pandanglah mata-nya perlahan-lahan... adakah disana keteduhan untukmu? saat aku mendengarmu berbisik pelan, tentang penderitaan yang panjang yang memberat yang menekan, tentang seorang putri dibalik kastil yang menjulang, dimalam yang hampa dan musim yang kosong dan sepi
ya, kita semua memang telah berkelahi dengan hari-hari mengambang, dengan seribu juta kejenuhan, hari hari yang amat-sangat-sangat membosankan dan senyum lampu-lampu jalanan selalu menggoda tanpa kesepakatan... lalu mengisi debar jantung kita dengan ruang penuh warna, yang ceria dan membuat sedikit kita lupatapi cobalah untuk memandang sejenak... pandanglah dengan segenap kejujuran dihatimu, sungguhkah didadanya bersembunyi kedamaian, pandanglah senyum-nya...
pandanglah dengan segenap bening jiwamu, benarkah disana bisa kamu temukan ketulusan itu, pandanglah sebentar saja... tidakkah ini semua hanya asmara? dan kita memang harus-bisa-hidup-bahagia
ya, supaya lukamu, lukaku
tidak sia-sia...
ini hanya tentang sebuah cermin, saat kamu memiliki rasa
tidak ada seorang-pun disana, hanya ada wajahmu, hanya ada bayangan-mu saja,
ya, saja...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar