...tadi malam niNno bertanya "...kenapa kamu menghindari dan membenci semua sambal di mangkuk basomu? ...kenapa kamu mudah ber empathy? lalu kamu anggap itu semua cuma sebuah rasa tanpa aplikasi? ...kenapa narsistis ada, saat senyum persahabatan itu ada di depan mata? ...kenapa keheningan itu menggembirakanmu? ...saat semua berkumpul, bernyanyi mengelilingi api unggun dan kamu sendiri ada di bawah pohon palem? ...bukankah kamu lebih aman saat semua berkumpul? ...bukankah mengalir ke hilir lebih mudah? ...bukankah kelucuan, kebaikan dan kecantikan mereka semua meresahkanmu? ...
tapi niNno masih aja menutup kalimatnya dengan tanda tanya...
...bahkan saat akoe sodorkan secangkir kapucino panas dan sebatang rokok sisa, niNno tidak juga mau berhenti bertanya...
"sudahlah nNo! ...sudah nNo!" ...katakoe sedikit memaksa... "bukankah monyet di balik selimut itu sudah tidur? ...dan dia tidak akan pernah mau menjawab semua pertanyaanmu?" tambahkoe lagi...
"...J@N&%$#KKKK !!" kata niNno lantang sambil mengajakkoe pergi...
...akoe cuma bisa diam ....akoe cuma ingin diam.......
karena akoe tidak perlu berpartisipasi pada pesta tanya malam tadi
"aachh ...dasar kaum kaum pencaci!" katakoe dalam hati...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar