sebenarnya bukan kita yang memilih yang terbaik...
kita melakukan sesuatunya semaksimal kita bisa, semampu kita mau ...dan semoga yang terbaik mengikuti di belakang itu semua
bro Q pernah berbicara tentang belajar, tapi bukan sebagai panglima perang, bukan sebagai panglima ayam, panglima kodok, petani kentang, administrator upinet ato' bahkan webmaster upi edu sekalipun, tapi untuk mempelajari "belajar" itu bisa apa saja, bisa dengan apa saja...
"hidup itu belajar menerima kenyataan" kata soel kemarin siang, sepertinya itu kata kata cukup bijak yang di muntahkan oleh seorang pemuda keturunan prabu siliwangi -katanya- yang jarang mandi dan sebatang kara -sekali lagi katanya-
lalu kulitkoe jadi legam, sinar matahari jember memang panas, sebau peternakan ayam itu, karena kotoran ayam, kotoran kambing,lumpur sawah dan kencing kambing berbaur jadi satu, sesegar rasa kelapa muda dari pohon kelapa rindang di depan rumah pheche...
f u c k f o r t h i s r e a l i t y . . . . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar