Sabtu, Desember 22, 2007

refleksi 2007

refleksitidak banyak yg bisa di ingat di 2007 ini, aku kira waktu berjalan dengan sangat cepat, tiba tiba sudah hari sabtu, katanya ini adalah hari berinovasi, mencari daftar menu hal hal yang baru, seperti yang baru kemaren saja aku melewatinya, rutinitas yang masih sama, aku terbangun dan gelas kopi sisa tadi malam -dengan seekor ngegat yang terperangkap di dalamnya- membuat aku harus benar benar memikirkan tentang apa apa saja yang baru terjadi semalaman, terbangun di kolong meja komputer, atau kakiku yang terbentur meja saat terbangun, sial! sempit sekali ruang ini. ruang kerja yang berantakan seperti pecahan meteorid, meja kerja yg penuh dengan barang ato' dinding kamar dan ruang kerja yang penuh dengan tempelan poster dan sedikit sampah di sana sini, kadang yang kucaripun sudah tidak berada di tempat saat aku membutuhkannya, disiplin memang bukanlah kebiasaan yang buruk disini, tapi memang susah sekali mengaplikasikannya dengan benar, kadang aku tertawa dan membayangkan suatu hari nanti ada yang melakukannya untukku tanpa menggerutu

ruangan ini masih penuh dengan gelas gelas dengan sisa ampas yg harus di cuci, kamar baru sewa bulanan yang ku tinggali belum lama ini juga sama saja, memang jarang ku huni, hanya berjarak beberapa meter dari monitorku ini dan aku masih saja membela diri dengan mengatakan, aku tidak punya waktu untuk merebahkan diri di kasur tipis itu, mungkin itu sebabnya para mosquito menjadikannya base camp yg nyaman, baju baju yag ku haluskan dan ku wangikan ala kadarnya tidak juga berguna

beberapa dari orang di sekitarku banyak menghabiskan waktu di depan monitor berharap di ujung kabel sana ada keberuntungan, sesekali kita bersandar penat di sofa depan televisi penuh iklan, mengomentari sinetron tolol atau film kartun tom and jerry yang lucu, jarang dari kita berisik saat tayangan film benar benar seru dan bermutu --meski itu jarang-- beranjak keluar hanya membuat ingat saja kalo di luar banyak sekali orang-orang curang yang menyedihkan --padahal kukira, kita semua disini juga tidak lebih menyedihkan dari mereka diluar sana-- jalanan yang macet, mobil yang berjajar seperti kaleng sarden, dan asap knalpot yang membuat sesak nafas, juga rengekan anak anak jalanan yang membuat hati miris, memberi logam di kantong atau membelai rambut merah mereka juga tidak banyak membantu, tahun ini Luna menemaniku dengan baek, riuh jalanan mengajarkan aku banyak hal, tatapan mata kosong di jalanan dan sosok yang tergeletak di trotoar membuatku berpikir, perut laparku tadi malam tidak lebih kosong dari tatapan mereka--- dan aku pernah tertawa keras, saat aku mengajak yang lainnya "hayuh, sebaiknya kita keluar!" --lalu, seseorang dari kita mengatakan "tidak tidak! diluar sana banyak penghianat!" -- penghianat dan para pecundang brengsek itu banyak berkeliaran di jalan, atau mungkin rumah sakit jiwa sudah terlalu penuh sehingga mereka tidak tertampung? arggrhh! tidak! tidak! tidak! hati ini jangan pernah sampe' berbulu, ato' aku yang akan dijebloskan dan tinggal kesana!-- ...dan sial! saat aku lengah, beberapa-nya memasuki lingkaranku, mereka membuatku harus membangun tembok api antitrust yang tinggi, sampai sampai sebagian dari kita berpesan satu sama lain "katakan saja aku tidak ada disini..." --melarikan diri ke jalanan memang bukan ide yang baek, udaranya terlalu dingin, kenyamanan dan rasa hangat ini harus di pertahankan, bukan tempat yang mewah memang, tapi benar benar tempat yang sangat nyaman, sadar anti-sosial seperti ini memang bukan kehidupan yang nyaman, aku tidak akan menyalahkan, mereka hanya ingin menjauhi masalah... di planet ini banyak orang baek dan orang jahat, banyak sekali pahlawan dan penjahat, jumlahnya sangat banyak dan seringkali jumlah mereka di luar dugaan kita, aku sendiri berusaha keras untuk bisa melakukan banyak hal yang sederhana-- tapi hidup akan terus berjalan, dengan atau tanpa mereka, orang orang diluar sana mau-tidak-mau memang harus dihadapi, memilah milah nya, lalu saat aku bertemu dengan yang benar benar tepat, itu adalah saat aku harus bisa menjaganya, pencarian yang tidak pernah berhenti, sejenak aku harus bersyukur saat aku bertemu dengan beberapa makhluk asing di luar sana, sungguh mereka benar benar alien dengan tingkah laku yang menyenangkan

sesuatu di jalanhidup memang tidaklah lunak,hidup tidak seperti keju kraft, apalagi makaroni, hidupku ini tidaklah sekedarnya-- menu menu makanan yang kupilih ini tidak akan mendekatiku begitu saja, mengeluh hanya akan menghabiskan energi, aku sadar bahwa tahun ini adalah tahun yang hebat, kulewati dengan banyak orang orang yang hebat, aku berpikir keras tentang ini di sepanjang perjalanan pulang dari kantor, konsentrasi ku kadang buyar, tiba tiba aku harus terpelanting bersama Luna, tapi itu juga tidak menyebabkan aku berhenti berpikir tentang apa apa saja yang kulewati tahun ini, tiba tiba suasana jalanan membuat rotasi otakku berputar lebih cepat dari biasanya, memusingkan, memang sangat memusingkan --satu satunya hal yang paling bisa kulakukan untuk menghabiskan waktuku di jalan adalah berpikir bahwa ini adalah tahun yang penuh dengan fenomena yang unik-- banyak hal yang bisa di pelajari, banyak hal yang bisa aku dapat, banyak hal kecil yang bisa di nilai, tuhan melakukannya begitu saja, membangunkanku dari mimpi buruk tadi malam, meletakkan aku di depan jendela kayu itu, membuat aku harus membuka paksa, meletakkan aku di depan gang sempit, menguyurku dengan air hujan sampai basah kuyup, dan memberiku banyak sekali pertanyaan dengan sedikit jawaban, sadar-tidak-sadar situasi ini membuatku mencaci, meletakkan aku di depan monitor, membuatku mengetahui apa yang harus aku ketahui, meletakkan seseorang begitu saja di hadapanku, didepan televisi, memberi kenyataan yang memang harus aku dapat, lalu lama aku menyadarinya bahwa memang yang terbaiklah yang mendekatiku, "...bukan, bukan aku yang memilihnya!" hal kecil yang membuat aku sadar bahwa aku memang tidak pernah punya hak untuk menghakimi siapa siapa... tidak seorangpun, tidak seorangpun, bahkan seharusnya aku memang tidak boleh menyakiti anjing anjing megalomania yang menggongong di dekat daun telingaku, "...berisik!!" ujarku, beberapa dari mereka datang tanpa permisi, membaca semua tulisanku dengan rasa antipati, sangat tidak sopan dan terjadi begitu saja, ya! begitu saja...

ini adalah tahun di mana yang datang adalah yang pergi, terlalu banyak, amat sangat terlalu banyak dan terjadi begitu saja, memandang mereka dengan tajam dan sesegera mungkin aku harus memalingkan kepala, " besok kita akan berjumpa lagi " begitu pikirku, semua harus bisa di terima dengan lapang dada, meluaskan hati, mencairkan pikiran, sesekali dia meletakkan orang orang baek itu di sekitarku lalu menjauhkannya begitu saja, memeras logikaku, membuatku tersenyum, membuatku berpikir, membuatku diam, waktuku memang tidak terlalu banyak, memilih satu dari mereka dan mempertahankan tetap di sampingku untuk waktu yang lama itu membutuhkan proses yang panjang, seorang aku sedang berjuang untuk itu, aku masih dalam perjalanan, memupuk lagi kepercayaan, berharap aku masih bisa memiliki sebuah kebun dengan buah yang ranum dan sehat, lalu memanennya, memetiknya dengan banyak rasa bersyukur

aku masih sangat percaya, tuhan akan memberi banyak sekali anugerah, bahkan kepada penderita schizofrenia sekalipun, saat beberapa orang sudah tidak berada lagi di sekitarku, itu adalah saat di mana aku menyadari, ternyata aku tidak bisa lebih menyayangi mereka daripada saat ini, mungkin memang harus ada yang hilang dari retinaku, tapi tidak pernah ada yang pudar dari pikiranku, ingatanku masih sangat tajam, tidak ada yang menghilang disini, hanya saja ada yang berkurang, di tempat kita pernah berdiri, berharap melupakan benar dosa di setiap serpihan tisu bekas kenangan yang teronggok di sudut ruangan, aku bahkan tidak di beri kesempatan mempertanggung jawabkannya di depan tuhan, yang datang dan yang pergi adalah semuanya yang melengkapi kehidupanku menjadi sesempurna yang tuhan inginkan, lain tidak...



aku masih bisa bersyukur, tatap mata teduh tadi malam hanya pengingat bahwa aku harus bisa berlari lebih kencang dari biasanya, masih banyak sekali dendam yang bisa aku jadikan bahan bakar, menumbuhkan kepercayaan sebanyak mungkin, atau lebih mencintai mereka diluar sana lebih dari biasanya, adalah yang harus di lakukan dengan benar, belajar untuk tidak terlalu berpikir muluk di luar kapasitas, dan melakuan banyak hal dengan lebih hati hati

"hati hati memilih teman, hati hati memilih makanan..." katanya

pernah ada yang berkata "mungkin kita dulu pernah berpapasan di persimpangan jalan", bahu kita bersinggungan, kita tidak saling bertatapan, kita tidak saling mengenal dan kita tidak saling menyapa, perjumpaan hari ini mungkin hanya sebuah kebetulan yang sempurna saja, lalu tiba tiba disini kita saling berbincang, lalu tiba tiba kita sudah saling berhadapan di meja makan yang sama dan membicarakan menu makan malam yang paling disuka, perjumpaan ini seperti kotoran burung yang jatuh tepat di pundakku, tanpa perhitungan, tanpa kesepakatan

tahun ini desember nya tetap aja basah, cucian celana dan baju buat ngantor di tali jemuran samping jendela kamar bengkel tidak juga kering, aku tidak harus menjemur celana dalam dan kaos kaki diatas monitor komputer khan? itu bukan ide yang bagus sepertinya,
tanggal 1 adalah hari aids dunia --mereka diluar sana pasti mengingat begitu hebatnya efek global dari aids dan mengenang si ikon gay fredy mercuri sang vokalis Queen, tapi tidak denganku, karena aku tidak pernah mengenal Queen apalagi si kuin *halah*
tanggal 7 ke gramedia, ritual rutin abis gaji'an :p--si bawel itu menunjuk sebuah buku yang sangat aku pengen miliki sejak tahun 1998 lalu, heavier than heaven, biografi si kentang kurt cobain, ditulis oleh charles r. cross, niat awal beli buku pemrograman PHP dan MySQL tiba tiba batal, baeklah, buku ini aku ambil --lahap habis buku itu, cari tau dan pelajari sepak terangnnya selama hidup, bagaimana si bedebah itu bisa mempengaruhi banyak orang-- "sekali kali beli buku yang tidak berhubungan dengan pemrograman boleh khan mas?" kata si bawel
tanggal 17 urusin komputer untuk jobfair di univeritas pasundan --ingatkan para kru karir-up, agar tidak mudah tergoda lirikan genit para mahasiswi pasundan dan unisba :p
tanggal 20-25 liburan kantor --dan aku tetap saja menghabiskan waktu di bengkel sempit ini ...oh no! c'mon!, seharusnya aku berekreasi ke gunung, seharusnya ada seseorang yang menemaniku
tanggal 20 adalah idul adha --lumayan, pagi2 proxynet udah dapat kiriminan lontong kare *hehe, semoga hari ini membawa berkah buat besok
tanggal 22 adalah mother day --wajib sms bunda dan suruh calon menantunya yang bawel itu bicara dan ngobrol, mau-tidak-mau-harus-mau, todong pake' pistol beretta dengan kaliber 32 kalo' perlu
tanggal 25 adalah natal --beberapa sahabat dan saudara pasti merayakan dengan bersuka ria --damai, damai, damai, akur, akur, akur --sempatkan sms semua sahabat dan saudara yang merayakan hari natal
tanggal 26 urusan kerjaan untuk anggrek hotel harus secepetnya kelar! --kembali ke rutinitas, kerjaan yang numpuk di depan mata, back up database, skripting php di website di beresin -- Pe-eR besar itu harus kelar, ganti menu navigasi, upload foto japanese pop culture festival harus sudah beres pas hari masuk kerja
tanggal 27 nya menjadi milik de' dessy yang sebentar lagi bakal dilamar si kingkong staff WWF yang sampe' hari ini dia belum juga ngirim upeti tanda takhluk padaku--oh ya tahun 2007 ini, 27 tahun aku survive di planet bumi ..oh damn! i'm old! --usia 27 juga menjadi milik para musisi kentang kurt cobain, jimi hendrix, dan jim morrison, mereka meninggalkan bumi di usia ini
tanggal 28 kalo bisa keluar kantor, jemput ade dessy dan si kingkong di BSM
tanggal 30 hadapi ayahnya, ajak maen catur, kalahkan sampe skor 10 - 0, lalu menghadap ibunya --kalo nga sukses, kalo nga sempet, masih ada tahun depan *doh kah -sweat*

...humm, dan seperti biasa, tahun ini, sampe' akhir tahun ini, semuanya masih biru, satu hal yang benar benar ingin ku pelajari dari tahun ini adalah berhenti mengucapkan hal yang sama, berhenti mengucapkan hal yang itu itu juga, diam dan bergerak kupikir lebih adil dari sekedar bicara. Beberapa lelucon sepele sepanjang tahun ini mengusikku, tapi itu tidak membunuhku, tidak-akan-membunuhku, ya! aku belum terbunuh! ...aku masih ada!

semoga dewi fortuna tidak terbang terlalu jauh dari tempatku berdiri ini, masih banyak yang harus di kerjakan, masih terlalu banyak harapan

meskipun ada rasa bosan yang membuncah, meskipun ada rasa bosan yang menyeruak, meskipun ada rasa bosan yang mengendap, tetap antusiaskan diri aku ini ya tuhan... pernah sesekali aku membuka jendela kamar di malam hari, udara dingin sisa hujan tadi sore menyeruak memasuki kamar dan persendian tulang tulangku, jaket wool tebal itu rupanya tidak banyak membantu, dinginnya menggantikan pengap udara kamar yang membosankan ini, kulihat bintang bintang yang bertaburan masih begitu menakjubkan, tiba tiba saja aku merindukan yang bersinar paling terang...

"ya, tetap temani aku ke kebun..." jawabku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar