pagi-pagi...waktu embun terakhir menguap ke langit,
aku mengerti, bahwa diriku telah padam
hilang bahkan dari siapapun,
juga darimu . . .
tidak ada yang tersisa memang,
ketika kita tenggelam
dalam peristiwa peristiwa...
seperti ketika malam-malam
kau terdiam di kamar
adakah yang tertinggal dari air mata?
tidak ada alijah...
kecuali kenangan tentang kesedihan,
aku percaya bahwa hari-hari ini
dan hari selanjutnya kau akan berbahagia...
lalu semuanya akan berganti,
demikian seterusnya...
ada yang berubah alijah,
dan akan terus berubah...
tapi ingatlah,
bahwa ada yang selalu kembali
pada lingkaran jiwa
sesuatu yang selalu berulang
d a n m e l u l u h k a n h a t i m u
maka kau teruslah menulis puisi,
biarpun sepatah. . .
aku akan selalu kembali,
datang menemani
setiap kali kau tulis puisi...
aku akan datang dan tumbuh dihatimu,
aku juga akan kembali lagi
ketika gelap mulai turun
dan aku akan selalu mengenangmu
pada ujung butir tetes air hujan
pada malam dingin ini. . .
. . . l e b i h b a i k p a d a m
d a r i p a d a p u d a r . . .
embun akan kembali turun, alijah...
malam akan segera datang...
dengan atau tanpa hujan
seperti malam ini
s e l a y a k h a n t u . . .
* versi edit d'vLa jiadhs ...sumpah, bengi adem pas udan iki nihil vodka ')
...dan raut halus yang menyelimuti jantung koe, seperti ingatan yang berubah ubah, memory tentang alijah, ato' apa sajalah...
"...dari seorang adik, teman, sahabat ato bahkan musuh bebuyutan sekalipun untuk seorang kakak, teman, sahabat, dan juga musuh bebuyutan..."
...semoga besok menjadi lebih baik,
semoga besok menjadi lebih baik,
. . . d a n s e m o g a b e s o k
m e n j a d i l e b i h b a i k . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar