juga pasti menghilang, angin laut yang gelisah semakin tidak tenang, mungkin angin laut berpikir tiupannya tidak juga bisa mengeser istana pasir ku ini...

sebentar lagi langit gelap, bukan.. bukan karena ujung istana pasirku terlalu tinggi, tidak terlalu tinggi untuk memayungi seluruh pasir pantai ini, lalu aku beranjak untuk berkemas, meninggalkan pantai yang mulai gelap ini, anginnya juga semakin kencang

istana pasir ini terlihat kokoh, tapi sebentar lagi ujung ombak pasti akan meratakannya, mungkin itu bisa jadi sedikit kesedihan kecil buatku

istana pasir yang lucu, pikirku...
dan sebelum aku berbalik untuk membelakanginya, aku menendangnya keras di sisa tenagaku, pasir pasir kecil yang berhamburan di udara semoga bisa menjadi bintang, jangan harap ujung ombak bisa menyentuhnya, biar aku saja...


april mop, pangandaran

2 komentar:

  1. ...mas bisa membuatkan aku sebuah istana mungil yg kuat dan kokoh?? ....')

    BalasHapus
  2. maap mbak, saya bukan kontraktor yg suka bikin2 bangunan... :p

    BalasHapus